Madinapos.com, Batang Natal – Komitmen Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di bawah kepemimpinan Bupati H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution untuk memerdekakan desa terpencil dari kegelapan mulai membuahkan hasil nyata.
Perlahan namun pasti, desa-desa yang selama puluhan tahun belum tersentuh aliran listrik negara (PLN) kini mulai memasuki tahapan pembukaan jalur pemasangan instalasi kabel dan tiang.
Pada hari ini, Jum’at (24/4) Camat Batang Natal Wahyu Hidayat turun langsung mendampingi pihak PLN dalam proses pembersihan jalur pemasangan listrik di Desa Lubuk Bondar dan Desa Aek Holbung.

Langkah ini dilakukan guna memastikan percepatan infrastruktur agar masyarakat dapat segera menikmati layanan listrik yang stabil.
Camat memperkirakan bahwa proses pemasangan akan rampung dan listrik mulai menyala (on) pada bulan ini juga kalau tidak ada kendala.
Camat juga menyampaikan kondisi Sebelumnya di 7 desa tersebut, bahwasanya masyarakat hanya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) atau listrik desa yang kapasitas dan stabilitasnya sangat terbatas.
Dengan masuknya jaringan PLN, diharapkan roda ekonomi dan kualitas pendidikan anak-anak di desa akan meningkat pesat.
Adapun 7 Desa yang saat ini sedang dalam proses percepatan pemasangan instalasi listrik adalah, Desa Aek Manggis, Desa Aek Baru Jae, Desa Aek, Baru Julu, Desa Lubuk Samboa, Desa Guo Batu, Desa Lubuk Bondar dan Desa Aek Holbung.
” Ini adalah buah dari koordinasi intensif Bapak Bupati, Ibu Wakil Bupati, serta sejumlah OPD terkait dengan pihak PLN. Hari ini kami mendampingi pembukaan jalurnya agar pengerjaan oleh tim PLN berjalan lancar tanpa kendala teknis di lapangan,” ujar Camat Batang Natal di sela-sela peninjauan.
Kemudian ia berharap, kehadiran listrik PLN di tujuh desa ini menjadi kado indah bagi warga, yang sebelumnya masih sangat terbatas.

” Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan PLN diharapkan terus berlanjut hingga tidak ada lagi satu pun desa di Bumi Gordang Sambilan yang tertinggal dalam kegelapan,” pungkasnya. (Suaib Rizal).











