Tak Hanya Kades, Warga Sopo Batu Desak Bupati Madina Mengevaluasi Seluruh Aparatur Desa

Madinapos.com, Panyabungan –
Gelombang protes ratusan warga Desa Sopo Batu di Komplek Perkantoran Payaloting, Senin (11/05/2026), ternyata tidak hanya menyasar sang Kepala Desa. Massa juga menuntut Bupati Mandailing Natal melakukan evaluasi total dan mencopot seluruh jajaran perangkat desa yang dinilai telah menelantarkan masyarakat.

Dalam orasinya di tengah aksi saling dorong dengan petugas, massa mengungkap fakta miris mengenai kondisi birokrasi di desa mereka. Hampir seluruh aparat desa dituding tidak lagi berdomisili di Desa Sopo Batu, melainkan menetap di desa tetangga seperti Desa Sigalapang Julu.

” Bagaimana pelayanan mau berjalan kalau aparatnya saja tidak tinggal di desa kami? Kami seperti desa tak bertuan. Kades tidak masuk kantor, aparatnya pun entah ke mana, tinggalnya di luar desa semua,” teriak salah satu pengunjuk rasa di depan barisan Satpol PP.

Kondisi ini dianggap warga sebagai akar penyebab lumpuhnya administrasi dan pembangunan di Sopo Batu selama beberapa tahun terakhir.

Ketegangan yang sempat memuncak akhirnya mereda setelah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahnan Pasaribu, menemui massa. Ia mengonfirmasi bahwa keluhan warga mengenai ketidakhadiran perangkat desa ini sudah masuk dalam catatan Inspektorat.

” Kami sudah mengantongi bukti-bukti terkait minimnya aparatur desa yang bertugas di lapangan. Semua indikasi, termasuk laporan Kades yang tidak masuk kantor selama dua tahun, sedang dirangkum dalam pemeriksaan,” tegas Sahnan.

Sahnan memastikan bahwa aspirasi warga telah ditindaklanjuti secara serius melalui jalur hukum administratif. Ia menjanjikan bahwa keputusan terkait nasib Kades maupun jajaran perangkat desanya akan diumumkan dalam waktu dekat.

” Insya Allah, minggu depan sudah ada keputusan dari hasil audit ini. Kami minta masyarakat bersabar sedikit lagi agar keputusan yang diambil memiliki landasan hukum yang kuat,” tambah Sahnan.

Mendengar janji tersebut, ratusan warga perlahan mulai membubarkan diri. Namun, mereka meninggalkan ancaman serius, jika minggu depan tidak ada perubahan dan evaluasi total, massa akan kembali mengepung kantor Bupati dengan kekuatan yang lebih besar. (Suaib Rizal).