Belum Ada Laporan ISPA, BPBD Madina Siagakan 30 Ribu Masker Antisipasi Kabut Asap

Madinapos.com, Panyabungan – Wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari terakhir diselimuti oleh kabut asap yang dipastikan merupakan kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Pekanbaru, Jambi, dan Palembang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina, Mukhsin Nasution, memastikan bahwa fenomena ini murni akibat kiriman Karhutla dari wilayah tetangga dan bukan berasal dari aktivitas vulkanik gunung api, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Aek Godang.

Meskipun wilayah Kabupaten Madina hingga saat ini masih bersih dari titik api (hotspot) dan jarak pandang pengguna jalan terpantau dalam kategori aman, kabut asap telah menyebar ke hampir seluruh kecamatan dengan tingkat ketebalan yang bervariasi. Beruntung, BPBD bersama Dinas Kesehatan setempat belum menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan, seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), akibat paparan asap tersebut.

” Sebagai langkah antisipasi dini, kita telah berkoordinasi lintas sektoral dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran guna membentuk tim mitigasi khusus. Selain itu juga telah menyiapkan 30.000 lembar masker untuk didistribusikan kepada masyarakat jika situasi memburuk,” katanya, Selasa (8/9).

Mukhsin menyampaikan bahwa timnya bahkan sudah mulai membagikan masker ke sejumlah lokasi di Muara Sipongi. Melalui grup WhatsApp, pihak BPBD juga telah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah untuk sementara waktu demi mencegah kabut semakin parah.

Masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, diminta untuk tetap waspada serta mengurangi aktivitas di luar rumah guna menghindari dampak buruk jika intensitas kabut asap sewaktu-waktu menebal.

Ke depannya, Mukhsin menambahkan, jika kondisi kabut asap ini semakin memburuk, pihak berwenang akan memberlakukan larangan resmi agar masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. (Suaib Rizal).