Madinapos.com Natal – Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution dan Ketua PKK Yupri Astuti Saipullah Nasution beserta rombongannya mengunjungi wilayah Pantai Barat Untuk kali pertama semenjak dilantik menjadi orang nomor satu di Pemerintahan bumi gordang sambilan.
Agenda pertama Bupati Madina Ini menggelar temu ramah dengan tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta Forkopincam Natal untuk mendengarkan keluhan dan asprinya bertempat di hotel Kurnia Kelurahan Pasar Natal, Kamis (3/4/2025).
Dalam pertemuan itu, H. Saipullah Nasution mengadakan dialog dengan sejumlah tokoh di Kecamatan Natal, salah satunya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Natal, H. Abdul Basor, S.Ag.
Kepada Bupati Mandailing Natal, Ketua MUI Kecamatan Natal ini menyampaikan sorotannya terhadap sejumlah permasalahan diantaranya, masalah Sampah serta kondisi Sungai Batang Natal di Natal yang diduga telah tercemari zat kimia berbahaya seperti Mercury yang berasal dari pengolahan emas di Hulu Sungai.

” Pak Bupati, dalam kesempatan ini saya menyampaikan tentang pentingnya pengelolaan sampah dengan baik. Saat ini di sudut sudut Kecamatan Natal, Sampah bertumpuk dan ini merupakan masalah serius untuk dicari solusinya pak,” ungkap Basor.
Selain itu, kata H. Abdul Basor, S.Ag, penambahan Unit Mobil Damkar serta pelayanan RSUD dr. Husni Thamrin Natal, termasuk tentang kehadiran tenaga medis dalam hal ini dokter-dokter spesialis.
Uniknya, Ketua MUI Natal juga menyampaikan sorotannya tentang aksi-aksi Pertambangan Emas Ilegal (PETI) di Hulu Sungai Batang Natal.
“kami yang di hilir Sungai Batang Natal ini, sangat takut akan dampak bahaya limbah yang bercampur zat-zat kimia, merkuri maupun sejenisnya. Mungkin bahaya zat kimia berbahaya itu dampaknya tidak sekarang, namun 10 sampai 15 tahun kedepan, bagaimana nasib anak cucu kami Pak,” ungkap H. Abdul Basor, S.Ag.
Ia juga mengingatkan, bahwa serapan dari Sungai Batang Natal yang bermuarakan di Muara Natal ini akan sangat berpotensi terhadap kerusakan biota laut apabila Sungai yang sangat dibutuhkan masyarakat banyak ini terus dialiri zat-zat kimia beracun itu, sehingga dipastikan hal itu akan mengancam kehidupan orang banyak, “Papar Ustadz Basor”.
Menanggapi hal itu, Bupati Madina menyampaikan akan membuat terobosan mengenai permasalahan sampah.
“Mengenai Sampah, kita akan buat terobosan. Dengan pengelolaan sampah yang maksimal apakah nantinya melalui daur ulang atau menjadi biodiesel dan sebagainya,” sampai Saipullah.
Lebih lanjut, mengenai kondisi Unit Mobil Damkar dan Pelayanan di Faskes RSUD dr. Husni Thamrin Natal sudah menjadi catatan baginya bersama OPD terkait.
Sementara untuk Pertambangan Emas Ilegal (PETI), kata Saipullah dampak zat kimia yang ditimbulkan dari aktifitas tambang tidaklah harus menunggu puluhan tahun.
“Contoh, bila ibu hamil saja terkena limbah tambang yang tercampur zat kimia berbahaya atau merkuri dan sejenisnya, akan langsung berakibat cacat fisik bagi janin dan bayi yang dilahirkan berpotensi cacat,” terang sang Bupati.
Maka, kata Saipullah, isu yang menahun masalah PETI harus segera dituntaskan. Diantaranya dengan pemetaan wilayah tambang dan perizinan tambang rakyat. Isu ini menurutnya sudah menjadi isu nasional dan perlu dicarikan solusi bersama secara tepat dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan zat kimia tersebut.
Dari pantauan di lokasi, kunjungan Bupati Madina didampingi Ketua PKK Kabupaten Madina, Asisten I, sejumlah pimpinan OPD diantaranya Kadis PMD, Kadis Koperasi, Kadis PUPR, Kasatpol PP dan Damkar berakhir pukul 14.30 Wib dan kemudian bertolak melanjutkan kunjungannya ke Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis.
(R-Adnan).











