Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

‎Cabjari Madina di Natal Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Tipikor Peremajaan Sawit Rakyat


					‎Cabjari Madina di Natal Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Tipikor Peremajaan Sawit Rakyat Perbesar

Madinapos.com, Natal  – Cabang Kejaksaan Negeri(Cabjari) Mandailing Natal (Madina) di Natal kembali menetapkan tersangka baru atas perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kegiatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Gapoktan Maju Bersama di Desa Sikara-kara dan Desa Taluk, Kecamatan Natal pada Senin (8/12/2025).

‎Penetapan Tersangka baru dengan inisial AA (33) ini dibeberkan melalui giat Press Release di Cabjari Madina di Natal yang dipimpin langsung oleh Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Madina di Natal, Darmadi Edison, S.H., M.H.

‎Dalam Press Release tersebut, Kacabjari Madina di Natal, Darmadi Edison, S.H., M.H., yang didampingi Jaksa Fungsional, Reza Rizaldy Kartiwa, S.H dan Dita Shanaz Saskia,S.H menyampaikan bahwa AA (33), selaku Direktur CV. Sihombuk Lestari ditetapkan sebagai tersangka mulai Senin 8 Desember 2025. Keterlibatan AA (33) atas pengelolaan kegiatan PSR Tahun 2019, 2020, 2021 dan 2022.

‎Lebih lanjut, Darmadi menerangkan bahwa Cabjari Madina di Natal telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan Surat Perintah Penyidikan Nomor  : Print-01/L.2.28.9/Fd.1/10/2025 Tanggal 10 Oktober 2025  dan pada hari ini dilakukan penetapan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan dengan Nomor : TAP -09/L.2.28.9/Fd.1/12/2025.

‎Darmadi pun menerangkan bahwa penetapan tersangka baru ini berdasarkan fakta hukum yang diperoleh Tim Penyidik seperti Keterangan Saksi-saksi, Keterangan Ahli dan Barang Bukti yang disita sesuai Pasal 184 KUHAP.

‎Tersangka AA (33) selaku Direktur CV. Sihombuk Lestari berperan sebagai pihak kedua atau Kontraktor dalam pengelolaan PSR Gapoktan Maju Bersama di Desa Sikara-kara dan Taluk dengan SPK Nomor : 007/SP/GMB/VII/2021 tanggal 05 Juli 2021. Selain itu AA tidak melakukan tumbang chipping atau korek tunggul sesuai perjanjian, tidak melakukan pembuatan drainase/parit/normalisasi saluran air dan teresak sesuai perjanjian dan kegiatan fiktif lainnya. Sehingga telah merugikan negara sebesar Rp. 823.924.880,- (Delapan Ratus Dua Puluh Tiga Juta Sembilan Ratus Dua Puluh Empat Ribu Delapan Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah) berdasarkan Laporan Hasil Audit Tim Akuntan Publik.

‎Tersangka dijerat hukuman Primair Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.
‎Subsidair Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b ayat (2) dan (3) Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHPidana.

‎Kepada wartawan, Darmadi Edison, S.H., M.H., menerangkan bahwa tersangka AA tidak hadir dalam penetapan tersangka atas dirinya, perkara akan tetap lanjut hingga ke persidangan walaupun dengan kondisi In Absentia.

‎Sebelumnya pada hari Selasa 7 Oktober 2025, Ketua Gapoktan Maju Bersama dengan inisial DH telah ditetapkan terlebih dahulu menjadi tersangka dan telah dilakukan penahanan.
‎(R-Adnan)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 571 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

SS Dan SH Miliki Sabu Diamankan Satres Narkoba Polres Palas Di Desa Bulu Sonik, Kec. Barumun

16 April 2026 - 20:58

Bupati Paluta Sampaikan Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

16 April 2026 - 10:25

Camat Barumun Barat Resmi Buka MTQ Ke IV Tingkat Kecamatan

15 April 2026 - 21:22

Cabjari Madina di Natal Laksanakan Penyuluhan Hukum Via Program JMS

15 April 2026 - 20:13

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia Beri Presisi Award Kepada Polres Palas

15 April 2026 - 15:49

Lom Lom Suwondo Lantik 120 ASN. Kepala sekolah yang terbanyak

14 April 2026 - 22:02

Trending di Berita Daerah