Madinapos.com – Panyabungan.
Akibat adanya insiden Well Kick di Pat T Sumur T-12, PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) akhirnya menghentikan sementara kegiatan pengeboran dan uji alir sumur T-12 tersebut untuk sementara waktu sambil mempersilahkan Tim Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM bekerja sama dengan Tim SMGP dan POLDA Sumatera Utara sedang melakukan investigasi untuk mencari penyebab utama dari well kick tersebut.
Berdasarkan Siaran Pers dari Head of Corporate Communications PT Sorik Marapi Geothermal Power, Yani Siskartika Selasa (26 /4/2022) yang diterima media ini melalui email. Dalam rilis pers tersebut disampaikan SMGP berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan kepada masyarakat termasuk memberikan bantuan kesehatan bagi masyarakat setempat.
“Penanganan terhadap semburan lumpur dan penanggulangan dampak yang terjadi, Per hari ini, delapan belas (18) orang sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Panyabungan, Mandailing Natal, sedangkan tiga (3) pasien dengan kondisi stabil masih dalam penanganan oleh tim medis”, ungkap Yani dalam rilisnya.
Penanganan dan pengamanan sumur T-12 terus dilanjutkan untuk memastikan sumur benar-benar dalam keadaan aman dan menghilangkan potensi well kick,” Untuk itu, SMGP mohon bantuan dan dukungan dari
Pemda dan masyarakat untuk memberi kami waktu dalam melakukan penanganan lanjutan untuk keamanan masyarakat, pekerja serta lingkungan”, katanya.
Ia juga mengatakan SMGP akan selalu mengutamakan keselamatan warga dan pekerja. Terkait dampak langsung akibat dari
semburan lumpur, SMGP bertanggung jawab dan terus melakukan langkah-langkah penanggulangan dengan bekerja sama dengan masyarakat. SMGP sangat menghargai dan berterima kasih atas dukungan semua pihak antara lain warga desa dan pemerintah termasuk pihak kepolisian dalam menanggulangi dampak kejadian tersebut.
” SMGP juga menyesalkan insiden pemukulan dan penjarahan oleh oknum warga yang terjadi tanggal 24 April 2022 di lokasi proyek kami yang membahayakan pekerja kami, dan berdampak pada jadwal operasi komersial
yang telah ditetapkan. Karena itu, SMGP mengecam segala tindakan dan perilaku kekerasan tersebut. SMGP berharap agar warga sekitar tetap tenang dan terus bekerja sama dalam menciptakan suasana yang
kondusif”, tutup Yani Siskartika dalam rilis tersebut. (Am)











