Madinapos.com, Puncak Sorik Merapi – Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK Desa Sibanggor Tonga, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menunjukkan hasil nyata. Kolaborasi epik TP PKK desa dengan PT Sorik Marapi Geothermal Power (PT SMGP) yang berjalan selama tiga tahun berhasil melahirkan produk lokal bernilai ekonomis dari tanaman Labu Jipang.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Sibanggor Tonga, Mulyadi saat menerima Tim Monitoring PKK Provinsi Sumatera Utara di desa setempat, Selasa (30/06/2026).
“Alhamdulillah sudah berjalan tiga tahun. Berkat kolaborasi ini, ibu-ibu PKK memiliki keterampilan yang dibina langsung PT SMGP,” ujar Mulyadi.
Muliadi menjelaskan, PT SMGP berperan langsung dalam pembinaan. Ibu-ibu PKK dilatih mengolah Labu Jipang menjadi produk yang siap jual, sehingga menjadi salah satu unggulan UP2K.
Kolaborasi ini dinilai efektif meningkatkan kapasitas kader PKK sekaligus membuka peluang usaha di tingkat rumah tangga.

Ke depan, Mulyadi berharap kerja sama ini berlanjut. Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Madina turun tangan membantu pemasaran produk lokal PKK Sibanggor Tonga.
“Kiranya pemerintah daerah dapat membantu pemasaran produk lokal yang dihasilkan PKK Desa Sibanggor Tonga ini,” harapnya.
Ia juga meminta Tim Monitoring memberikan pembinaan lanjutan agar produk yang telah berjalan selama ini semakin berkembang dan memiliki daya saing.
Menanggapi hal tersebut, Tim Monitoring PKK Sumatera Utara kategori UP2K memberikan rekomendasi. Tim meminta PKK Desa Sibanggor Tonga segera membuat Memorandum of Understanding (MoU) secara tertulis dengan PT SMGP.
Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat legalitas kerja sama, menjaga keberlanjutan program, dan mempermudah akses bantuan maupun pemasaran ke depan.
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution meminta setiap rapat di kabupaten menghadirkan produk lokal desa sebagai dukungan ekonomi kreatif.
“Segala perizinan produk lokal untuk dilengkapi dan difasilitasi. Agar produk lokal kita bisa masuk ke minimarket dan bersaing dengan produk dari luar,” kata Atika.
Ia meminta pembinaan dari Tim Monitoring segera ditindaklanjuti.
“Manfaatkan potensi yang ada. Jadikan pundi-pundi keuangan untuk keluarga dan kembangkan produk lokal hingga keluar kecamatan,” pesan Atika Azmi Utammi. (Rel)


