Hukum

Cepat dan Tanggap, Polres Madina Berhasil Ungkap Dua Kasus Pembunuhan

Madinapos.com – Panyabungan.

Polres Mandailing Natal (Madina) dalam waktu singkat berhasil mengungkapkan dua kasus pembunuhan keji terjadi belakangan ini yang menggegerkan publik di Mandailing Natal dan seluruh pelaku berhasil diringkus aparat kepolisian.

Hal tersebut terungkap dari Jumpa Pers yang digelar Polres Madina, dilakukan langsung Kapolres Madina AKBP. Irsan Sinuhaji, S.IK. MH di dampingi Wakapolres Tongku B. Pane dan Kasat Reskrim AKP. Damos C Aritonang, Sik. di Panyabungan, Senin (4/6) siang.

Kasus Pertama

Kapolres Madina memaparkan bahwa kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Huta Bangun Kecamatan Panyabungan Timur, Korban adalah Ali Usri (38) Petani warga desa Huta Bangun yang jenazahnya ditemukan penuh luka.

Kapolres menjelaskan, pelaku dengan korban adalah masih saudara kandung,” ada percekcokan tentang tanah warisan, korban tidak senang tanamannya dicabut pelaku dan terjadi percekcokan yang akhirnya pelaku menebaskan goloknya kepada korban hingga tewas”, ungkap Kapolres.

Setelah korban terbunuh, pelaku melarikan diri dan bersembunyi, “butuh dua hari untuk mencari pelaku, dan tindakan tegas serta terukur terpaksa diambil petugas dilapangan karena pelaku melawan petugas yang hendak menangkapnya”, ungkap Kapolres Madina sambil memperlihatkan seluruh barang bukti yang berhasil disita petugas.

“Tersangka bernama Toir (38) petani, Desa Huta Bangun Panyabungan Timur, Madina. Akan dijerat Pasal 340 Subs. 338 KUHP dengan ancaman penjara 20 tahun” ungkap Kapolres.

Kasus Kedua

Perbuatan pembunuhan ini sangat jahat dan bahkan super jahat ungkap Kapolres Madina menguraikan pengakuan ketiga Tersangka yang berhasil diringkus Kepolisian Polres Madina warga Desa Lubuk Kancah Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kapolres menjelaskan bahwa mereka (red.Tersangka) mendapatkan informasi akan terjadi bencana besar di desanya, maka mereka melakukan proses evakuasi ketempat yang lebih tinggi dan masuk kedalam hutan, saat proses evakuasi itulah rentetan pembunuhan terjadi dengan tangan kosong, mencekik dan memijak korban hingga tewas,” padahal antara korban dan pelaku keseluruhan masih ada hubungan keluarga”, ungkapnya.

Berkat kerjasama masyarakat dan petugas kepolisian, seluruh tersangka pelaku pembunuh berhasil di tangkap, diuraikan sebagai berikut :

1). Untuk Kasus Pembunuhan terhadap Dedi (16), Tersangka atas nama  Almahdi alias Mahdi, Muhammat Buyung Alias Buyung dan Mukmin. ketiganya dijerat Pasal berlapis Pasal 340 Subs.Psl 338 Subs. Psl 170 (3) Jo. Psl 56 KUHP atau Pasal 80 UU RI No. 35/2014 atas perubahan UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman Pidana Mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

2).Untuk Kasus Pembunuhan terhadap Tiara (balita 5 bulan), Tersangka atas nama Almahdi alias Mahdi. dijerat dengan pasal berlapis Pasal 340 Subs.Psl 338 atau Pasal 80 UU RI No. 35/2014 atas perubahan UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman Pidana Mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

3). Untuk Kasus Pembunuhan Rismawati alias Risma (26), Tersangka Almahdi alias Mahdi dijerat dengan Pasal 340 Subs.Psl 338 KUHP dengan ancamana hukuman Pidana Mati atau seumur hidup atau paling lama 20 tahun. (Syahren).

loading...

Komentar Facebook

Related Posts