Madinapos.com, Medan – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendapat penambahan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 sebanyak Rp5 Triliun termasuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina), untuk pemulihan pascabencana, mitigasi, hingga penanganan inflasi.
Penggunaan dana tersebut tidak hanya terbatas bagi daerah yang terdampak bencana secara langsung, tetapi juga mencakup wilayah lain seperti Madina dan Nias guna penguatan ekonomi dan pencegahan bencana pada masa depan. Sayangnya, tidak disebutkan berapa jumlah penambahan TKD untuk Madina tahun 2026.
Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana secara virtual pada Rabu (21/1/2026) kemarin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan kebijakan itu merupakan tindak lanjut usulan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Selain penambahan anggaran, Sumut juga mendapat berbagai kemudahan mulai dari fleksibilitas penggunaan dana darurat, percepatan penyaluran, hingga relaksasi pinjaman program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tito Karnavian mengatakan wilayah yang tidak terdampak langsung oleh banjir dan longsor tetap bisa memanfaatkan dana ini untuk kepentingan strategis lainnya. Dia mencontohkan wilayah seperti Nias yang meski tidak terdampak bencana, memiliki tingkat inflasi yang tinggi sehingga dana tersebut dapat dialihkan untuk pemulihan ekonomi.
Hal yang sama berlaku untuk daerah seperti Madina dan kabupaten/kota lainnya di Sumut untuk memperkuat mitigasi agar dampak bencana pada masa mendatang dapat diminimalisasi.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Askolani memaparkan, pemerintah telah menyiapakan tambahan alokasi sebesar Rp5 triliun. Sehingga, total anggaran menjadi Rp11,5 triliun dari rencana awal sebesar Rp6,5 triliun.
Saat ini, sisa anggaran sekitar Rp8,2 triliun siap disalurkan ke daerah-daerah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat setelah pemerintah daerah menyerahkan rencana kegiatan pemulihan mereka.
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution yang mengikuti rapat dari kediamannya di Medan, mengapresiasi dukungan pusat ini. Dengan adanya tambahan TKD dan relaksasi ini, dia berharap seluruh wilayah di Sumatera Utara, baik yang sedang membangun kembali infrastruktur rusak maupun yang sedang berjuang menekan angka inflasi, dapat bergerak lebih cepat dalam melakukan pemulihan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. (Hamzah).











