Hukum

DPD GPMN Madina Laporkan Ke Polisi Dugaan Pelecehan Lambang Garuda

Madinapos-Panyabungan : Viralnya di media sosial sebuah photo Wakli Bupati Madina Atika Azmi Utami mengenakan topi warna hitam dengan lambang burung Garuda menghadap ke sebelah kiri membuat Dewan Pimpinan Daerah Gema Perjuangan Nusantara atau DPD GPMN membuat laporan polisi ke Polres Mandailing Natal.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gema Perjuangan Maharani Nusantara (DPD GPMN) Mandailing Natal (Madina) Azhanul Akbar Panjaitan bersama bersama Jajaran Pengurus GPMN Madina Rabu siang 08/09 datangi Polres Madina untuk melakukan pelaporan terhadap terduga pelecehan lambang negara Republik Indonesia.

Ketua DPD GPMN Mandailing Natal Azhanul Akbar Panjaitan pada Madinapos mengatakan pelaporan pelecehan lambang Garuda itu sebagaimana menunjukkan kecintaan kita kepada bangsa dan negara, agar sesuatu yg menyangkut hal hal sakral yang telah di atur di undang undang maupun peraturan pemerintah tidak disalah gunakan semaunya.

Akbar juga menyayangkan oknum yang telah berani mengeluarkan Gambar logo Garuda menoleh ke kiri tersebut tanpa terlebih dahulu komunikasi dengan Pemerintah Daerah Madina.

“terlebih pengadaan itu kita tidak tau siapa oknumnya, sebab gambar yg beradar bukan gambar resmi dari Pemda Kabupaten Mandailing Natal, maka dari kami meminta kepada Aparat Penegak hukum agar segera menindaklanjuti laporan kami ini dan segera mengamankan pemilik gambar burung Garuda yang menoleh kekiri itu ” harap akbar.

Lambang negara Itu kata akbar telah diatur dalam perundang-undangan,  Burung Garuda telah diatur dan ditetapkan letak besaran dan posisinya, salah satunya kepalanya menghadap ke kanan, sebagai arti bahwa sanya Garuda adalah simbol kebaikan, bila dihadapkan kekiri, akankah memiliki makna sebaliknya.

Reporter : Suaib

loading...

Komentar Facebook

Related Posts