Madinapos.com, Medan – Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menggelar pertemuan dan silaturahmi bersama jajaran tokoh masyarakat asal Madina yang berdomisili di Medan, Senin (12/1/26).
Adapun tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut seperti Dahlan Nasution, Arsyad Lubis, Prof Zulkarnaen Lubis, Aspan Sofian, Ivan Batubara, Erwan Nasution, Yasir Rido Lubis, direktur ALS, Kanwil Kemenag dan tokoh lainnya.
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Garuda ini menjadi ajang konsolidasi penting dalam upaya percepatan pembangunan pasca-bencana dan penguatan ekonomi daerah.
Dalam silaturahmi ini, Bupati memaparkan kondisi Madina, mulai dari tantangan anggaran hingga progres pemulihan pasca-bencana. Tidak lupa juga ia membagikan hasil koordinasi dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada siang ini.
” Saya berharap semua elemen dapat membantu dan mendukung kemajuan Madina. Dimana saya akan membentuk Tim Percepatan Pembangunan untuk memastikan program strategis berjalan efektif,” ujar Saipullah usai makan malam bersama.
Sementara, Prof. Zulkarnain Lubis membahas ekonomi kerakyatan dan pemerataan dengan mendorong kebangkitan komoditas lokal yang mulai hilang seperti Jeruk Maga dan Pisang Kepok, serta pengembangan pariwisata berbasis rakyat. “Mari kita buang jauh-jauh sifat gut-gut (dengki), ayo fokus membangun,” tegasnya.

Kemudian Ivan Batubara menyoroti pentingnya penciptaan lapangan kerja melalui optimalisasi lahan subur. Ia menyarankan pemerintah daerah membuat paket-paket investasi yang menarik bagi investor.” Madina harus naik kelas dalam pelayanan publik agar dilirik investor,” ungkapnya.
Dalam pertemuan ini, tidak lupa juga eks Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution lebih menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur transportasi, khususnya perpanjangan landasan pacu bandara agar dapat didarati pesawat jenis Boeing 737. Ia juga mengingatkan pentingnya merangkul tokoh-tokoh nasional asal Madina di Jakarta seperti Darmin Nasution dan Todung Mulya Lubis.
Dilanjutkan Yasir Ridho Lubis mengingatkan bahwa pembangunan di Madina membutuhkan keteladanan dan realitas kerja, bukan sekadar wacana. ” Membangun Madina perlu realitas, jangan cuma cakap-cakap saja,” tuturnya.
Aspan Sopian Batubara juga menambahkan ditengah efisiensi anggaran yang melanda Kabupaten/kota kedepannya, khususnya Madina, tentunya peran UMKM harus ditingkatkan dengan membuat pelatihan agar masyarakat bisa terbantu.
Kanwil kemenag meminta kepada Pemkab Madina untuk mengaktifkan MDTA dan buatkan Perbup, magrib mengaji teruskan demi peningkatan Akhlak.
Arsad Lubis juga menambahkan nantinya dalam pembentukan tim percepatan pembangunan, perlu keterwakilan Wilayah. Karakter dan potensinya berbeda.
Diakhir, Zulkarnaen Dosen UIN membahas masalah narkoba dengan mencontohkan di Thailan mengganti tanaman ganja menjadi Tanaman Holtikultura sehingga menimalisir dan menurunkan peredaran.(Suaib Rizal).











