Nasib Kades Sopo Batu Ditentukan Minggu Depan, Asisten I Pemkab Madina : Hasil Audit Sudah Final

Madinapos.com, Panyabungan – Aksi unjuk rasa warga Desa Sopo Batu di Komplek Perkantoran Payaloting, Panyabungan, berlangsung tegang. Massa yang menuntut pencopotan Kepala Desa mereka sempat terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan saat memaksa masuk untuk menemui Bupati Mandailing Natal, Senin (11/05).

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana sempat memanas ketika massa mencoba menembus barisan aparat Tni-Polri serta Satpol PP di pintu masuk. Teriakkan histeris dan aksi saling desak tak terhindarkan sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan setelah Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Sahnan Pasaribu, bersedia menemui massa secara langsung.

Di hadapan warga yang emosional, Sahnan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Madina tidak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa aspirasi warga telah ditindaklanjuti melalui jalur hukum administratif di Inspektorat.

“Aspirasi Ibu dan Bapak sekalian sesungguhnya telah kami respons. Kita telah melakukan audit dan pemeriksaan. Bahkan pada minggu lalu, beberapa dari perwakilan warga sudah dipanggil oleh Inspektorat untuk dimintai keterangan,” ujar Sahnan menggunakan pengeras suara.

Lebih lanjut, Sahnan memaparkan bahwa pihak Pemkab telah mengantongi bukti-bukti terkait keluhan warga, termasuk laporan mengenai Kepala Desa yang tidak pernah masuk kantor selama dua tahun terakhir dan minimnya aparatur desa yang bertugas di lapangan.

Keputusan Minggu Depan
Sahnan meminta masyarakat untuk sedikit bersabar menanti proses yang sedang berjalan. Ia menjanjikan kepastian hukum terkait status Kepala Desa Sopo Batu akan diputuskan dalam waktu dekat.
“Semua indikasi tersebut sudah kami rangkum dalam pemeriksaan. Insya Allah, minggu depan sudah ada keputusan dari hasil audit ini,” tegasnya.

Mendengar penjelasan tersebut, massa akhirnya mulai tenang meskipun tetap memberikan peringatan bahwa mereka akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak segera direalisasikan. (Hamzah).