Menu

Mode Gelap

Hukum

Ditengarai Cabuli Anak Dibawah Umur, S Alias Pr Dilaporkan Ibu Korban Ke Polres Madina


					Ditengarai Cabuli Anak Dibawah Umur, S Alias Pr Dilaporkan Ibu Korban Ke Polres Madina Perbesar

Madinapos.com – Panyabungan.

Masyarakat di Wilayah Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal dihebohkan dugaan pencabulan seorang pelajar SMP berusia 14 tahun yang ditengarai dilakukan S. Alias Pr (50) tahun eks. karyawan salah satu perusahaan perkebunan, yang dilakukan sepulang korban dari sekolah.

Sebagaimana dilansir dari Wartamandailing.com, ibu korban EN yang tak terima anaknya diperlakukan seperti itu langsung melaporkan pelaku ke Polres Mandailing Natal, melalui Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STPL) dengan Nomor : STPL/19/II/2023/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMUT yang diterima AIPTU Muhammad Syafii pada (2/2) lalu.

Sementara itu Kasatreskrim Polres Madina, AKP. Prastiyo Triwibowo, S.Ik, M.H. yang dihubungi lewat pesan WhatsApp oleh media tersebut, Sabtu (1/4/2023) menyampaikan perkara sudah diberitahukan ke pihak pelapor melalui SP2HP,” untuk saat ini personel ada diseputaran Natal sekalian koordinasi dengan pihak keluarga”, ujarnya.

Sementara itu, aktivis Advokat Muhammad Nuh, SH yang dimintai pendapatnya meminta kepolisian segera mengungkap peristiwa kejahatan tersebut dan menghukum.pelaku. Ia juga menguraikan aturan hukumnya Pasal 76E juncto Pasal 82 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak) berbunyi, Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

Kemudian Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan anak No.35 tahun 2014, menyebutkan pelaku pencabulan anak dibawah umur akan dikenakan sanksi pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama adalah 15 (Lima Belas) tahun serta denda paling banyak Rp.5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah).

” Kejahatan seksual terhadap anak dan atau perbuatan cabul, persetubuhan terhadap anak termasuk dalam kategori graviora delicta atau kejahatan paling serius”, tambahnya.

Ia juga menceritakan dampak yang ditimbulkan akibat kejahatan seksual, perbuatan cabul memiliki dampak psikologis yakni trauma, dampak fisik seperti tertular penyakit, dampak cedera tubuh yang mana terdapat kerusakan organ internal, serta dampak sosial seperti dikucilkan dalam lingkungan sekitar bahkan hal ini pun berpotensi merusak masa depan korban.

” Jadi ini sangat jahat dan tercela, serta sangat dikutuk oleh masyarakat kita, mohonlah agar kasus ini dapat ditangani serius dan pelakunya dihukum berat agar semua orang takut berbuat sedemikian rupa”, tutup advokad ini. (**/hamzah)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 276 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Polres Madina Bantah Geledah Rumah Diduga Bandar Narkoba di Batang Natal Tanpa SOP

17 Mei 2024 - 22:23

Granat Madina Minta Kepolisian Tindak Tegas, Jika Ada Oknum Kades Lindungi Bandar Narkoba

17 Mei 2024 - 15:04

Polres Madina Temukan 1,5 HA Ladang Ganja Siap Panen di Tor Shite

15 Mei 2024 - 18:56

Sat Narkoba Polres Palas Tangkap Bandar Narkoba, BB 5.01 Gram Sabu Diamankan

2 Mei 2024 - 22:11

Polres Madina Gulung Komplotan Pencuri Ranmor Beroperasi di Wilayah Panyabungan Sekitarnya

30 April 2024 - 20:34

Bunuh Pacar, Suroso Alias Cocok Diancam Hukuman 30 Tahun Penjara

29 April 2024 - 16:17

Trending di Hukum