Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus memperkuat kolaborasi dengan PT Sorikmas Mining dalam upaya percepatan pemulihan pasca-bencana alam melalui penyaluran bantuan logistik pangan dan perlengkapan sekolah bagi warga terdampak di Desa Muara Batang Angkola pada Sabtu (24/1/2026).
Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, menyampaikan apresiasi atas kontribusi berkelanjutan PT Sorikmas Mining, perusahaan tidak hanya berperan dalam fase tanggap darurat, tetapi juga menunjukkan komitmen pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang.
” Kerjasama ini mulai dari bantuan kemanusiaan hingga perbaikan infrastruktur desa. PT Sorikmas Mining telah aktif sejak awal bencana pada Desember 2025, membantu kebutuhan dasar pengungsi hingga pembersihan pemukiman warga,” ujar Bupati Pendopo Rumah Dinas Bupati.

Bupati juga mengatakan, Kerjasama ini pemulihan ini mencakup normalisasi aliran Aek Sibontar dan Aek Badak di wilayah Kecamatan Siabu untuk mencegah banjir susulan. Serta Pengadaan fasilitas mobiler sekolah demi menjamin keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Selain itu juga, penyaluran air bersih serta pembersihan material sisa bencana di fasilitas umum dan rumah warga.
” Semoga hubungan harmonis antara pemerintah dan sektor swasta ini dapat menjaga iklim investasi di Madina, dimana PT Sorikmas Mining direncanakan akan memulai operasional penuh pada tahun ini, yang dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan ekonomi daerah,” tambah bupati.
Sementara, Manager External Relation PT Sorikmas Mining, Ade Hendi, menegaskan akan terus menyelaraskan program CSR dengan kebijakan Pemerintah Daerah. Saat ini, fokus utama perusahaan menyelesaikan normalisasi tanggul di Muara Batang Angkola.
” Kami juga terus berkoordinasi dengan BPBD Madina untuk memastikan distribusi bantuan menjangkau korban bencana, bahkan yang berada di luar wilayah kerja operasional perusahaan,” jelas Ade.
Turut hadir dalam cara ini seperti Sekda Madina Sahnan Pasaribu, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala sekolah dari wilayah terdampak. (Hamzah).