Madinapos.com, Panyabungan –Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Rapat Koordinasi di Aula Kantor Bupati Mandailing Natal pada Senin, 19 Oktober 2026. Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi serta Kapolres AKBP Bagus Priandy guna mengevaluasi dampak kabut asap dan penurunan jarak pandang akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dari sejumlah provinsi di Indonesia.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal terkait bidang kehutanan, Kementerian Agama, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, menjelaskan bahwa agenda utama rapat ini adalah mengevaluasi penetapan status wilayah terdampak cuaca kabut yang sebelumnya diberlakukan pada tanggal 14 hingga 17 Oktober.
Akibat menurunnya kualitas udara pada saat itu, Pemkab Madina sempat menerapkan kebijakan khusus selama tiga hari pada tanggal 15, 16, dan 17, di mana sistem pendidikan dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta aktivitas masyarakat di luar ruangan dibatasi dengan kewajiban mengenakan masker.
Kendati demikian, berdasarkan laporan harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 19 Oktober 2026, kondisi udara di wilayah Madina kini telah terpantau “hijau” atau kembali normal dan layak.
” Atas dasar laporan tersebut, pemerintah mengambil keputusan untuk mencabut kebijakan PJJ mulai keesokan harinya. Dinas Pendidikan diminta untuk segera mencabut surat edaran PJJ agar anak-anak dapat kembali bersekolah seperti sedia kala. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pihak penyedia makanan sekolah (dapur MBG) untuk memastikan kesiapan konsumsi para siswa di sekolah,” ujar Bupati Saipullah.
Sementara itu, Kapolres Mandailing Natal, AKBP Bagus Priandy, menyampaikan bahwa meskipun situasi telah berstatus hijau dan kembali normal, pihak kepolisian bersama instansi terkait tetap mengedepankan langkah antisipasi. Mengingat kabut asap sebelumnya merupakan kiriman dari luar daerah, berbagai upaya digencarkan agar wilayah Madina tetap bersih dari hotspot.
” Kita terus berupaya agar Madina tetap bersih dari hotspot dan tidak menjadi sumber titik api,” tegas AKBP Bagus.
Sebagai bentuk mitigasi nyata, pihak kepolisian secara rutin menggelar kegiatan preventif seperti pengaturan lalu lintas (Gatur) serta pembagian masker gratis guna mendukung kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Kapolres juga menghimbau jajaran Polsek, para camat, serta pihak sekolah untuk aktif mensosialisasikan pencegahan karhutla kepada masyarakat luas, serta menggandeng instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial dalam penyaluran bantuan serta edukasi publik. (Suaib Rizal)



