Madinapos.com, Pagar Merbau – Langkah modernisasi pertanian di Kabupaten Deli Serdang kian nyata. Drone sprayer kini resmi terbang di lahan pertanian masyarakat.
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Oryza Sativa Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau menjadi pelopor penggunaan drone pertanian pertama di Sumatera Utara. Drone sprayer tersebut diserahkan oleh Bank Indonesia melalui program pengembangan klaster binaan sektor pangan, Rabu (15/10).
Kehadiran drone ini menandai dimulainya transformasi digital di sisi hulu pertanian, yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan efektivitas budidaya petani. Drone digunakan untuk proses pemupukan dan penyemprotan pestisida secara digital, sehingga mampu menghemat waktu dan tenaga.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam memajukan pertanian daerah. Ia menilai modernisasi alsintan merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan sebagaimana asra cita Presiden Prabowo Subianto.
“Bukan hanya drone sprayer, hari ini Bank Indonesia juga memberikan bantuan combine harvester, sementara Pemkab Deli Serdang menambah bantuan mesin transplanter. Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk mendukung kerja petani agar semakin efisien, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Penyerahan bantuan dilakukan dalam kegiatan kick off pengembangan klaster padi di lahan milik Gapoktan Oryza Sativa, bersamaan dengan penyerahan bantuan alsintan kepada Gapoktan Mulia Tani, Kabupaten Langkat. Turut hadir Wakil Bupati Langkat Tiorita br Surbakti.
Dalam momen itu, Asri Ludin Tambunan turut menyampaikan capaian produksi padi Deli Serdang tahun 2024 yang mencapai 486.029 ton gabah atau setara 311.155 ton beras. Dengan kebutuhan beras sebesar 221.343 ton, Deli Serdang mengalami surplus 89.812 ton.
Hingga September 2025, produksi gabah telah mencapai 288.900 ton dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare. Bahkan di beberapa wilayah seperti Percut Sei Tuan, paparnya, produktivitas sudah mencapai 8–9 ton per hektare berkat penggunaan alsintan modern.
“Keberadaan alsintan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Meski demikian, Bupati mengingatkan agar petani tidak menjual seluruh hasil panennya ke luar daerah demi menjaga stabilitas harga dan pasokan lokal.
“Kalau beras kita semua dikirim keluar, masyarakat sendiri yang akan kesulitan. Saya minta petani tetap menjaga pasokan lokal agar daya beli masyarakat terjaga,” tegasnya.
Ia juga memerintahkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi untuk memasukkan pembangunan lenning irigasi di lahan pertanian seluas 329 hektare tersebut dalam anggaran tahun 2026.
“Target kita IP 3 harus tercapai. Pemerintah harus responsif terhadap kebutuhan petani agar produksi terus meningkat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati yang menurut saya luar biasa dalam memperjuangkan pertanian daerah,” ucapnya.
Sebagai mitra pemerintah, Rudy menegaskan bahwa digitalisasi alsintan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Penggunaan teknologi ini bertujuan menurunkan biaya, meningkatkan produktivitas, dan menaikkan pendapatan petani tanpa perlu menaikkan harga,” jelasnya.
Ketua Gapoktan Oryza Sativa, Muliono, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan pemerintah. Ia menyebut para petani kini lebih optimis dengan peningkatan fasilitas dan perhatian yang diberikan.
“Kami berterima kasih atas bantuan yang selama ini sudah diterima. Harapannya kami mohon ke depan 50 persen lenning irigasi bisa diperbaiki. Dengan irigasi ini, kami optimis IP 3 bisa tercapai,” pungkasnya. (RHy).











