SPPG Bukit Malintang Tak Kantongi Izin Sanitasi, Kadis Kesehatan Madina Kecam Praktik Cuci Alat Makan di Sungai

Madinapos.com, Panyabungan – Keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menjadi sorotan tajam. Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr. Faisal Situmorang, membongkar fakta bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Malintang hingga saat ini belum memiliki Sertifikat Layak Hygiene Sanitasi (SLHS).

Skandal ini mencuat setelah masyarakat dihebohkan oleh aktivitas pencucian peralatan makan program MBG di aliran sungai, sebuah praktik yang dinilai primitif dan membahayakan kesehatan peserta didik.

dr. Faisal menegaskan bahwa SLHS bukan sekadar formalitas administratif, melainkan jaminan keamanan pangan bagi konsumen. Ironisnya, hingga kegaduhan ini terjadi, pihak SPPG Bukit Malintang diketahui belum pernah mengajukan permohonan inspeksi kepada pihak kesehatan.

” SLHS adalah syarat mutlak. Untuk menerbitkannya, tim harus melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan uji laboratorium pada sampel makanan serta air. Namun, SPPG Bukit Malintang belum pernah menyampaikan permohonan tersebut,” tegas dr. Faisal, Jumat (6/2/2026).

Menanggapi dalih penggunaan air sungai untuk mencuci peralatan makan, Kadis Kesehatan memberikan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa secara medis, air sungai di wilayah Madina sudah tidak layak untuk keperluan sanitasi peralatan makan karena tingkat pencemaran yang tinggi.

” Praktik mencuci di sungai sama sekali tidak dibenarkan. Hampir seluruh aliran sungai dekat pemukiman di Madina tercemar bakteri akibat kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Ini sangat berisiko menimbulkan kontaminasi pada alat makan anak-anak kita,” jelasnya.

Tak ingin kecerobohan sanitasi ini berdampak pada kesehatan siswa, Dinas Kesehatan Madina segera mengambil tindakan darurat dengan inspeksi mendadak melibatkan Puskesmas Bukit Malintang untuk turun langsung ke lokasi SPPG untuk melakukan pengujian wajib terhadap sampel air dan makanan.

Selain itu juga uemberikan pelatihan intensif terkait personal hygiene dan prosedur keamanan pangan bagi seluruh relawan dan pengelola SPPG.

” Tujuan utama program Makan Bergizi Gratis adalah meningkatkan kualitas gizi anak, jangan sampai justru menjadi sumber penyakit hanya karena persoalan sanitasi yang buruk,” tutup dr. Faisal. (Suaib Rizal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *