Madinapos.com, Medan – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berhasil meraih Juara Harapan II pada lomba Pelaksana Terbaik Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) dalam rangkaian Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan tersebut digelar di Hotel Grand Mercure Medan, Jl. Sutomo No.1 Medan, Kamis (22/10/2026), dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Madina Ny. Yupri Astuti Saipullah Nasution, kades dan ketua TP.PKK desa Maga dolok Muhammad Nurdin dan Rosmidah sebagai penerima hadiah.
Acara penyerahan hadiah lomba Pelaksana Terbaik Tertib Administrasi PKK, PAAR, UP2K PKK, Hatinya PKK dan IVA Test Tahun 2026.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menegaskan kesesuaian program PKK dengan pembangunan daerah.
“Dari 10 program pokok PKK yang lahir pada tahun 1970-an, hingga saat ini di tahun 2026 masih sangat relevan untuk dijalankan oleh seluruh kader PKK,” ujar Bobby.
Gubernur juga menekankan pentingnya integrasi program PKK dengan program pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, termasuk dalam mendukung ASTA CITA Presiden.
“Program PKK diharapkan dapat disatukan dengan program pemerintah dan juga didorong untuk mengadopsi perkembangan era digital dan teknologi, termasuk AI atau Super Intelligent, agar cakupannya semakin luas,” jelasnya.
Menurut Bobby, pembahasan pencapaian Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari sektor pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Di sela pidatonya, Gubernur juga menggelar kuis interaktif berhadiah kepada para kader PKK terkait posisi peringkat pendidikan Indonesia di kancah global.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Utara Ny. Kahiyang Ayu Bobby Nasution dalam arahannya menekankan peran strategis keluarga dalam pencegahan narkoba dan perlindungan anak.
“Pencegahan narkoba harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Peran ibu sangat penting untuk membentengi anak-anak agar tidak terjerat narkoba,” tegas Kahiyang.
Ia juga mendorong kader PKK untuk memanfaatkan bidang pendidikan sebagai wadah perlindungan anak dari tindakan bullying atau perundungan serta menjaga kesehatan mental anak agar tidak mudah stres.
Kahiyang turut membahas pentingnya pola asuh dan disiplin positif. Menurutnya, ketegasan dalam mendidik harus dikedepankan dengan membangun koordinasi yang baik antara orang tua dan pihak sekolah, tanpa mengedepankan amarah atau kekerasan.
“10 program pokok PKK yang sudah ada sejak tahun 1970-an masih sangat relevan jika diselaraskan dengan perkembangan zaman, era digital, hingga teknologi saat ini guna mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Prestasi yang diraih Kabupaten Madina sebagai Juara Harapan II Kategori Aku Hatinya PKK menjadi bukti komitmen TP-PKK Madina dalam menggerakkan pemberdayaan keluarga di tingkat desa/kelurahan. (Suaib Rizal).


