Madinapos.com, Pasaman Barat – Suasana di kediaman Dinas Bupati Pasaman Barat di Jalan Cindua Mato tampak lebih rimbun dari biasanya. Di bawah langit Simpang Ampek yang cerah, sebuah pertemuan penting berlangsung, bukan sekadar seremonial protokoler, melainkan sebuah simfoni persaudaraan dua daerah yang bertetangga erat.
Kehangatan di rumah dinas
langkah kaki Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, disambut senyum hangat oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah. tak ketinggalan, tuan rumah Bupati Pasaman Barat H. Yulianto SH MM dan Wakil Bupati H. M. Ihpan turut menyambut dengan jabat tangan erat.
Pertemuan ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Pasaman Barat. Kehadiran rombongan Bupati ini seolah menegaskan bahwa batas administrasi Provinsi antara Sumatera Utara dan Sumatera Barat hanyalah garis di peta, namun ikatan batin antar masyarakatnya tetaplah satu.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Bupati Saipullah tidak datang sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat teras, mulai dari Asisten II Afrizal, Kadis PUPR Ahmad Faizal, hingga Kadis PMD Irsal Fariadi. Kehadiran para kepala dinas ini menyiratkan pesan kuat bahwa akan ada agenda pembangunan yang ingin disinergikan di wilayah perbatasan.
Kabid Komunikasi Diskominfo Madina, Sobaruddin Nasution, menjelaskan bahwa kunjungan ini memiliki nilai strategis.
“Kedatangan Pak Bupati adalah untuk memenuhi undangan HUT ke-22 Pasaman Barat, sekaligus mempererat kerja sama daerah perbatasan. Kita bertetangga langsung, sinergi ini sangat krusial bagi kesejahteraan warga di kedua sisi batas provinsi,” ujar Sobaruddin.
Kerja sama yang dimaksud mencakup berbagai aspek, mulai dari infrastruktur hingga sosial kemasyarakatan, mengingat mobilitas warga antara Madina dan Pasaman Barat sangatlah tinggi.
Dari Perayaan menuju kepedulian agenda sang bupati tidak berhenti di meja jamuan makan siang. Usai merayakan kegembiraan bersama sejawatnya di Pasaman Barat, tugas kemanusiaan telah menanti di tanah kelahiran.
Sobaruddin mengungkapkan bahwa dalam dua hari ke depan, Bupati Saipullah dijadwalkan langsung meluncur ke Kecamatan Batahan dan Sinunukan menghadiri agenda jauh lebih menyentuh dengan menemui para tokoh masyarakat dan melihat langsung kondisi warga korban terdampak banjir beberapa pekan silam.
Perjalanan dari Simpang Ampek menuju pelosok Madina ini menjadi simbol gaya kepemimpinan yang seimbang, mampu menempatkan diri dalam diplomasi antar-daerah, namun tetap cepat tanggap merangkul rakyat yang sedang kesusahan. (Hamzah).