Madinapos.com, Padang Lawas –Kondisi Jalan Provinsi Sibuhuan–Rokan Hulu di wilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas) memprihatinkan. Badan jalan berlubang, tergenang air saat hujan, dan semak belukar yang memakan bahu jalan dikeluhkan warga karena rawan kecelakaan dan menghambat aktivitas.
Pantauan awak media di lapangan, kerusakan paling parah terlihat pada badan jalan yang berlubang. Bahu jalan juga tergerus air, sementara semak belukar sudah merambat hingga ke badan jalan. Kondisi ini diduga akibat minimnya pemeliharaan dari UPTD Bina Marga Gunung Tua, Jum’at 26/06/2026 sore.
Seharusnya, jika perbaikan belum dapat dilakukan, pemerintah wajib memasang rambu peringatan demi keselamatan pengguna jalan. Namun, rambu tersebut jarang terlihat sepanjang ruas Jalan Lintas Sibuhuan menuju perbatasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.
Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal 24 mewajibkan penyelenggara jalan untuk segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak.
Berdasarkan informasi dari masyarakat, kecelakaan tunggal kerap terjadi di ruas jalan ini. Korban biasanya berusaha menghindari lubang atau terpaksa ke bahu jalan yang ditumbuhi semak.
“Di sini sudah seringkali terjadi kecelakaan Bang, akibat jalan rusak dan semak belukar yang menutupi sebagian bahu jalan,” kata Ismu Baktiarso, warga Kabupaten Padang Lawas, saat melintas di Jalan Lintas Sibuhuan–Rokan Hulu.
Ia menambahkan, pengendara kerap merasa ngeri saat berpapasan dengan kendaraan besar karena harus mengambil sisi jalan yang berlubang dan ditumbuhi semak.
“Kami berharap pemerintah melalui Dinas PUPR Sumut, khususnya UPTD Bina Marga Gunung Tua, segera melakukan perawatan jalan dan pembabatan semak di pinggir jalan. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa lagi di jalan ini,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum mendapatkan jawaban resmi dari pihak UPTD Bina Marga Gunung Tua terkait rencana perbaikan.
Penulis: A. Salam Siregar.

