Madinapos.com – Siabu.
Dandim 0212/TS Letkol Infanteri Amrizal Nasution melakukan tinjauan lapangan kegiatan normalisasi lahan rawa di Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal, Senin (3/6) pagi.
Dalam kunjungannya, Letkol Inf Amrizal Nasution didampingi oleh Pasiter Kodim 0212/ Tapsel Danramil 12 Siabu serta Babinsa, Camat Siabu dan Uptd Pertanian Mandailing Jae serta sejumlah petani setempat. Mereka secara langsung melihat proses normalisasi lahan yang sedang dilakukan oleh tim ahli teknis dan petani setempat.
Normalisasi lahan rawa merupakan upaya untuk mengubah lahan yang tadinya tidak produktif menjadi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan usaha pertanian. Normalisasi lahan rawa melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pembersihan dan pengeringan lahan, pengaturan saluran air, hingga pembenaman bibit tanaman.
Dalam arahannya, Letkol Inf Amrizal Nasution menyampaikan pentingnya normalisasi lahan rawa sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pertanian daerah,” kita mengapresiasi kerja keras dan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan petani dalam melaksanakan kegiatan ini”, ungkapnya.
Dandim 0212/TS Letkol Inf Amrizal Nasution menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan memfasilitasi berbagai program yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan pertanian di wilayahnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan berkolaborasi dalam upaya memajukan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama dalam mencapai ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
” Dengan adanya kegiatan normalisasi lahan rawa di Kabupaten Madina ini, Khusus nya saat ini di kecamatan siabu, diharapkan akan terjadi peningkatan produksi pertanian yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi ekonomi lokal serta kesejahteraan petani”, ungkapnya.
“Semoga upaya keras dan kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan petani dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di wilayah tersebut”, tambahnya.
Kegiatan tersebut juga di sertai dengan pemberian bingkisan untuk petani di wilayah normalisasi. (Hamzah)











