Madinapos.com – Panyabungan.
Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid -19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal telah mengumumkan menunda 4 tahapan kegiatan pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal Tahun 2020 sebagaimana tertuang dalam pengumuman No. 491/2020 berdasarkan SK KPU Madina No.490/2020. Keputusan ini diambil setelah KPU RI mengeluarkan keputusan No.179/2020.
Adapun 4 tahapan yang Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati
Mandailing Natal Tahun 2O2O yang ditunda terdiri dari : l. Masa Kerja Panitia Pemungutan Suara (PPS); 2. Verifikasi Syarat Dukungan Calon Perseorangan, 3. Pembentukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih dan 4. Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
Ketua KPU Madina Fadilah Syarif, SH mengatakan bahwa KPU Madina mengambil keputusan mengumumkan penundaan tahapan setelah diterbitkannya keputusan dari KPU RI,” setelah adanya keputusan dari KPU RI maka KPU Madina meneruskannya dengan mengumumkan penundaan 4 tahapan tersebut”, ungkapnya di Panyabungan Rabu (25/3) malam.
Menjawab pertanyaan media ini kepada Ketua KPU Madina apakah kemungkinan akhirnya akan dilakukan penundaan Pilkada 2020, mengingat 4 tahapan yang dimaksud merupakan tahapan penting dalam pelaksanaan Pilkada 2020 seperti Coklit Pemilih yang membutuhkan waktu. Alumni Fakultas Hukum UISU ini mengatakan bahwa pada dasarnya KPU Madina hanya menjalankan regulasi dari KPU RI.
“Sampai saat ini kami belum melihat kearah penundaan Pilkada 2020 secara keseluruhan, karena 4 tahapan yang ditunda masih dapat dilakukan pemadatan jadwal kerja yang nantinya berdasarkan petunjuk dari KPU RI melalui PKPU, jadi pada dasarnya KPU Madina hanya mengikuti petunjuk dari KPU RI”, lanjutnya.
Sementara M. Yasin salah seorang Kader PDI Perjuangan Madina yang juga Ketua BMI Madina mengatakan sangat mendukung sikap penundaan tahapan yang telah diumumkan KPU Madina tersebut,” kita juga harus mewaspadai berjangkitnya Covid-19 ini, tentunya KPU melihat seperti pada tahapan pemutahiran data pemilih akan rentan karena terlalu banyak kunjungan atau pertemuan, saya pikir penundaan langkah tepat dan selanjutnya kita berdoa semoga masalah Covid-19 terselesaikan dan Pilkada Madina 2020 tahapannya dapat dilanjutkan”, katanya.(Alq)