Madinapos.com, Batang Natal – Tragedi memilukan kembali terjadi di lubang tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memakan korban jiwa setelah longsor hebat menimbun tiga orang penambang di kawasan Aek Baru, Desa Simanguntong, Kecamatan Batang Natal, Rabu (18/3/26) sore.
Peristiwa nahas ini terjadi saat para penambang sedang berjibaku di kedalaman lubang untuk mencari butiran emas. Tanpa peringatan, dinding tanah di lokasi tersebut runtuh dan menimbun para pekerja.
Dari tiga orang yang tertimbun, dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian atas nama MT (40), warga Desa Simanguntong.
AR (46), warga Desa Ampung Padang.
Satu korban lainnya, Kholidin, berhasil dievakuasi dalam keadaan bernyawa dan saat ini tengah menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya.
Camat Batang Natal, Wahyu Siregar, membenarkan insiden berdarah yang terjadi di wilayahnya tersebut.
” Benar ada kejadian longsor di lokasi PETI Desa Simanguntong. Data yang kami terima, dua orang meninggal dunia dan satu orang masih dalam perawatan medis,” tegas Wahyu saat dikonfirmasi.
Tragedi ini seolah menjadi pengingat pahit bahwa aktivitas PETI di Batang Natal adalah “bom waktu” yang terus mengintai nyawa warga. Meskipun risiko keselamatan sangat tinggi dan dampak kerusakan lingkungan sudah di depan mata, praktik tambang ilegal ini masih terus menjamur tanpa pengawasan ketat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian dan otoritas terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah hukum atau upaya penertiban total di lokasi tersebut guna mencegah jatuhnya korban berikutnya. (Suaib Rizal).