Madinapos.com, Panyabungan –Menanggapi dugaan praktik pungutan liar (pungli) berkedok biaya nonton film animasi tersebut, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mandailing Natal, Zamharir Rangkuti, angkat bicara. Ia meminta Kadisdik Madina untuk memberikan sanksi tegas kepada seluruh pihak terkait, baik kepala sekolah maupun vendor yang terlibat. Menurutnya, pertunjukan film animasi tersebut tidak ada urgensinya dengan proses belajar mengajar di sekolah.
” Yang terlibat harus diberikan sanksi tegas, karena tidak boleh ada pungli di sekolah, itu bisa dibawa ke ranah hukum,” ujarnya, Rabu (30/9) malam.
Penegasan ini dikeluarkan menyusul maraknya aksi di sejumlah sekolah SD/SMP di Mandailing Natal seperti di SDN 081 Panyabungan yang sebelumnya dilaporkan membebani orang tua siswa dengan mewajibkan pembayaran iuran berkisar Rp20.000 untuk menonton film animasi yang dinilai tidak memiliki urgensi dengan dunia pendidikan.
Keluhan ini mencuat setelah beberapa wali murid mengaku dibebani biaya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per siswa untuk kegiatan menonton film animasi di sekolah.
Seperti diungkapkan oleh seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya dan memiliki anak yang bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kawasan Jalan Abri mengungkapkan ketertekanannya.
” Iya, Pak. Di tengah kesulitan ekonomi sekarang ini, sebelumnya, sekira kurang lebih sebulan lalu, kami pernah dibebani biaya anak untuk nonton film animasi di sekolahnya sebanyak 20 ribu rupiah per siswa. jadi terpaksalah kami harus membayarnya,” ujarnya dengan nada mengeluh, Rabu (30/9).
Ia menjelaskan, meskipun pihak sekolah kerap menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak bersifat wajib atau memaksa kepada siswa, secara psikologis hal tersebut tetap menjadi beban tersendiri bagi anak-anak. Ketika banyak teman sekelas yang ikut, anak-anak cenderung merasa terpaksa agar tidak tertinggal dari rekan-rekan mereka.
” Pihak sekolah memang bilang tidak memaksa siapa siswa yang ikut menonton, tapi melihat banyak siswa sekelasnya yang ikut, itu menjadi beban tersendiri bagi anak saya. Akhirnya terpaksalah dia juga ikut dan meminta biaya untuk menonton,” tambahnya. (Suaib Rizal).

