Madinapos.com – Panyabungan.
Puluhan Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bersatu Madina (AMBM) melakukan aksi demontrasi di Kantor Bupati Madina dan DPRD Mandailing Natal (Madina) Kamis (24/3). Dalam orasinya mahasiswa meminta SMGP ditutup dan angkat kaki dari bumi Mandailing Natal.
Aksi saling dorong mahasiswa dengan petugas Satpol PP tersebut sempat terjadi di halaman Kantor Bupati, kemudian diwarnai dialog panas. Merasa tidak puas, aksi mahasiswa berlanjut ke DPRD Madina, selain penggunaan alat pengeras suara aksi mahasiswa diwarnai bakar ban.
Ahmad Hidayat Batubara, kordinator aksi mahasiswa mengatakan agar Bupati menutup PT. Sorik Merapi Geotermal Power (SMGP). Mahasiswa meminta Bupati untuk membekukan PT. SMGP karena telah banyak memakan korban, dan tidak banyak memberikan manfaat pada masyarakat.
” Telah banyak saudara kita warga Desa Sibanggor Julu yang meninggal akibat kecerobohan PT.SMGP ini, dan kami juga melihat kehadiran PT.SMGP di kabupaten kita ini tidak banyak membawa manfaat”, ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya mahasiswa minta Bupati dan Wakil Bupati segera membekukan PT.SMGP agar perusahaan itu segera angkat kaki dari Bumi Gordang Sambilan ini. Mahasiswa menilai telah banyak terjadi pelanggaran selama perusahaan tersebut beroperasi.
Dari pantauan awak media dilokasi, seluruh aksi berjalan tertib dan lancar. (Suaib)











