Disorot Soal CSR, Korlap PT Riski Fajar Adi Putra Diduga Intimidasi Ketua IM-RB

Madinapos.com, Ranto Baek – Hubungan antara Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Desa Muara Bangko dengan pihak PT Riski Fajar Adi Putra kian memanas. Ketua Ikatan Mahasiswa Ranto Baek (IM-RB) sekaligus Koordinator Aksi, Ahmad Afandi Nasution, mengaku mendapat intervensi ataupun intimidasi melalui sambungan telepon dari pihak perusahaan yang bernada tinggi dan emosional.

Insiden komunikasi tersebut terjadi pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 14.00–15.00 WIB. Dalam percakapan yang berlangsung sekitar empat menit itu, Mislan Lubis selaku Koordinator Lapangan (Korlap) PT Riski Fajar Adi Putra disebut melontarkan nada bicara tinggi yang terkesan emosional kepada Afandi.

Menanggapi sikap tersebut, Afandi mengambil langkah tegas untuk meluruskan arah pergerakan. Ia menekankan bahwa aksi dan substansi tuntutan yang dibawa aliansi murni memperjuangkan hak publik, bukan serangan personal.

Afandi menegaskan mahasiswa dan masyarakat tidak pernah berniat menyudutkan pribadi siapa pun. Sebanyak tujuh tuntutan aksi yang disuarakan berfokus penuh pada persoalan operasional perusahaan dan hak-hak masyarakat Desa Muara Bangko.

Ia menilai, Respons emosional pihak perusahaan diyakini erat kaitannya dengan masifnya sorotan media massa terkait desakan warga perihal transparansi alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Menyikapi tekanan tersebut, Afandi memastikan pihaknya tetap tenang, profesional, dan siap membuka seluruh data secara transparan jika nantinya difasilitasi dalam pemanggilan tingkat kabupaten.

” Jika nantinya masyarakat dan perusahaan dipanggil ke kabupaten, lebih baik semuanya dibuka terang-terangan di sana. Kalau kita tidak bersalah, tetap santai dan tenang,” ujar Afandi, Kamis (20/8).

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Riski Fajar Adi Putra belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media ini kepada Korlap terkait persoalan alokasi CSR tersebut hingga kini belum direspons. (Suaib Rizal).