Madinapos.com, Panyabungan – Keberangkatan jamaah haji tahun ini membawa kisah haru sekaligus inspiratif dari Kabupaten Mandailing Natal. Di antara ratusan calon tamu Allah, terselip dua sosok yang menjadi sorotan, Muhammad Yunus pemuda 17 tahun asal Kecamatan Siabu menjadi jamaah termuda.
Sementara Painem asal Kecamatan Sinunukan jamaah tertua berusia 90 tahun.
Nenek Painem, yang berasal dari Sinunukan, membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menunaikan rukun Islam kelima. Di usia hampir satu abad, semangatnya untuk menginjakkan kaki di Makkah tetap membara. Kehadirannya menjadi motivasi bagi jamaah lain mengenai kesabaran dan keteguhan hati dalam menanti panggilan suci.
Sementara, Muhammad Yunus yang berasal dari Kecamatan Siabu menjadi jamaah paling belia. Di usia yang baru menginjak 17 tahun, Yunus berangkat bukan sekadar untuk dirinya sendiri, melainkan memikul amanah besar. Ia berangkat menggantikan almarhum ayahnya yang telah berpulang sebelum sempat menunaikan ibadah haji.

” Ini adalah bentuk bakti saya kepada Ayah. Saya memohon doa agar ibadah ini berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur bagi saya dan almarhum,” ujar Yunus saat ditemui di Masjid Agung Nur Ala Nur, Minggu (26/4).
Kedua jamaah ini mewakili rentang usia yang lebar dalam manifestasi keberangkatan tahun ini. Keberangkatan mereka diharapkan menjadi pengingat bahwa ibadah haji adalah tentang panggilan hati- baik bagi mereka yang telah menanti puluhan tahun, maupun mereka yang harus memikul tanggung jawab di usia muda.
Bahrudin Juliadi Kabag Kesra Mandailing Natal menjelaskan, jumlah Calon Jamaah haji yang berangkat pada tahun ini sebanyak 342 dengan rincian 130 laki – dan 212 perempuan. Dari Masjid Agung jamaah akan diberangkatkan oleh Bupati H Saipullah Nasution menuju Asrama haji Medan.
” Jemaah akan diberangkatkan oleh bupati menuju asrama haji, jemaah tertua merupakan nenek Painem, sementara termuda Muhammad Yunus,” jelasnya, (Suaib Rizal).











