Pastikan Pangan aman, BPOM Balai Toba gelar uji sampel mendadak di pasar baru panyabungan
Madinapos.com, Panyabungan – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Balai Toba melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan keamanan bahan makanan di Pasar Baru Panyabungan, Mandailing Natal pada kamis,( 30/4/26 )
Langkah ini diambil untuk memastikan produk pangan yang dikonsumsi masyarakat bebas dari zat kimia berbahaya.
Pantauan di lokasi, tim BPOM langsung menyisir lapak-lapak pedagang di area Pasar Pagi. Dalam kegiatan tersebut, petugas didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal, Parlin Lubis, beserta jajaran stafnya. Serta perwakilan dari polres Madina.
Fokus pada Bahan Tambahan Berbahaya
Isma Diah Ambarini, S.Farm, selaku Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama dari BPOM Balai Toba, menjelaskan bahwa agenda hari ini merupakan instruksi langsung untuk melakukan uji cepat (rapid test) terhadap produk-produk pangan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya.

“Kami ditugaskan untuk melakukan uji cepat terhadap produk pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Sampel yang kami ambil meliputi tahu, ikan kering (asin), kerupuk, hingga mi basah,” ujar Isma saat memberikan keterangan di sela-sela pengecekan.
Ia menambahkan, proses pengujian dilakukan secara efisien menggunakan test kit khusus guna mendeteksi kandungan berbahaya seperti Boraks, Formalin, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B. “Estimasi untuk mendapatkan hasil sampel ini kurang lebih hanya 15 menit,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pengujian di lapangan, tim BPOM memeriksa sebanyak 23 sampel produk pangan yang terdiri dari tahu, ikan asin, ikan basah, kolang-kaling, mi kuning, mi tiaw, kue basah, hingga bakso. Setelah melalui serangkaian tes laboratorium lapangan, seluruh sampel tersebut dinyatakan negatif atau bebas dari kandungan zat berbahaya.
Kepala Dinas Perdagangan Mandailing Natal, Parlin Lubis, menyambut positif dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah proaktif yang dilakukan oleh BPOM Balai Toba.
“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada BPOM Balai Toba yang telah hadir langsung ke Panyabungan. Mengingat keterbatasan anggaran yang kami miliki untuk pengujian seperti ini, kehadiran tim BPOM sangat membantu dan bermanfaat bagi kami,” ungkap Parlin Lubis.
Parlin menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bentuk nyata perlindungan terhadap hak-hak konsumen di wilayah Mandailing Natal. “Ini adalah bagian dari tugas kami di Dinas Perdagangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang layak. Kita ingin memastikan makanan olahan yang dijual di pasar ini tidak berdampak buruk bagi kesehatan warga,” tegasnya.
Beliau berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar para pedagang lebih disiplin dalam memilih stok dagangan yang sehat dan bebas dari zat berbahaya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga Panyabungan dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. (Hamzah).
