Kategori
Desa Kita

Jalan Rabat Beton 140 Meter Desa Rantobi, Dana Desa T.A 2018 Selesai Dikerjakan

Madinapos.com – Batang Natal.

Jalan Rabat Beton sepanjang 140 Meter di Desa Rantobi Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara, Sumber Dana Desa Tahun 2018 selesai  dikerjakan bersamaan dengan pengerjaan dek beton untuk Lapangan Sepak Bola.

Irhan Nasution,  Kaur Pemerintahan Desa Rantobi mengatakan bahwa untuk pengerjaan yang bersumber dari Dana Desa Tahun 2018 di Desa Rantobi di fokuskan pada dua tempat yang dimulai pengerjaan (30/6) dan selesai pada (8/07/2018) ini.

” Pertama, di dusun Batu Marsaong pengerjaan jalan rabat beton sepanjang 140 meter dengan lebar 1,5 meter dan yang satu lagi di dusun Simarrobu yakni dek beton lapangan sepak bola setempat”, ungkapnya, di Rantobi Saptu (7/7/2018)

Sementara itu, Kades Rantobi Hendra Nasution mengharapkan agar semua masyarakat dapat bergadengan tangan,” program Dana Desa akan mengikis kesenjangan pembangunan, sehingga pemerataan itu dapat terwujud”, ungkapnya.(Taupik Nasution)

Kategori
Berita Daerah

Rakernis Pengawas TPS Pilgubsu 2018 Tiga Kecamatan Berlangsung Sukses

Madinapos.com – Lingga Bayu.

Acara Rapat Kerja Tehnis (Rakernis) dari Tiga Kecamatan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2018 yang di selenggarakan di Aula Kantor Camat Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara Senin (25/6) berlangsung sukses.

Acara tersebut dihadiri Ketua Panwas Lingga Bayu Abd. Hadi Lubis, Ranto Baek Gundur Pulungan dan Batang Natal Andi Syahputra. Komisioner Panwas Madina Hendri, S.Sos, Kapolsek Lingga Bayu, Danramil 16 Bt. Natal dan unsur lainnya.

Gundur Pulungan kepada Madina Pos, mengatakan Rapat Tehnis ini bertujuan pembekalan kepada Pengawas TPS di Tiga Kecamatan sekaligus,”dengan harapan saat Rabu 27 Juni 2018 nanti, pelaksanaan pemungutan suara di TPS berlangsung aman, tertib dan lancar sehingga tercipta Pilgubsu yang berkwalitas”, ungkapnya.

Kapolsek Lingga Bayu AKP. Binsar HS, SH melalui Kanit.Prov Polsek Lingga Bayu Bripka HM. Siregar menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini,” kami sangat mendukung sepenuhnya agar pelaksanaan Pilgubsu 2018 ini berjalan sukses dan kondusif”, ungkapnya senada juga disampaikan Danramil 16 Batang Natal mewakili Pelda. M. Arifin.(Taupik Nasution).

Kategori
Pendidikan

Ikatan Mahasiswa Batang Natal, Gelar Seminar Dan Pengabdian

Madinapos.com – Batang Natal

Ikatan Mahasiswa Batang Natal (IMBN) Madina gelar Seminar Pendidikan, Penelitian Dan Pengabdian di Aula Kantor Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, Saptu (7/4)

Acara yang juga mengundang sejumlah Siswa Siswi Lanjutan Atas yang akan melanjutkan pendidikan kejenjang perkuliahan ini juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan ormas.

Erisandi Ketua AMPI Batang Natal menyampaikan rasa apresiasinya atas penyelenggaraan acara yang dimotori mahasiswa asal Batang Natal ini, sekaligus memberikan motivasi kepada siswa siswi yang hadir agar dapat melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi “kecamatan Batang Natal butuh SDM yang berkualitas dari adinda semuanya” ucapnya.

Erisandi juga menyoroti masalah Narkoba saat ini yang sering menjerat generasi muda dan berharap peran aktif bersama dalam usaha pemberantasan narkoba ” tingkatkan prestasimu dan jauhi narkoba” ungkapnya.

Sementara itu, Moratua Hasibuan Ketua Ikatan Mahasiswa Batang Natal (IMBN) mengatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi siswa siswi lanjutan tingkat akhir untuk membantu mereka memasuki dunia perkuliahan “siap memfasilitasi adik adik sekalian yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi, baik melalui relasi beasiswa daerah maupun program bidik misi” ungkapnya.

Hadir pada acara tersebut, mewakili Dinas Sosial Madina, KUPT Batang Natal, Kapus Btg Natal, OKP dan Organisasi Mahasiswa, Tenaga Pendidik dan undangan lainnya, sementara dari pihak kecamatan tidak terlihat pada acara tersebut. (Taupik Nasution)

Kategori
Peristiwa

Banjir Menggenangi Badan Jalan Natal Batang Natal

Madinapos.com – Natal

Hujan satu hari saja, Sungai Batang Natal meluap dan menutupi badan jalan Natal Batang Natal setinggi pinggang orang dewasa di Desa Perbatasan Kecamatan Lingga Bayu, Desa Balimbing dan Desa Patiluban Hilir Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Dari liputan Madina Pos, selain badan jalan utama antar kecamatan ini yang sudah tertutupi air berwarna coklat, genangan air banjir juga merendam sawah dan ladang warga. Banjir juga akan menghambat perjalanan warga padahal hari ini adalah Pekan Selasa di Kecamatan Natal dan warga akan kesulitan melalui badan jalan ini.

Firman warga setempat mengatakan “banjirnya mulai tadi malam Senin (26/3) malam sekitar pukul 22.00 wib dengan kedalaman sepinggang orang dewasa” ungkap Firman yang mengaku bekerja disalah satu perusahaan finance ini terpaksa tidak jadi berangkat kerja ke Sinunukan karena badan jalan sudah tertutupi genangan banjir, di Natal Selasa (27/3).

Mhd. Razali, Ketua BPD Desa Bonda Kase Kecamatan Natal mengatakan “ini sudah langganan setiap musim penghujan tiba, seingatnya sudah pernah juga di sampaikan pada saat Musrenbang Tingkat Kecamatan agar dicarikan solusinya” ungkap Ketua BPD ini.

Dari pantauan dilokasi genangan banjir, warga banyak juga yang nekat menyeberang dengan berjalan kaki atau menumpang mengunakan truk barang untuk sekedar dapat melalui jalan ini, sementara banjir belum surut dan diharapkan tidak turun hujan lanjutan dihulu sungai. (adnan).

Kategori
Berita Daerah

Muspika Batang Natal Nyatakan Siap Mendukung Penanganan Konflik Harimau Sumatera

Madina Pos – Madina

Muspika Kecamatan Batang Natal menyatakan siap mendukung dan memberikan segala sumber daya yang diperlukan untuk penanganan konflik Harimau Sumatera serta tindakan antisipasi lanjutannya. Demikian disampaikan Danramil Kecamatan Batang Natal Slamet dalam Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Satwa Liar khususnya Harimau Sumatera di Aula Polres Mandailing Natal, Sumatera Utara, Senin, (19/03) lalu.

“Seluruh instrument pemangku kebijakan di Batang Natal yaitu Danramil, Kapolsek, Camat dan instrument lainnya siap memberikan segala daya dan upaya sebagai komitment memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat” ungkapnya.

Camat Batang Natal Lion Nasution menyampaikan untuk penanganan konflik Satwa Liar yang terjadi akhir ini sangat menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Batang Natal. “ Nyaris tak ada waktu yang sia sia buat kami untuk terus memastikan rasa aman dan nyaman di masyarakat, ungkapnya.

Kapolsek Batang Natal A. H Daulay menyampaikan betapa pentingnya kehadiran BKSDA dalam penanganan konflik Satwa Liar ” BKSDA menjadi pihak yang mempunyai tanggung jawab secara teknis” ungkap Kapolsek.

Kapolsek juga mengharapkan keseriusan BKSDA untuk penanganan Satwa Liar ini, “ kita bisa mulai dari sosialisasi dan edukasi tentang Satwa Liar serta tata cara Pengusiran dari wilayah permukiman, penghalauan ke habitatnya atau hal-hal lain yang dapat memastikan rasa nyaman kepada masyarakat” Harap Kapolsek.

Darmawan dari BKSDA menyampaikan bahwa wilayah kerja BKSDA meliputi 13 Kabupaten di seluruh Sumatera Utara, dan bahkan di Kabupaten Mandailing Natal belum ada personil dilapangan. Terkait banyaknya keluhan tentang lambannya kerja BKSDA tentunya itu sangat dipengaruhi oleh keterbatasan personil, aksebilitas dan petugas lapangan.

Hadir dalam Rapat Koordinasi Sekda Madina Drs. M. Syafei Lubis, MM, Wakapolres Madina Tongku Bosar Pane, Camat Tambangan Drs. Partahian Pohan, Camat Kotanopan Kholil, Camat Batang Natal Lion Nasution, BKSDA, TNBG, Kapolsek Kotanopan dan Batang Natal, Danramil Batang Natal, kepala Desa Bangkelang, Kades Tombang Kaluang, Perwakilan Warga dari Seberang Batang Gadis Tambangan, KPH 8 Dinas Kehutanan. (erwin)

Kategori
Desa Kita

Desa Ampung Julu Kec. Batang Natal, Bangun Jalan Sepanjang 360 M

Madinapos.com – Batang Natal

Dana Desa Tahun 2017  yang dikucurkan pemerintah pusat, bagi Desa Ampung Julu Kecamatan Batang Natal, Madina Sumatera Utara sebahagian dipergunakan untuk pembangunan Jalan utama di desa tersebut.

Kepala Desa Ampung Julu, Hafisuddin menyampaikan, Dana Desa Tahun 2017 telah dipergunakan untuk “pembangunan jalan utama desa, dengan volume panjang 360 meter, selain jalan utama desa, ada juga jalan sentra usaha tani di dua titik, gedung paud, pelatihan adat budaya yaitu (markobar) pelatihan nasid dan sebagainya” ungkap Hafisuddin, Ampung Julu, Selasa (20/3).

Syarifuddin, warga Desa Ampung Julu mengatakan, penduduk desa ini 254 kk dan memiliki lahan perkebunan karet yang cukup luas, kini telah menikmati dana desa yang di kucurkan pemerintah, dengan adanya dana desa ini, kita terus berbenah mengejar ketertinggalan, ungkapnya.

Damli lubis, warga Desa Ampung Julu juga menuturkan “dengan adanya anggaran dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat, masyarakat sudah dapat menikmati manfaatnya, selain pembangunan jalan utama desa yang kini sudah selesai dan menjadi akses andalan masyarakat” ungkapnya.

“Dulu, kami petani karet sangat kesulitan untuk angkut hasil pertanian, perlu adanya biaya transportasi, jangankan untuk angkuta sepeda motor jalan kaki aja susah” sebut Damli

“Alhamdulillah, dengan adanya dana desa, sekarang jalan ke desa kami cukup mudah dan sudah bisa dilalui mobil roda empat” sebut Damli Lubis. (Syahren).

Kategori
Madina Bisnis

Musim Panen Petai, Harga Bertahan Rp.10 Ribuan Perkuntum

Madinapos.com – Tarlola

Siapa yang tak kenal petai (pete ) atau pote kata orang Mandailing, salah satu tambahan menu makanan gulai atau sambal, bisa juga direbus atau dimakan mentah dengan aroma khas menyerupai jengkol dan memiliki banyak pengemarya sebagai penambah selera makan.

Saat ini, di Kecamatan Batang Natal sedang panen petai, ungkap salah seorang petani bernama Riswan yang kebetulan lewat di sebuah jalan di Talola Kabupaten Madina, Sumut dengan membawa petai hasil panennya dengan sepeda motor, Tarlola, Selasa (20/3).

“memang petai saat ini sedang musim panen tapi karena permintaan sangat banyak maka harganya bertahan dikisaran Rp. 10 ribuan, setiap kuntumnya (satu ikat 10 papan)” ungkap Riswan.

“untuk menjaga harga dipasaran, saat ini petani tidak serentak panennya, jadi bergiliran panen dan membawa kepasar terdekat, sehingga harga bisa bertahan di musim panen ini” ungkap Riswan.

Menurut Riswan, jumlah panen itu sangat tergantung dari pohon petaimya sendiri, ” untuk pohon yang sudah berusia tua dan lebat, bisa sekali panen mencapai 5-7 jutaan tapi kalau pohon masih muda hanya berkisar 3 jutaan” ungkap Riswan.

Hal senada dikatakan Rustam, bahwa jenis komoditi ini sekarang banyak dicari pedagang pengumpul ” contohnya, pengumpul dari luar daerah saat ini sudah mau masuk kedesa-desa untuk mencari langsung ke petani petainya untuk dibawanya kedaerah lain” ungkapnya.

“meskipun saat ini sedang musim panen petai, harga tetap bertahan Rp. 10 ribu satu ikat berisi 10 papan, dikarenakan banyaknya pedagang yang membeli maka harga bertahan” ungkapnya.(Syahren)

Kategori
Peristiwa

Berakhir Sudah, Harimau Yang Meresahkan Warga Batang Natal

Madinapos.con. Batang Natal

Harimau Liar yang belakangan meresahkan warga Batang Natal telah berakhir dengan tertangkap dan akhirnya mati setelah berhasil mencuri 3 ekor ayam milik  warga Desa Bangkelang Kecamatan Batang  Natal, Kabupaten Madina.

Peristiwa itu terjadi pada hari Minggu (4/3) subuh di Desa Bangkelang.Hari naas bagi harimau liar tersebut bertepatan terlihat oleh warga sedang bersembunyi dibawah kolong rumah salah seorang warga lainnya habis makan ayam kampung tiga ekor.

Kades Bangkelang yang dihubungi via telp. membenarkan matinya harimau itu ” benar pak, awalnya harimau tersebut mencuri ayam warga tiga ekor dimakan dibawah kolong rumah warga lainnya” ungkapnya.Minggu (4/3) siang.

“Dalam  suasana pagi subuh harimau itu sebelumnya diperkirakan berjalan ditengah kampung hendak pergi, kebetulan berpapasan dengan warga dan langsung saja berteriak dan mengepung harimau tersebut” ungkap Kades.

“Mulanya tidak sedikitpun niat warga untuk melukai apalagi membunuh harimau tersebut, tapi saat dicoba ditangkap dengan peralatan yang ada tapi harimau hutan tersebut berbalik menyerang warga” ungkap Kades.

” semua unsur Muspika juga hadir disini baik Kepolisian setempat dan Koramil, kita semua sama sama berusaha tapi karena kondisi sudah mulai tidak terkendali dan harimau tersebut terus memberikan perlawanan dan saat itu sangat genting ” ungkap Kades.

Menurut Kades, Harimau yang tertangkap ini sama persis dengan yang menerkam warga beberapa waktu lalu, ” itu bisa dilihat dari jejaknya yang sama persis dan kesaksian warga yang ikut waktu kejadian di desa Hatupangan” tutur Kades.

Hasan, salah seorang tokoh setempat yang bermukim di Medan mendapat informasi   ” harimau tersebut diketahui berada dikolong rumah warga, menurut nya sudah semalaman dikolong tersebut, saat itu dia juga diberitahu bahwa Masjid Desa itu mengumumkan agar warga semua mengunci pintu rumah dan jangan keluar” ungkapnya.

“semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini, hampir satu bulan kita mengetahui warga disana dalam keadaan ketakutan dan tidak keladang, semoga ini semua sudah berakhir” ungkapnya.

Sementara itu Taufik Nasution DPK LSM Batang Natal melalui w.a, menyampaikan keprihatinannya ” kami tidak bermaksud menyalahkan warga karena memang sangat terasa bagi warga yang tidak berani turun ke sawah dan ke ladang selama sebulan belakangan ini padahal itulah matapencarian warga” ungkapnya.

” kami menyayangkan pihak Kehutanan atau BKSDA yang terlambat menanganinya hingga hewan liar dan dilindungi ini masuk kampung dan berhadapan dengan warga” ungkapnya. (alqaf/dok.rusman)

Kategori
Sumatera Utara

Sutrisno Pangaribuan : Penampakan Harimau di Batang Natal, BKSDA Harus Bertindak Cepat

Madinapos.com-Medan.

Kerapnya penampakan Harimau Liar disekitar perkampungan warga di sejumlah Desa di Kecamatan Batang Natal belakangan ini tidak boleh dipandang ringan, karena dampaknya semakin meluas yakni ketakutan warga untuk pergi keladang, kesawah atau kekebun padahal warga ini rata-rata mata pencariannya bertani atau berkebun tanaman karet.

Tindakan warga yang berusaha mencari dan mengusir sendiri Harimau Liar itu untuk masuk kedalam hutan mengandung resiko yang cukup tinggi. Lihat saja seorang warga Hatupangan dilarikan ke Puskesmas gara-gara kaki sebelah kanan diterkam Harimau Liar yang bersembunyi di gua dalam hutan yang memang tidak jauh dari perkampungan warga tersebut.

Menanggapi hal , Sutrisno Pangaribuan (Sekr. Komisi D – DPRD Sumut) menyatakan “Penampakan harimau di Desa Hatupangan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) harus direspon dengan cepat oleh pemerintah” ungkapnya di Medan. Saptu (3/3).

Dijelaskan Politisi dari PDI-P ini bahwa Pemerintah melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) memiliki tugas pokok, yaitu:

1. Melaksanakan pengelolaan kawasan konservasi, yaitu kawasan hutan Cagar Alam (CA), dan kawasan hutan Taman Wisata Alam (TWA).

2. Melaksanakan upaya konservasi tumbuhan dan satwa liar, baik di dalam habitatnya (konservasi in-situ) maupun di luar habitatnya (konservasi ex-situ).

Oleh karena itu, Balai Taman Nasional Batang Gadis dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Bidang Konservasi Wilayah III Padangsidimpuan diminta untuk:

1. Meningkatkan pemantauan dan pengawasan lokasi.
2. Menghalau harimau agar kembali ke habitatnya.
3. Memastikan tidak ada penduduk yang masuk hutan sampai ditemukan kembali harimau itu.
4. Melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mengganggu harimau.
5. Memasang alat perangkap di tempat dimana ditemukan jejak harimau.
6. Masyarakat tidak diizinkan untuk memakai perlengkapan menangkap harimau dengan melukai dan membunuh.
7. Kehadiran harimau memberi pesan bahwa habitnya mengalami kerusakan, maka pemerintah diminta untuk menghentikan seluruh aktivitas membuka lahan baru di kawasan hutan, baik oleh perusahaan maupun oleh masyarakat.

Sutrisno Pangaribuan melalui media ini kembali menghimbau agar persoalan ini harus segera diatasi dengan bijak “harus direspon dengan cepat” ungkap Politisi PDI-Perjuangan Dapil Sumut 7 ini.(alqaf/pu/net.dok)

Kategori
Peristiwa

Ratusan Warga Batang Natal Berusaha Halau Harimau Liar Kedalam Hutan

Madinapos.com. Peristiwa kemunculan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di beberapa Desa Kecamatan Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal akhir ini cukup membuat masyarakat resah. Setidaknya telah berkali kesaksian warga melihat berkeliarannya hewan buas yang dilindungi ini dekat dengan perkampungan Desa Hatupangan, Hutalabu, Bangkelang dan Tambang Kaluang. Setidaknya satu warga bernama Arkad (45) seorang petani asal Desa Hatupangan Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal dilarikan ke Puskemas Muarasoma karena menjadi korban terkaman harimau dikaki kanannya di hutan sekitar Desa mereka pada Jum’at (16/2) lalu.

Informasi yang didapatkan, Tim Muspika, BKSDA, TNBG pada Sabtu -Minggu (17-18/2) lalu telah berusaha untuk mencoba menangkapnya akan tetapi belum membuahkan hasil. Kemudian Warga Desa Hatupangan kembali melaporkan pada Senin (26/2) pukul 9.00 Wib pagi melihat seekor harimau di persawahan milik Ramlan yang jaraknya hanya 100 meter dari perkampungan. Sebelumnya juga terlihat di Desa Ampung Padang dan Desa Ampung Siala.

Irwansyah, warga Desa Hatupangan menyampaikan pada malam dini hari Selasa (27/2) pukul 02.00 wib. warga beramai ramai mendatangi kantor Wilayah III BKSDA Kab. Madina di Batang Natal, ” warga mendesak penanganan kasus ini sesegera mungkin karena sudah sangat meresahkan karena banyak warga petani takut untuk pergi kesawah atau ladang mereka ” ungkapnya.

Sulmi Nasution (Lian), Kepala Desa Bangkelang yang dihubungi lewat telp mengatakan bahwa upaya warga saat ini hanya mencoba melakukan penangkapan secara tradisional seperti menjebaknya atau membuat suara tembakan untuk menakuti dan menghalau harimau tersebut ” kita berupaya dengan seluruh masyarakat desa agar harimau tersebut menjauhi Desa kita dan jikalaupun masuk perangkap akan kita pindahkan ketempat yang lebih jauh” ungkapnya di Hatupangan, Batang Natal Selasa (27/2/2018).

Sulmi menjelaskan warga Desa saat ini sangat ketakutan untuk beraktifitas ” bagaimanalah pak, warga Desa itu kan harus keladang menderes getah atau kegiatan lainnya, saat ini mereka takut untuk pergi keladang” ungkapnya.

“siapa yang tidak takut, tadi aja sekitar pukul 4.00 wib atau saat ashar harimau itu masih terlihat sekitar lima ratus meter dari perkampungan Desa Hatupangan dan saat ini masyarakat banyak yang berupaya secara beramai ramai menghalaunya untuk menjauhi perkampungan” ungkap Kades.

“kami berharaplah pak kiranya, tolong sampaikan kepada pihak terkait agar masalah harimau ini bisa segera diatasi karena sangat meresahkan warga” pungkasnya. (Taupik Nasution)