Kategori
Wisata

Melawan Lupa,  Rumah Mantan Gubernur Sumut ke 6 Raja Junjungan Lubis, Terabaikan

Madinapos.com – Panyabungan.

Melawan lupa, Miris Melihat Kondisi Rumah Mantan Gubernur Sumut Ke 6, Raja Junjungan Lubis yang berada Di Desa Huta Godang Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tidak terawat dan kondisinya sudah lapuk dan reot sehingga dikhawatirkan jika tidak ditangani dengan cepat akan rubuh. Seharusnya rumah yang juga dikenal sebagai Adat Marga Lubis ini dijadikan Cagar Budaya Daerah yang berisikan perjalanan sejarah para tokoh dan wilayah ini untuk dikenang hingga anak cucu.

Pantauan Wartawan Madinapos Senin (9/9) lalu dan diposting hari ini Jumat (13/9) tampak bangunan beratap ijuk dengan motif tradisional ini memiliki nilai artistik tinggi dengan lahan pekarangan yang luas serta diiringi nuansa hawa perbukitan yang sejuk,  sangat cocok dijadikan destinasi wisata budaya dan sejarah khususnya peziarah marga lubis. Apalagi rumah mantan orang nomor 1 di Sumut ini berada dipinggir jalan Ulu Pungkut dan tidak jauh dari Jalur Lintas Sumatera Utara.

Onggara Lubis, cucu ke 4 dari Raja Junnjungan Lubis yang ditemui. media ini menceritakan bahwa Bagas Godang atau Rumah Adat ini merupakan rumah tempat lahir Opung Raja Jungjungan Lubis Yang Pernah Menjabat Sebagai Gubernur Sumatera Utara yang Ke 6,” Sayang rumah Ini sudah 2 kali tertimpa musibah kebakaran sehingga hilang sebagian motif keaslian Bagas Godang Warisan Opung kami itu”, paparnya.

Sambil menceritakan bahwa dulu diriwayatkan keluarganya bawah bagas godang ini memiliki tiang utama kayu sebesar lingkar roda pedati namun telah hancur,”Sejak peristiwa kebakaran itu rumah ini rusak berat dan dibangun kembali pada tahun 1922, namun setelah itu Bagas Godang ini tidak pernah lagi diperbaiki sehingga tampak kondisinya sekarang  seperti ini, Misal, tiangnya lapuk, atap rusak hingga lantai dan dinding juga sudah rusak”, ungkap Onggara yang juga dikenal sebagai Ketua KNPI Madina.

Onggara menuturkan sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara Dan Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI dapat mengalokasikan anggaran untuk perbaikan Cagar Budaya ini,” kita hanya meminta agar Bagas Godang Huta Godang Ulu Pungkut ini dapat segera diperbaiki kembali dan menjadi kebanggan sebagai warisan sejarah bernilai tinggi bagi anak cucu kita kelak”, sebut pria yang murah senyum ini menutup ceritanya. (Syahren)

Kategori
Peristiwa

Naposo Nauli Bulung IKANAS Serahkan Bantuan Untuk Bencana Madina

Madinapos. com – Ulu Pungkut.

Bantuan terhadap korban bencana alam banjir bandang di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut dan Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal terus mengalir.  Kali ini Kelompok Pemuda yang bernaung dalam Organisasi Naposo Nauli Bulung (NNB)  Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) Dohot Anak Boruna menyalurkan bantuan kepada korban bencana banjir di Madina.

Ketua NNB Sumut Ridho Nasution menyampaikan pemuda Ikanas terpanggil untuk dapat berbagi dengan saudara-saudara kita yang terkena dampak musibah banjir bandang di Kabupaten Madina yang telah menimbulkan banyak korban jiwa dan hancurnya rumah warga dan prasarana umum.

” Pemberian bantuan ini segaja kita laksanakan pada momen di Hari Sumpah Pemuda ke 90 tahun, di hari sumpah pemuda betapa pentingnya kita menjaga persatuan dan kesatuan bangsa”, ungkapnya di Madina Minggu (28/10).

Ridho juga menyampaikan bahwa bantuan tersebut langsung diserahkan ke posko induk logistik yakni di Kecamatan Ulu Pungkut dan Kecamatan Natal. “Pemuda Ikanas ini mengharapkan kiranya bantuan yang diberikan dapat meringankan beban serta bermanfaat bagi semua, selain itu saya juga berharap  warga yang kena musibah agar  tabah dan sabar menjalaninya serta dapat kita mendekatkan diri pada sang pencipta”, akhirnya. (Syahren)

Kategori
Berita Daerah

IKANAS Bantu Korban Banjir Mandailing Natal

Madinapos.com – Ulu Pungkut

Bantuan perantau dari Jakarta yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Marga Nasution (IKANAS) senilai Rp. 16.500.000,- (enam belas juta lima ratus ribu rupiah) telah diserahkan di daerah bencana banjir bandang Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Jum’at (19/10/2018) siang.

Camat Ulu Pungkut M Johan Lubis didampingi Kepala Desa Muara Saladi Syahruddin pun mengucapkan terimakasih atas kepedulian perantau yang tergabung dalam IKANAS. Penyerahan bantuan ini dipercayakan IKANAS melalui Ketua LBH AL-AMIN Madina M Amin Nasution SH,MH.

Penyerahan bantuan IKANAS ini pun sempat live video streaming WhatsApp dengan Sekjen DPP IKANAS Fahri Nasution dari Jakarta (19/10/2018). Putra kelahiran Desa Kayu Laut ini pun menyampaikan via WA dihadapan warga bahwa sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian antar sesama masyarakat Madina kepada korban bencana yang saat ini tertimpa musibah.

Fahri Nasution dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa bantuan lain dari DPP IKANAS Jakarta pun sedang dalam perjalanan. IKANAS sebelumnya telah menyerahkan bantuan kepada korban bencana di wilayah pantai barat dan hari ini di wilayah Kecamatan Ulu Pungkut, Jum’at (19/10/2018).

Pantauan, pasca terjadinya bencana banjir bandang di Desa Muara Saladi pada Jum’at (12/10/2018) yang lalu, telah berdiri beberapa posko bantuan di desa tersebut dan di wilayah lokasi pengungsian Kelurahan Huta Pungkut Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Madina Provinsi Sumut. Bantuan dari segala penjuru pun telah berdatangan salah satunya dari IKANAS.

Melalui info BPBD Madina, Bencana alam banjir dan longsor telah melanda di 15 Kecamatan di Kabupaten Madina Provinsi Sumatera Utara, mulai Kamis (11/10/2018) pukul 23.30 WIB lalu, menyebabkan korban jiwa, luka berat, dan mengungsi. Sebagian besar infrastruktur  rusak, demikian juga dengan rumah para korban dan fasilitas umum.

Aksi tanggap bencana alam bagi korban bencana banjir dan longsor telah dilakukan pada tanggal 12 s/d 18 Oktober 2018 dan diperpanjang dari tanggal 19 s/d 25 Oktober 2018.

Sebagai informasi, Banjir bandang yang menerjang Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Jumat sore (12/8/2018) lalu menewaskan 12 orang anak sekolah.

Dijelaskan Kades Muara Saladi, selain korban jiwa, ada 13 rumah warga yang hanyut akibat banjir bandang tersebut, ditambah 7 unit rumah rusak berat dan 6 unit rumah rusak ringan. Demikian juga fasilitas umum berupa gedung SD rusak berat, Polindes hanyut, gudang PKK rusak berat, MCK Masjid dan MCK Wanita.

Adapun nama nama warga yang rumahnya hanyut adalah Imbalo, Arifin, Awal, Tohar, Sampe, Nurliana, Totop, Erwin, Muhammad, Muhammad Aswin, Fajaruddin, Nuhdin dan Salman.

Sedangkan nama warga yang rumahnya mengalami rusak berat adalah Aziz, Norma, Ruslan, Edi Syahputra, Ali Muktar, Arsalan dan Tiarni. Untuk rumah warga Desa Muara Saladi yang mengalami kerusakan ringan adalah Seiir, Rasimah, Rosmina, Sahrul, Salamat dan Bangun.

Dalam kesempatan itu, Ketua LBH AL-AMIN Amin Nasution, SH, MH., yang dipercayakan oleh pihak DPP IKANAS untuk menyalurkan bantuan perantau, tampak fhoto bersama dengan panitia posko penerimaan bantuan bencana di Kelurahan Huta Pungkut melakukan penandatanganan berita acara serah terima bantuan banjir yang disaksikan dua orang pengurus LBH AL-AMIN Amril Lubis dan Rois Batubara, Camat Ulu Pungkut M Johan Lubis serta Kades Muara Saladi Syahruddin.(Syahren).

Kategori
Berita Daerah

Boby Nasution Kunjungi Korban Bencana Madina

Madinapos.com – Ulu Pungkut.

Musibah Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang terjadi di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Madina menyentuh hampir seluruh elemen masyarakat Sumatera Utara khususnya dan Indonesia secara keseluruhan. Musibah ini juga kemudian menyentuh hati menantu Presiden Joko Widodo, Boby Nasution dan Keluarga hingga hari ini Kamis (18/10) Boby dan Pamannya Erwan Nasution serta rombongan dari Medan mengunjungi Posko Pengungsian di Kantor Camat Ulu Pungkut Kabupaten Madina.

Turut serta juga dalam rombongan tersebut Anggota DPRD Propinsi Burhanuddin Siregar serta beberapa anggota rombongan lainnya dari Sumatera Utara.

Bupati Madina yang didampingi oleh  Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kunjungan keluarga Boby Nasution dan keluarga.

“Ini membuktikan bahwa kita semua bersaudara, duka saudara kami adalah duka kita semua dan kehadiran Adinda Boby tentunya menjadi pesan penting buat rekonstruksi pasca banjir kedepannya”, Kata Bupati.

Sementara itu Boby Nasution dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangan ke Madina terutama ke lokasi bencana adalah bentuk dari rasa persaudaraan dan kecintaannya kepada kampung halaman.

“Sebelumnya saya juga sempat ditanya oleh Mertua saya yang kebetulan Presiden RI tentang keadaan dikampung dan tentunya juga sebagai putra daerah saya punya tanggung jawab moril untuk saudara-saudara saya ini”. Jelas Boby

Di akhir kunjungan Boby dan keluarga menyerahkan paket bantuan sebanyak 2 Truck yang sementara di titipkan di Polsek Kotanopan. Boby juga sempat makan siang siang bersama dengan para pengungsi dan Muspida dengan menu mie Instan seadanya.(Erwin)

Kategori
Berita Daerah

BRI Peduli Bencana Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Mandailing Natal

Madinapos.com – Ulu Pungkut.

Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Cabang Panyabungan tunjukkan rasa kepedulian kepada sesama khususnya dengan menyalurkan bantuan bagi mereka yang telah menjadi korban banjir bandang di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut beberapa waktu yang lalu dan beberapa wilayah terdampak bencana alam di Kabupaten Mandailing Natal.

Pimpinan BRI Cabang Panyabungan David A Saxono menyerahkan langsung bantuan tersebut berupa sembako dan sejumlah uang kepada Posko Tanggap Bencana yang diterima Camat Ulu Pungkut mewakili warga korban terdampak banjir bandang di Desa Muara Saladi dan disaksikan Kepala desa dan relawan.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Kepala Unit Kotanopan Mahfudi, ibu David, Ketua IwaBRI Dina Eka dan beberapa pegawai Bank BRI lainnya, Rabu (17/10/2018).

David A Saxono mengatakan bantuan yang diserahkan pada hari ini adalah hasil kerjasama dengan tim serta rekanan bisnis Bank BRI, yakni:
1). Bantuan dari Yayasan Baitulmal YBM BRI Kantor Wilayah Medan
berupa 80 paket Survival Kit dan Sembako senilai Rp.300.000,- total Rp.24.0000.000,- 2). Dana Bina Lingkungan untuk tanggap darurat bencana berupa 100 potong selimut 21 kasur, Untuk desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut dan Paket Sembako untuk Wilayah Natal (Patiluban Hilir, Kampung Sawah) senilai total Rp.25.000.000,- khusus untuk bantuan ini di serahkan oleh Kepala Unit Natal Bpk.Budi Azhari Pasaribu dan rekan rekan.

3). Ikatan Wanita BRI (Iwabri) BRI Kanca Panyabungan berupa sembako, Pakaian Layak pakai, obat obatan, mainan anak anak. Bantuan diserahkan oleh Ibu David Ardityo Saxono didampingi Ketua Iwabri. 4).Paguyuban Agen BRILINK GORDANG SAMBILAN berupa uang tunai Rp.1.600.000,- bantuan diserahkan oleh saudara Rijal selaku Ketua Paguyuban. 5. Pekerja BRI Kanca Panyabungan uang tunai senilai Rp.3.470.000,-

Selain di Kecamatan Ulu Pungkut,  hari ini juga diserahkan bantuan untuk Desa Sikara – kara IV Kecamatan Natal melalui unit kita disana sebagai bentuk kepedulian Bank BRI kepada warga yang saat ini terkena bencana alam di beberapa tempat wilayah Kabupaten Mandailing Natal.

”Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana banjir bandang di Mandailing Natal “tutur David.

Sementara itu, Anwar Anas Relawan Posko Induk menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bank BRI yang begitu peduli terhadap korban bencana alam di daerahnya, ”Bantuan yang diberikan sangat berharga bagi warga karena saat ini warga benar-benar membutuhkan sembako dan bahan makanan, Bank BRI begitu peduli pada korban bencana alam di Madina dan kami turut doakan semoga kedepan Bank BRI semakin jaya dan semakin berkembang”, katanya.  (Syahren)

Kategori
Berita Daerah

Gubernur Edy Bahas Rencana Membangun SMK Perkebunan di Ulu Pungkut

Madinapos. com – Ulu Pungkut.

Setali tiga uang, kunjungan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi disempatkan meninjau lokasi sekolah (madrasah) yang terkena dampak banjir bandang di Madina. Bahkan dari pertemuan di lapangan, dirinya berjanji akan berupaya membangun sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Ulu Pungkut, Senin (15/10) sore.

Selain memantau sekaligus menggelar pertemuan di lapangan untuk tindak lanjut penanganan pasca banjir bandang, Gubernur pun turut menyahuti aspirasi masyarakat yang menginginkan didirikannya sekolah menengah kejuruan (SMK) di kecamatan tersebut. Didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan Kadis Pendidikan Sumut Arsyad Lubis dan Kadishut Harlen Purba,  Edy pun langsung mencari jalan agar penyediaan lahan di tempat itu difasilitasi oleh pemerintah setempat.

“Sekarang mau dirikan sekolah (SMK) perkebunan. Kita akan upayakan mencari lahan di kecamatan ini. Kalau memang tersedia, kita akan siapkan. Itu janji saya,” sebut Gubernur.

Dirinya melihat bahwa kawasan perkampungan di tengah hutan lebat di Madina tersebut merupakan potensi yang harus dimanfaatkan tanpa harus merusak alam seperti pembalakan liar. Karena itu menurutnya, sudah perlu dibangun satu sekolah di kecamatan ini, mengingat belum ada SMK yang kini menjadi kewenangan dari pemerintah provinsi (Pemprov).

Usai menyetujui rencana tersebut, Edy pun langsung mencari dan menghubungi tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk penggunaan lahan pembangunan sekolah dimaksud. Mengingat di Desa itu, akan taati ulayat/adat dan hutan lindung milik negara, juga ada tanah milik warga. Karenanya ia langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kita nanti lihat dan pastikan, dimana lahan di kecamatan ini yang bisa dibangunkan sekolah. Sekitar 1,5 hektar sudah bisa,” katanya.

Pun begitu, Edy juga meminta agar pemilihan lahan untuk membangun sekolah tersebut, dipastikan tidak berada di lokasi yang rawan seperti tingkat kemiringan dan posisi dengan tebing. “Kita minta siapkan tempatnya, kalau memang bisa kita akan bangun,” pungkasnya, sambil berjalan ke lokasi pengungsian korban banjir bandang di Madina. (**)

Sumber : humas. sumutprov. go. id **
Editor : alqaf

Kategori
Berita Daerah

Gubsu : Kita Semua Prihatin, Karena Tidak Ada Semua Orang Menghendaki Kejadian Ini

Madinapos. com – Ulu Pungkut.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi meninjau lokasi terdampak bencana banjir bandang, di Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut Mandailing Natal (Madina), yang terjadi Jumat (12/10) lalu Senin (15/10). Dihadapan warga dipengungsian,  Gubsu menyampaikan rasa prihatinnya karena tidak ada semua orang yang menghendaki kejadian seperti ini.

Sebelumnya, Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dan sejumlah Pimpinan OPD Pemprov Sumut, pejabat setempat serta perwakilan pemerintah pusat, langsung turun melihat kondisi di lokasi terdampak bencana. Dari reruntuhan rumah dan sempadan sungai, terlihat sisa banjir seperti beberapa kayu besar yang melintang di badan jalan, terus di evakuasi. Petugas TNI/Polri dan Basarnas nampak menggunakan sejumlah peralatan berat dibantu relawan lainnya.

Kepada 75 KK warga terdampak banjir Gubsu Edy menyampaikan bahwa tempat tinggal yang sudah kena musibah dihantam banjir bandang sudah tidak mungkin ditempati lagi karena lambat laun khawatir itu akan terjadi lagi,” maka saya mengusulkan agar dipindahkan lokasi baru dan Bupati yang nantinya akan mencarikan lokasinya bekerjasama dengan Dinas Provinsi,  Polres dan Dandim,  apakah bapak ibu setuju ?”, kata Gubsu yang dijawab serentak setuju oleh warga.

Selanjutnya Gubsu menyerahkan bantuan berupa perlengkapan sekolah untuk belasan anak yang selamat dari musibah, berikut santunan untuk para orang tuanya. Setelah itu, Edy pun memimpin seluruh warga yang hadir di pengungsian untuk memanjatkan doa dan membaca AlFatihah untuk korban meninggal. (Syahren)

Kategori
Pendidikan

HM-Madina Jakarta Galang Dana Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor Mandailing Natal

Madinapos.com – Jakarta.

Mahasiswa Perguruan Tinggi se Jakarta yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal Jakarta ( HM-MADINA Jakarta) serentak menggelar penggalanan dana untuk membantu meringankan beban korban banjir bandang dan tanah longsor di Daerah Kabupaten Mandailing Natal .

Kegiatan penggalangan dana tersebut berlangsung sejak tanggal 14 hingga 15 Oktober 2018 ini dilakukan di beberapa titik fasilitas umum, seperti di jalan raya Jakarta – Bogor, lampu merah Gaplek , lampu merah Lebak Bulus dan lampu merah Fatmawati.

Ketua HM-Madina Jakarta Hariri Lubis mengatakan, penggalangan dana dilakukan untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir bandang dan tanah longsor di kampung halaman Mandailing Natal,” kiranya kita senatiasa dapat bersabar menghadapi musibah yang terjadi ini serta dapat melakukan aktifitas kembali dengan semangat yang baru”, ungkapnya Senin (15/10/2018).

” Kegiatan ini turut bekerjasama dengan DPP IKANAS, agar nanti dalam penyaluran dana lebih terencana dan kena di titik yang lebih memerlukan bantuan”, ungkap Hariri kembali.

Selanjutnya, Ali Imran Batubara selaku ketua pelaksana Pengalangan Dana Himpunan Mahasiswa Mandailing Natal Jakarta ( HM-MADINA Jakarta) mengatakan sebagai mahasiswa asal Madina harus turut membantu kegiatan seperti ini, “kami mengajak kawan kawan organisasi mahasiswa merasa harus turut andil untuk membantu saudara-saudara yang ada di daerah Mandailing Natal”, katanya (S.Syahren)

Kategori
Peristiwa

Lelehan Lumpur Tebal Genangi Jalan Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut

Madinapos. com – Ulu Pungkut.

Jalan utama yang menghubungkan antara Desa Patuhajang dan Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sempat lumpuh akibat turunnya lumpur kental setebal 40 cm-an Senin (15/10/2018) malam. Lelehan lumpur yang menggenangi jalan ini terjadi setelah belum beberapa lama rombongan Gubsu melewati jalan tersebut.

Menurut saksi mata, Ismail Dalimunthe yang saat itu pulang bertugas mengawal kunjungan Gubernur Sumatera Utara di Desa Muara Saladi mengatakan, lelehan lumpur tersebut turun hampir mengenai mobil yang mereka tumpangi. “Tadi jaraknya sekitar 3 meter air bercampur lumpur tersebut dari mobil kami, syukur cepat di rem dan langsung mundur ke belakang,” ungkap Ismail yang bertugas di Satpol PP Madina ke awak media yang hendak kembali menuju ke kota Panyabungan di lokasi.

Pantauan, genangan air yang disertai lumpur tersebut mengakibatkan malam tadi sejumlah kendaraan sempat macet total dari Desa Muara Saladi yang ingin balik ke arah Kota Panyabungan dikarenakan jalur utama tersebut digenangi lumpur tebal..

Menyikapi hal tersebut, Bupati Madina Drs Dahlan Hasan Nasution yang saat itu menemani Gubsu Edy Rahmayadi bermalam bersama pengungsi di Kelurahan Hutagodang Kecamatan Ulu Pungkut, turun meninjau dan memerintahkan Dinas PU Madina segera melakukan pembersihan dengan alat berat malam itu juga sehingga arus lancar kembali.

Sebelumnya, Bupati Madina mendampingi Gubsu Edy Rahmayadi bersama rombongan Pemprovsu dan sejumlah pejabat lainnya, Senin siang (15/10/2018) melakukan peninjauan lokasi terdampak banjir bandang di Desa Muara Saladi yang menelan 12 korban jiwa dan melakukan kunjungan ke tenda pengungsian di Desa Hutagodang, sembari memberikan semangat dan bantuan kepada para korban bencana alam di wilayah Kecamatan Ulu Pungkut tersebut.(Syahren)

Kategori
Peristiwa

Begini Kondisi Terakhir, Pasca Banjir Bandang Menghantam Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut

Madinapos.com – Ulu Pungkut.

Banjir bandang yang datang nya tiba-tiba menghantam Desa Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut Jum’at (12/10/2018) tengah malam membawa duka yang sangat mendalam bagi warga desa itu. Begini kondisi terakhir Liputan Madina Pos di lokasi tersebut pagi ini Saptu (13/10)

Muhammad Arapat,  Relawan Lokal asal Kecamatan Kotanopan yang ikut berpartisipasi melakukan bantuan dilokasi menyampaikan kondisi terakhir, ” diperkirakan lebih 20 rumah hancur disapu terjangan air bandang dan Santri MDA setempat berjumlah 29 orang,  6 selamat 21 orang meninggal dan 2 orang masih dalam pencarian”, katanya Saptu (13/10/2018).

Sementara itu pihak BPBD dan Humas Pemkab Madina sangat sulit dihubungi atau dijumpai awak media untuk meminta konfirmasi kepastian data resmi jumlah korban dan rumah yang hancur akibat banjir bandang di Desa Muara Saladi ini. (Syahren)