IMA Madina Pekanbaru: Kapoldasu Copot Kapolsek MBG, Apa Kabar Dengan Kasat Narkoba Madina

Madinapos.com, Pekanbaru — Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru mendesak Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Mandailing Natal untuk segera memeriksa serta mencopot Kasat Narkoba Polres Madina, menyusul terjadinya perusakan dan pembakaran Mapolsek Muara Batang Gadis (MBG) yang dipicu oleh dugaan kuat maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Ketua IMA Madina Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai insiden pembakaran Mapolsek bukanlah peristiwa spontan semata, melainkan bentuk kekecewaan dan kemarahan masyarakat terhadap lemahnya penegakan hukum di wilayah hukum Mandailing Natal khususnya dalam pemberantasan narkoba di Kecamatan Muara Batang Gadis.

Kami menilai pembakaran Mapolsek MBG ini sebagai alarm keras atas kegagalan aparat, turunnya aksi di Mapolres masyarakat Batu Sondet, pembakaran 3 rumah pengedar narkoba di Hutabuyung dan kksi blokir jalan lintas sumatera di desa Sihepeng serta desa Hutapuli terutama terkait masalah narkoba, dalam menindak peredaran narkoba yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Jika situasi ini dibiarkan, maka wibawa hukum akan semakin runtuh,” tegas Gusti, Rabu (24/12).

IMA Madina Pekanbaru menilai bahwa Kasat Narkoba Polres Madina harus bertanggung jawab secara moral dan institusional, mengingat narkoba disebut sebagai pemicu utama keresahan sosial yang berujung pada tindakan anarkis tersebut. Menurut Gusti, sumber daripada itu semua adalah lemahnya pengawasan dan penindakan yang kemudian tercipta ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum di wilayah tersebut.

Pemeriksaan terhadap Kasat Narkoba adalah langkah mendesak untuk memulihkan kepercayaan masyarakat. Jika terbukti lalai atau ada indikasi pembiaran, maka pencopotan adalah langkah yang wajib dilakukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, IMA Madina Pekanbaru menyampaikan bahwa tidak membenarkan tindakan perusakan dan pembakaran fasilitas negara, namun peristiwa ini harus dijadikan bahan evaluasi serius oleh institusi kepolisian, khususnya Polres Mandailing Natal dan jajaran Polda Sumatera Utara.

IMA Madina Pekanbaru juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas jaringan peredaran narkoba di Muara Batang Gadis, Siabu dan kecamatan – kecamatan lainnya, menuntut untuk penangkapan para bandar besar dan oknum yang terlibat, serta menindak tegas aparat bilamana ada yang terbukti bermain mata atau lalai dalam menjalankan tugasnya.

Penegakan hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika aparat gagal memberantas narkoba, maka masyarakat akan terus menjadi korban,” tutup Gusti.
IMA Madina Pekanbaru menyatakan akan terus mengawal kasus ini dan siap melakukan langkah-langkah lanjutan demi terciptanya penegakan hukum yang adil dan berintegritas di Kabupaten Mandailing Natal. (Redaksi).

Dukung Program Presiden, PT DIS bantu Pembukaan lahan Pembangunan Gerai KDKMP Tabuyung

Madinapos.com, Panyabungan – Dalam rangka mendukung program nasional Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, PT Dinamika Inti Sentosa (DIS) bantu pembukaan lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis (MBG).

Sakwan yang merupakan Ketua KDKMP Tabuyung mengatakan, bantuan PT DIS ini berupa alat berat jenis Excavator untuk membuka akses jalan dan membersihkan persiapan partapakan untuk pembangunan gerai tersebut.

” Partapakan dan lahan telah selesai atas bantuan PT. DIS, kami masyarakat Tabuyung mengucapkan terimakasih,” katanya, Rabu (24/12).

Kemudian, Pemkab Madina melalui Kepala Dinas Koperasi UKM, Muktar Afandi, S.Sos, MM juga mengapresiasi PT DIS atas perhatiannya terkait percepatan pembangunan fisik gerai juga pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih Tabuyung.

Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih atas bantuan perusahaan ini demi mensukseskan program strategis Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

” KDKMP merupakan program yang di inisiasi langsung oleh Bapak Presiden Probowo Subianto dalam rangka membangun kekuatan ekonomi berbasis rakyat di setiap desa/kelurahan di seluruh Indonesia. Sudah selayaknya semua pihak berperan dalam mensukseskannya, tidak hanya pemerintah namun juga pihak swasta,” ujarnya.

Sementara, General Manager RMM dan DIS L. Andhe Hasibuan didampingi Humas Hadi menyatakan komitmen dan dukungan penuh secara aktif terhadap pembangunan Program KDKMP di setiap desa, sebagaimana instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kedaulatan ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari dunia usaha, lanjutnya, perusahaan memandang program ini sebagai kebijakan strategis nasional yang bertujuan membangun ekonomi kerakyatan yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, perusahaan tidak hanya memberikan dukungan secara normatif, tetapi juga siap terlibat langsung dalam pembangunan, penguatan kelembagaan, serta pengembangan usaha koperasi di masing-masing desa, khususnya di wilayah sekitar operasional perusahaan.

” Dukungan perusahaan diwujudkan melalui kemitraan berkelanjutan, pendampingan manajemen dan usaha, penguatan kapasitas sumber daya manusia koperasi, serta sinergi program CSR yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” katanya.

Karena, Perusahaan meyakini bahwa keberhasilan Program Koperasi Merah Putih di setiap desa akan menjadi pilar utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat ketahanan sosial ekonomi masyarakat desa, serta mendukung visi Presiden Republik Indonesia dalam membangun Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkeadilan sosial. (Suaib Rizal).

Pemkab Madina Pastikan Pasokan Energi Aman Menjelang Tahun Baru

Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) memastikan ketersediaan LPG Tabung 3 Kg bagi Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan usaha mikro terjaga hingga akhir tahun.

Hal ini sesuai dengan ketetapan kebijakan penyesuaian alokasi LPG 3 Kg oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

Dalam surat resmi Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor B-11726/MG.05/DJM/2025 tanggal 21 Desember 2025 tentang Penyesuaian Besaran Alokasi/Kuota LPG Tabung 3 Kg per Kabupaten/Kota Tahun 2025, Kementerian ESDM menyampaikan bahwa telah dilakukan penyesuaian total kuota LPG 3 Kg nasional menjadi 8,545 juta metrik ton.

Penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi kebutuhan riil di daerah, realisasi distribusi, proyeksi kebutuhan hingga akhir tahun, termasuk kebutuhan penanggulangan bencana. Madina juga telah mendapatkan penyesuaian kuota LPG Tabung 3 Kg tahun 2025.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat, kuota LPG subsidi untuk Madina yang sebelumnya ditetapkan sebesar 9.316 metrik ton kini resmi ditingkatkan menjadi 10.263 metrik ton untuk tahun 2025.

Dalam surat tersebut, Kementerian ESDM juga meminta Pemkab Madina untuk berperan aktif dalam membantu pengawasan distribusi LPG subsidi agar benar-benar tepat sasaran kepada Rumah Tangga Sasaran, Usaha Mikro, Petani Sasaran, dan Nelayan Sasaran.

Bupati Madina H. Saipullah Nasution menyampaikan, penyesuaian kuota ini menjadi dasar penting dalam memastikan distribusi LPG 3 Kg di daerah ini tetap aman dan terkendali, terutama menjelang periode akhir tahun yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi masyarakat.

“Dengan adanya penegasan kebijakan dari Kementerian ESDM ini, Pemkab Madina memastikan tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, Pertamina, dan seluruh agen serta pangkalan resmi agar penyaluran LPG 3 Kg berjalan lancar, sesuai kuota, dan tepat sasaran,” kata dia pada Rabu, 24 Desember 2025.

Bupati pun mengapresiasi langkah Kementerian ESDM, Dirjen Migas, dan Pertamina yang melakukan penyesuaian kuota LPG 3 Kg untuk Madina.

“Penambahan kuota ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan energi masyarakat di daerah sekaligus memperkuat ketahanan energi serta mendukung stabilitas sosial dan ekonomi di Madina,” tambah Saipullah.

Lebih lanjut, Bupati Saipullah mengimbau masyarakat untuk membeli LPG 3 Kg pada pangkalan resmi dan tidak melakukan pembelian berlebihan..

“Kami akan perintahkan Dinas Perdagangan untuk melakukan pengawasan pendistribusian di lapangan dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait dengan pengawasan,” sebut Saipullah.

Bupati berharap kebijakan penyesuaian ini mampu menjaga stabilitas energi rumah tangga dan pelaku usaha kecil di Madina. (Suaib Rizal).

Eks Tapian Siri-siri di Sulap Menjadi TPA Baru di Mandailing Natal

Madinapos.com, Panyabungan – Bekas tapian Siri-siri yang berada disekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Gadis kompleks perkantoran Paya Loting Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan disulap menjadi tempat pemrosesan akhir (TPA) baru di Mandailing Natal.

Hal ini terlihat melalui penelusuran media dilokasi, Rabu (24/12) siang, dimana terlihat sampah berserakan di sepanjang jalan menuju dilokasi bekas salahsatu objek wisata ternama di Kabupaten Mandailing Natal tersebut.

Perbuatan ini sangat dilarang dan dianggap ilegal di Indonesia. Juga merupakan masuk tindakan melanggar Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kemudian, pelaku juga bisa dikenakan sanksi pidana berupa denda atau kurungan penjara, tergantung pada tingkat pelanggaran dan kerusakan yang ditimbulkan.

Selain dapat dikenakan sangsi hukum, juga dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, banjir, dan gangguan kesehatan bagi masyarakat. kuat dugaan, tumpukan sampah ini berasal dari armada pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mandailing Natal sendiri.

Ini merupakan bukti pembiaran sekaligus mencerminkan bobroknya tata kelola lingkungan oleh Pemerintah Daerah.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Madina, Khoirul ST belum dapat dikonfirmasi terkait keberadaan TPA baru ini. (Redaksi).

Pemkab Madina terima Bantuan Bencana dari Balai Kemendikbud RI Wil II Sumut

Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) menerima bantuan dari Balai Kemendikbud Republik Indonesia (RI) Wilayah II Sumatera Utara (Sumut).

Bantuan ini langsung diterima oleh Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution didampingi Wabup Atika Azmi Utammi Nasution beserta Sekda Sahnan Pasaribu dan Kadis Kesehatan dr Faizal Situmorang di komplek perkantoran Paya Loting, Rabu (24/12).

Bupati mengatakan, bantuan yang diterima ini berasal dari Kemendikbud wilayah II, yang akan diperuntukkan bagi korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah.” Secepatnya akan disalurkan oleh BPBD ke beberapa desa terdampak,” terang Bupati.

Tidak juga mengucapkan terimakasih kepada Kemendikbud RI atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan.

” Kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pak Menteri dan rekan-rekan dari Balai atas bantuannya. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi amal ibadah yang terbaik bagi Pak Menteri dan rekan-rekan dari Balai dan insyaallah Allah akan membalas kebaikannya. Dan kami terima semua ini dengan ucapan alhamdulillah dan terima kasih,” ucapnya.

Sementara, Kadis Pendidikan dr Faizal Situmorang memaparkan rincian bantuan yang diterima ini berupa alat perlengkapan sekolah seperti pakaian dan alat tulis, ada juga kompor serta tabung gas, sejumlah makanan berupa biskuit, pampers kepada balita dan alat masak lainnya.

dr Faizal juga mengungkapkan, ini merupakan bantuan tahap ketiga, dimana yang pertama diperuntukkan kepada korban bencana Kabupaten Tapteng, tahap kedua tadi Langkat.

Sementara itu, perwakilan dari Balai Kemendikbud RI wilayah II menyebutkan, bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat kita, khususnya yang berada di Mandailing Natal.

Ia juga mengakui keterlambatan pengiriman bantuan ini akibat terkendala oleh jalur transportasi yang terputus dan kelangkaan BBM di lapangan.

” Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, bantuan ini akhirnya sampai di kabupaten Mandailing Natal,” pungkasnya. (Suaib Rizal).

Wamen ESDM Tinjau Kesiapan Energi Jelang Nataru

Madinapos.com, Panyabungan Utara – Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, melakukan kunjungan ke Kabupaten Mandailing Natal (Madina) untuk memastikan kesiapan energi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Selasa (23/12/2025).

Kunjungannya tersebut bagian dari rangkaian pemantauan dan kesiapan sektor energi mulai dari Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), dan pasokan listrik ditengah konsumsi permintaan masyarakat selama libur panjang

Wamen ESDM usai mengunjungi sejumlah pangkalan LPG menyampaikan, kehadirannya di Kabupaten Madina untuk memastikan kebutuhan masyarakat dalam kegiatan Nataru.

“Kami harus pastikan ketersediaan BBM, LPG dan kehandalan kelistrikan, ini merupakan kebutuhan masyarakat dalam kegiatan Nataru,” kata Yuliot Tanjung.

Dipastikannya kecukupan energi untuk menghadapi Nataru sudah dipastikan aman, kemudian kebencanaan geologi dilakukan antisipasi, dengan melakukan pengiriman dari Dumai, dan Sumatera Barat.

“Akibat bencana kemarin ada kelangkaan BBM namun sudah dilakukan rekapri lebih cepat sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,”sebutnya.

Dijelaskannya, ketersediaan cadangan BBM secara nasional biasanya cadangan minimal 18 hari namun saat ini sudah ditingkatkan menjadi 24 sampai 26 hari.

“Ini langkah antisipasi setelah Nataru dan perayaan keagamaan Imlek kemudian memasuki bulan puasa dan Idulfitri sampai dengan selesainya hari besar keagamaan candangan BBM nasional lebih dari standar minimal,” tambahnya.

Dikatakannya, untuk Sumatera Utara dari 100 persen saat ini sudah menjadi 108 persen penambahan. Dan untuk daerah yang kurang konsumsi BBMnya akan dialihkan untuk Sumut.

Wakil Bupati Madina Atika Azmi Nasution dalam kesempatan itu meminta pada Wamen ESDM Yuliot Tanjung, untuk penambahan gardu listrik wilayah Pantai Barat agar masyarakat tidak mengalami pemadaman setiap hari.

“Penambahan gardu listrik untuk wilayah Pantai Barat, kemudian penambahan pasokan BBM untuk tahun depan akibat bertambahnya jumlah kenderaan di Madina, kemudian Kouta LPG untuk kebutuhan Koperasi Merah Putih (KMP) katanya. (Suaib Rizal).

Pemkab Madina Salurkan 37 Ton Lebih Bantuan Bibit Padi untuk Kecamatan Siabu

Madinapos.com, Siabu – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyalurkan 37 ton lebih bibit padi Varietas Inpari 32 kepada 104 kelompok tani di Kecamatan Siabu pada Selasa, 23 Desember 2025.

Bupati Madina H. Saipullah Nasution secara simbolis menyalurkan bibit tersebut dengan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Afrizal Nasution dan Plt. Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga di gudang UPT Dinas Pertanian Siabu.

Bupati mengatakan puluhan ton benih padi itu merupakan pengganti tanaman padi masyarakat yang rusak atau terdampak bencana yang terjadi pada akhir November 2025.

“Siabu ini adalah sentra pertanian kita yang sangat terdampak dan itu perlu segera diberikan bantuan, baik itu bantuan perbaikan tadi irigasi, kemudian juga bantuan alat untuk kembali mengolah atau mengerjakan sawah,” kata dia.

Bupati pun berterima kasih atas respons cepat Kementerian Pertanian dalam mendukung pemulihan sektor pertanian di Madina. “Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian atas respons yang cepat seperti tadi disampaikan Pak Kadis, kita pertama di Sumatera Utara menerima bibit padi ini,” ujar dia.

Saipullah berharap dalam pekan ini petani sudah menyemai benih tersebut sehingga bisa secepatnya ditanam, baik itu untuk lahan basah maupun lahan kering atau lebih dikenal dengan padi gogo.

“Dengan demikian kita bisa panen, maka tetap terjaga kemampuan Madina itu untuk mencukupi swasembada beras di Madina ini,” tutup Bupati Saipullah.

Taufik Zulhandra melaporkan jumlah bantuan benih yang diterima Pemkab Madina untuk Kecamatan Siabu sebanyak 37 ton 685 kg.

“Ini hanya untuk satu kecamatan, baru Kecamatan Siabu, untuk 12 desa lahan padi sawah, empat desa lahan padi kering,” kata dia.

Benih tersebut ditargetkan untuk 1.269 hektare sawah dan 149 hektare padi gogo. (Suaib Rizal).

​Pemkab Madina Normalisasi Aek Sibontar untuk Selamatkan Sawah Warga

Madinapos.com, Siabu – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menurunkan alat berat guna menormalisasi Aek Sibontar untuk menyelamatkan areal persawahan warga di Kecamatan Siabu.

​”Alat sudah di sini. Sudah ada sejak kemarin. Artinya sore ini atau paling lambat besok mereka secara teknis akan masuk ke lokasi untuk melakukan pekerjaan normalisasi,” kata Bupati Madina H. Saipullah Nasution usai meninjau Aek Sibontar pada Selasa, 23 Desember 2025.

​Saipullah menjelaskan, sepanjang tiga kilometer sungai yang sedimentasinya padat berdampak pada lebih kurang 550 hektare sawah. “Aek Sibontar ini merupakan sumber untuk mengairi sawah masyarakat yang luasnya sebelah sini tadi ada 250 hektare dan sebelah sana ada 300 hektare,” sebut dia.

​Bupati menuturkan, Pemkab Madina mempunyai tanggung jawab untuk melakukan perbaikan terhadap layanan dasar. “Pertanian ini, kan, merupakan salah satu andalan utama kita di Madina sehingga kita harus menjamin produksi padi tetap maksimal di situasi yang ada,” jelas Saipullah.

​Dia berpesan kepada masyarakat agar menjaga sungai ketika selesai dinormalisasi. Sementara untuk solusi jangka panjang, Pemkab Madina akan mengusulkan pembangunan dek atau bronjong kepada pemerintah pusat melalui program pemulihan pascabencana.

​”Makanya kami berharap usulan-usulan kepada pemda itu yang komprehensif, yang detail, sehingga nanti kami merencanakannya apakah itu bisa dilakukan sekaligus atau dua kali atau tiga kali. Tapi, setelah itu sungai ini menjadi sumber pengairan yang layak, yang bagus untuk masyarakat,” tutup Bupati Saipullah.

​Kepala Desa Bonan Dolok Pohan Siahaan mengatakan, kondisi sungai saat ini berdampak buruk terhadap pertanian di kawasan itu. Dia pun berterima kasih atas kesediaan bupati menerima aspirasi dan mengunjungi lokasi secara langsung.

​Dalam kesempatan ini, bupati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Afrizal Nasution, Kepala Dinas PUPR Akhmad Faisal Lubis, Kepala Dinas Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, dan Kadis Sosial Ahmad Duroni Nasution. (Suaib Rizal).

Bupati Deli Serdang Dorong Pembangunan Greenhouse untuk Jaga Stabilitas Harga Hortikultura

Madinapos.com, Percut Sei Tuan — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang berencana membangun greenhouse atau rumah tanam sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga sekaligus keberlanjutan produksi hortikultura. Rencana ini disampaikan langsung oleh dr H Asri Ludin Tambunan saat melakukan tanam dan panen bersama petani di Dusun XII, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (23/12/2025).

Bupati menyebut, pembangunan greenhouse menjadi kebutuhan mendesak bagi petani hortikultura yang selama ini masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Melalui sistem tanam berbasis teknologi, produksi diharapkan bisa berlangsung lebih terencana dan berkelanjutan.
“Kalau tanamnya terlindungi dan teratur, pasokan bisa terjaga. Saat pasokan stabil, harga juga tidak mudah bergejolak. Ini penting agar petani tidak selalu dirugikan ketika cuaca ekstrem,” ujar Bupati di hadapan petani.

Gagasan tersebut muncul dari dialog langsung antara Bupati dengan petani yang tergabung dalam Brigade Pangan Sejahtera Berkarya. Dalam pertemuan itu, petani menyampaikan bahwa dari lahan seluas 2,5 rante, mereka mampu menghasilkan rata-rata 40 bal kangkung per panen. Namun, hasil tersebut masih rentan terganggu akibat banjir, kekeringan, hingga perubahan cuaca yang sulit diprediksi.

Selain faktor cuaca, persoalan irigasi dan banjir juga menjadi keluhan utama petani. Kondisi tersebut kerap menyebabkan tanaman rusak bahkan gagal panen, sehingga berdampak langsung pada pendapatan dan harga di tingkat pasar.
Desa Kolam sendiri memiliki potensi lahan pertanian yang cukup besar, dengan total luas sekitar 327 hektare, di mana 25 hektare di antaranya merupakan lahan hortikultura. Potensi ini dinilai dapat dioptimalkan melalui pengembangan greenhouse yang terintegrasi dengan pendampingan penyuluh serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
“Greenhouse bukan hanya soal bangunan. Di dalamnya ada pola tanam, manajemen panen, hingga kepastian pasar. Pemerintah siap hadir, tapi sistemnya harus kita bangun bersama,” tegas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada petani, di antaranya drone sprayer dan rice transplanter dari pemerintah pusat, serta benih, pupuk kompos, dan ternak domba dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

Bupati berharap bantuan tersebut memberi dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah. Ia juga menekankan agar hasil pertanian Desa Kolam diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Deli Serdang.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Bupati meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan pendataan menyeluruh terhadap hasil pertanian Desa Kolam. Data ini nantinya akan menjadi dasar penataan pasar, pengendalian harga, serta pengembangan sistem pertanian terpadu di Kabupaten Deli Serdang.

“Kalau datanya jelas, produksinya terukur, dan pasarnya tertata, petani sejahtera dan daerah pun kuat secara pangan,” pungkasnya. (RHy).

Pemdes Pintu Padang Julu Salurkan BLT Tahap 2 Tahun 2025

Madinapos.com, Siabu – Pemerintah Desa (Pemdes) Pintu Padang Julu Salurkan Bantuan langsung tunai (BLT) tahap 2 Tahun 2025 di l Balai desa pintu padang julu kecamatan siabu kabupaten mandailing natal (23/12)

Kepala desa mulyadi lubis sebanyak
37keluarga penerimaan manfat ( KPM )hari ini menerima BLT tahun ini dan semoga bermanfaat dan dipergunakan sebaik baiknya.

Di situasi seperti ini dimana ekonomo masyarakat teganggu akibat cuaca extrem yang berimbas dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang pastinya menggganggu perekonomiam masyarakat.,juga melonjaknya harga sayur,

Dengan pembagian BLT hari ini dengan dapat mengurangi beban masyarakat akibat situasi dan kondisi pasca musibah yang melnda masyarakat .

Kegiatan berjalan lancar dihadiri kepala desa,ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Drs Munawar Kholil Siregar dan penerima manfaat.

(Adanan)