Momen Haru Wisuda Santri At-Taqwa Sinunukan V: Saat Hafalan Al-Qur’an Menjadi Kebanggaan Orang Tua

Madinapos.com, Sinunukan V – Suasana penuh haru dan bangga menyelimuti lapangan Yayasan Pesantren At-Taqwa, Desa Sinunukan V, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, pada Minggu (21/6/2026).

Hari itu menjadi hari bersejarah bagi para santri dan santriwati dari jenjang RA, TPQ, MDTA, hingga MTs yang secara resmi diwisuda dan dilepas untuk melanjutkan perjuangan pendidikan mereka.

Mengangkat tema “Menjadi Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia dan Siap Meraih Cita-Cita”, perhelatan ini tidak sekadar seremoni kelulusan, melainkan perayaan atas keberhasilan para santri dalam mendalami ilmu agama dan pendidikan karakter.

Salah satu puncak kebahagiaan dalam wisuda tahun ini adalah apresiasi khusus bagi santri yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an mulai dari 1 juz hingga 11 juz. Bagi para orang tua, capaian ini merupakan mimpi yang menjadi nyata—melihat anak-anak mereka tumbuh menjadi generasi yang dekat dengan nilai-nilai Qur’ani.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan bakat para santri, mulai dari lantunan ayat suci, hafalan doa, hingga pertunjukan tari kreasi dan seni budaya lintas suku yang memukau tamu undangan. Sebagai penutup rangkaian prestasi, pihak yayasan juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi tahun ajaran 2025/2026

Di sela-sela acara, dua orang tua santri, Raimansyah dan Khairuman Nasution, mengungkapkan kekaguman mereka atas pesatnya perkembangan Yayasan Pesantren At-Taqwa. Mereka menilai kualitas pendidikan di lembaga ini kini mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan anak-anak di Sinunukan V.

“Kami melihat perkembangan pesantren ini sangat membanggakan. Acara hari ini adalah buah manis dari proses pendidikan panjang yang mereka jalani,” ujar salah satu orang tua.

Keduanya pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga pendidik dan pengurus yayasan. Mereka turut mengenang jasa para tokoh perintis awal, seperti H. Wiyono, S.Pd. dan Miswondo, yang telah meletakkan fondasi kuat bagi keberlangsungan pesantren ini.

Acara ditutup dengan tausyiah yang menyentuh dari Al-Ustadz Harun Al-Rasyid. Beliau menegaskan bahwa pendidikan di pesantren bukan sekadar transfer ilmu, melainkan investasi peradaban.

“Teruslah menjaga semangat untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki akhlak mulia agar bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya di hadapan para orang tua, tokoh masyarakat, dan tamu undangan yang hadir.

Kehadiran berbagai elemen, mulai dari tenaga pendidik, penasihat hukum, hingga insan pers, semakin mengukuhkan bahwa Yayasan Pesantren At-Taqwa Sinunukan V kini telah menjadi pilar penting pendidikan yang dirawat bersama oleh masyarakat untuk melahirkan generasi penerus yang unggul di masa depan. (Rls).