Hukum

Kasus Perceraian Meningkat, Panitera : PA Padangsidempuan Terus Upayakan Mediasi

Madinapos.com – Padangsidimpuan.

Kasus perceraian untuk Kota Padangsidimpuan dalam tiga tahun terakhir 2015-2017 meningkat lebih dari 10% tiap tahunnya, dari tabel jumlah kasus perceraian yang di putus di Pengadilan menurut permohonan Kota Padangsidimpuan tahun 2015-2017 sebanyak 50% lebih gugatan perceraian di ajukan oleh istri di banding permohonan perceraian suami.

Hal perceraian karena paktor ekonomi serta selingkuh dan Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), “angka perceraian untuk Kota Padangsidimpuan ini, kalau di persentasekan, tiap tahunnya 10% meningkat” ucap Panitera Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan H.Zainul Arifin.SH sambil memperlihatkan tabel jumlah kasus perceraian dari tahun 2015-2017 di ruang kerjanya, Padangsidimpuan, Sumatera Utara Selasa(17/04/2018) lalu.

Di ungkapkan Zainul Arifin juga, untuk tahun 2018 ini saja,mulai Januari-Maret untuk gugatan cerai saja sudah 160 gugatan,”Makanya itu,kita masih berupaya untuk memediasi mereka, kita juga kan,punya Hakim mediator,supaya perceraian itu tidak terjadi”katanya.

Di katakan Zainul Arifin ,seringnya terjadi kasus perceraian ada tiga hal, yang umumnya melatarbelakangi perceraian yakni faktor ekonomi, selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga. Dari kasus perceraian ini di dominasi umur rumah tangganya masih 15 tahun,”yang jelasnya usia pernikannya bila memiliki anak, usia anaknya masih berumur duduk di bangku Sekolah Dasar.Inilah yang kita sedihkan,bila orang tua bercerai. Bagaimanapun anak akan menjadi korban, kalau sama mamaknya dia akan mendapat ayah tiri, kalau sama ayahnya dia tinggal akan mendapatkan mamak tiri”ujarnya.

Dari Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan sendiri terus berupaya dan memediasi bila ada kasus permohonan cerai dan gugatan cerai,supaya perceraian itu tidak terjadi.( R. Idham).

loading...

Komentar Facebook

Related Posts