Madinapos.com, Deli Serdang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mengambil langkah baru dalam menekan pengeluaran operasional daerah dengan memilih menyewa kendaraan listrik sebagai mobil dinas Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk efisiensi anggaran yang lebih realistis dibandingkan membeli kendaraan dinas baru menggunakan APBD dengan nilai ratusan juta rupiah.
Mobil dinas listrik berjenis SUV off-road Chery J6 berwarna hitam itu terlihat terparkir di depan lobi Kantor Bupati Deli Serdang pada Kamis (7/5/2026).
Kendaraan tersebut bukan dibeli, melainkan disewa melalui pihak ketiga dengan sistem kontrak tahunan.
Langkah ini disebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Deli Serdang untuk mengurangi beban belanja daerah sekaligus memangkas biaya operasional kendaraan dinas yang selama ini cukup besar akibat penggunaan BBM dan biaya perawatan rutin.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Deli Serdang, Sandra Dewi Situmorang, mengatakan penggunaan mobil listrik dipilih karena jauh lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.
“Ini bagian dari efisiensi. Kita tidak membeli unit baru, tetapi menggunakan sistem sewa agar anggaran lebih ringan dan kendaraan tetap terawat,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurut Sandra, dengan sistem sewa pemerintah tidak perlu mengeluarkan dana besar di awal untuk pengadaan kendaraan. Selain itu, biaya servis dan perawatan kendaraan juga dapat ditekan karena ditangani pihak penyedia jasa.
Hal senada disampaikan Kabag Umum Pemkab Deli Serdang, Agung Tritantio. Ia menyebut langkah menyewa kendaraan listrik jauh lebih menguntungkan dibanding membeli unit baru yang nilainya terus mengalami penyusutan.
“Kalau beli tentu biayanya besar. Dengan sistem sewa, pemerintah cukup membayar bulanan dan kendaraan selalu dalam kondisi prima. Ini lebih efisien,” katanya.
Agung menjelaskan, biaya sewa kendaraan tersebut sekitar Rp14 juta per bulan dengan sistem pembayaran per triwulan. Nilai itu dinilai lebih ringan dibandingkan jika pemerintah harus membeli kendaraan baru sekaligus menanggung biaya perawatan, BBM, hingga depresiasi aset.
Selain penghematan dari sisi pengadaan, penggunaan mobil listrik juga diyakini mampu memangkas biaya energi operasional harian. Mobil listrik Chery J6 tersebut memiliki kemampuan tempuh hingga sekitar 450 kilometer dalam sekali pengisian daya.
“Kalau dipakai ke Medan bisa tiga sampai empat hari baru dicas lagi. Jadi jauh lebih hemat dibanding kendaraan BBM,” ujar Agung.
Pemkab Deli Serdang juga disebut tengah menyiapkan langkah jangka panjang menuju penggunaan kendaraan dinas berbasis listrik. Salah satunya dengan rencana pembangunan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di lingkungan Kantor Bupati.
Fasilitas itu nantinya bukan hanya digunakan kendaraan dinas, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum sebagai bentuk dukungan terhadap penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana melelang kendaraan dinas konvensional secara bertahap apabila sistem kendaraan listrik terbukti lebih efektif dan efisien.
Kebijakan ini dinilai menjadi pendekatan baru Pemkab Deli Serdang dalam menjalankan prinsip penghematan anggaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan mobilitas pemerintahan.
Di tengah tuntutan efisiensi belanja daerah, langkah menyewa mobil listrik dianggap lebih rasional dibanding membeli kendaraan baru yang membutuhkan biaya besar dan perawatan jangka panjang. (RHy).
