Madinapos.com, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam rangka percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Bupati Mandailing Natal ke Kantor Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) di Jakarta, Senin (13/4).
Rombongan Bupati Mandailing Natal diterima langsung oleh Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. Pertemuan ini difokuskan pada upaya membangun sinergi untuk mendukung rencana pembangunan jalan yang menghubungkan Mandailing Natal dengan Kabupaten Padang Lawas (Madina–Palas), serta pengembangan ekonomi alternatif di Kecamatan Panyabungan Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mandailing Natal menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk BNN RI, mengingat kawasan sekitar Panyabungan Timur masih menghadapi tantangan adanya aktivitas penanaman ganja.
” Pembangunan jalan Madina–Palas sangat strategis untuk membuka akses dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Namun, di sisi lain, kami juga perlu pendekatan komprehensif, termasuk dukungan BNN, untuk mengatasi permasalahan sosial yang ada di wilayah tersebut,” ujar Bupati.

Sebagai solusi berkelanjutan, Bupati Mandailing Natal memaparkan rencana pengembangan komoditas unggulan lokal sebagai alternatif ekonomi bagi masyarakat, antara lain komoditas tembakau, kopi, dan aren yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang menjanjikan.
Kepala BNN RI menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. BNN RI, lanjutnya, memiliki program pengembangan ekonomi alternatif yang bertujuan mengajak masyarakat untuk beralih dari tanaman terlarang ke komoditas produktif yang legal dan bernilai ekonomi.
“BNN memiliki program ekonomi alternatif yang dapat disinergikan dengan pemerintah daerah. Kami siap mendukung upaya pengembangan komoditas seperti kopi dan tembakau sebagai pengganti tanaman ganja, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Kepala BNN RI.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, BNN RI mendorong agar segera dilakukan penyusunan kerja sama formal antara BNN RI dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebagai dasar implementasi program di lapangan.
Dalam kunjungan kerja ini, Bupati Mandailing Natal turut didampingi oleh Kepala BNN Kabupaten Mandailing Natal, Sekretaris Daerah, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Dinas Pendidikan.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal optimistis bahwa pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi alternatif dapat berjalan secara terpadu, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (Suaib Rizal).











