Madinapos.com, Panyabungan – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pendidikan terus memantau perkembangan situasi kabut asap kiriman yang masih menyelimuti bumi Gordang Sambilan.
Dinas Pendidikan memastikan bahwa opsi penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) kedepannya tetap terbuka jika kondisi kualitas udara dinilai tidak sehat dan membahayakan kesehatan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Mandailing Natal, dr. Faizal Situmorang, menjelaskan bahwa kondisi cuaca dengan kabut yang cukup tebal mulai terlihat sejak pukul 09.00 pagi.
” Memang cuaca kabutnya agak tebal sejak jam 9 pagi tadi. Untuk PJJ kedepannya ada kemungkinan, kita lihat dulu atau melalui rapat evaluasi lanjutan terkait kualitas udara tidak sehat dan membahayakan, mungkin kita akan berlakukan lagi PJJ,” ujar dr. Faizal, Jum’at (22/10).
Meski kegiatan belajar mengajar di sekolah saat ini masih berjalan secara tatap muka, pihak Dinas Pendidikan telah mengeluarkan instruksi tegas kepada para kepala sekolah. Langkah preventif utama yang harus segera dilakukan adalah memastikan seluruh siswa terlindungi dari paparan partikel asap di lingkungan sekolah.
” Untuk sementara, imbauan kepada kepala sekolah untuk membagikan masker kepada siswa-siswi,” tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan instruksi tanggap darurat yang digagas Pemkab Mandailing Natal bersama unsur Forkopimda dan BPBD guna melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara akibat kabut asap kiriman.
Diakhir dr Faizal menyebutkan, Dinas Pendidikan bersama pemerintah daerah akan terus mengevaluasi situasi secara berkala guna mengambil keputusan lanjutan yang tepat demi keamanan dan keselamatan bersama.
Sebelumnya, Kamis (22/10) BMKG Sumatera Utara melalui Kaban BPBD Mukhsin Nasution mengatakan, kabut asap tebal ini akibat sebaran asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan dan Kalimantan. Meskipun pantauan titik panas (hotspot) di Sumatera Utara nihil sehari sebelumnya, pergerakan angin dari arah timur-tenggara membawa partikel asap yang sempat menurunkan jarak pandang di Bumi Gordang Sambilan.
” Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kombinasi antara kabut pagi dan partikel asap membuat jarak pandang menyusut hingga kisaran 1 sampai 3 kilometer pada rentang pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Kendati demikian, grafik riwayat PM2.5 hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan bahwa kualitas udara di Sumatera Utara secara umum masih berada dalam kategori baik hingga sedang,” jelas Mukhsin. (Suaib Rizal).


