Madinapos.com, Jakarta – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, terus bergerak cepat memperjuangkan percepatan ekonomi daerah di tingkat nasional. Dalam pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Todouta Pasaribu, di Jakarta pada Rabu (14/1/2026),
Bupati secara khusus mendorong pengembangan infrastruktur dan energi sebagai fondasi utama industri di Madina.
Bupati menegaskan bahwa keberadaan Pelabuhan Palimbungan di Kecamatan Batahan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan urat nadi yang menentukan efektivitas distribusi industri. Menurutnya, optimalisasi pelabuhan ini menjadi syarat mutlak agar produk-produk hasil hilirisasi dari Madina mampu bersaing secara kompetitif dan menarik minat investor besar.
“Infrastruktur pelabuhan adalah kunci. Kami sampaikan kepada Pak Wamen bahwa dengan Pelabuhan Palimbungan yang mumpuni, hilirisasi industri di Madina akan berjalan jauh lebih efisien,” ungkap Saipullah usai memaparkan potensi daerahnya.

Tak hanya infrastruktur fisik, Bupati juga menonjolkan keunggulan Madina di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT). Ia memaparkan kesiapan wilayahnya untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebagai solusi energi ramah lingkungan bagi industri.
Langkah berani ini mendapat respons positif dari Wamen Todouta Pasaribu yang berkomitmen memberikan atensi khusus pada percepatan potensi EBT tersebut. Saipullah meyakini, ketersediaan energi hijau akan menjadi daya tarik eksklusif bagi investor global yang kini sangat memprioritaskan isu lingkungan.
“Kami ingin Madina menjadi magnet investasi di Sumatera Utara. Dengan perpaduan pelabuhan yang strategis dan energi terbarukan, kita optimis ekonomi masyarakat lokal akan terdongkrak secara luas,” pungkasnya dengan nada optimis.
Pertemuan ini menjadi bagian dari peta jalan investasi Madina tahun 2026 yang dirancang Bupati Saipullah untuk memastikan kemudahan izin dan dukungan penuh dari pemerintah pusat bagi pembangunan di Bumi Gordang Sambilan. (Nurul Fadila Susanty).











