Menu

Mode Gelap

Nasional

Ketua PWI Madina Usulkan Penataan Arus Lalu Lintas di Kawasan RSUD Panyabungan


					Oplus_16908288 Perbesar

Oplus_16908288

Madinapos.com, Panyabungan – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Zamharir Rangkuti, mengusulkan penataan ulang tata kelola lalu lintas di sepanjang kawasan RSUD Panyabungan. Hal ini disampaikan guna meningkatkan kenyamanan akses bagi pasien maupun pengunjung rumah sakit.

Usulan tersebut disampaikan Zamharir dalam sesi tanya jawab Forum Konsultasi Publik (FKP) terkait Sosialisasi dan Konsolidasi Rencana Strategis (Renstra) RSUD Panyabungan 2025-2029 yang digelar di Aula RSUD Panyabungan, Kamis (9/4/2026).

Zamharir menyoroti hambatan mobilitas yang terjadi di depan rumah sakit akibat keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar. Menurutnya, akses yang lancar merupakan bagian penting dari pelayanan publik.

“Tadi waktu saya masuk membawa mobil, agak susah lewat. Di sebelah irigasi ada pedagang kaki lima, dan pada seberangnya ada parkir becak motor. Ini saran dari saya agar ke depan lalu lintas berjalan normal,” ujar Zamharir.

Ia menambahkan bahwa kenyamanan pengunjung, baik yang ingin berobat maupun membesuk keluarga, harus menjadi prioritas seiring dengan ambisi RSUD Panyabungan menjadi rumah sakit rujukan utama di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).

Ketua PWI Madina juga menyatakan dukungan penuh terhadap visi RSUD Panyabungan untuk menjadi fasilitas kesehatan yang unggul, profesional, dan responsif.

“Semoga visi menjadi rumah sakit rujukan utama kawasan Tabagsel sebagai wujud kontribusi bagi Madina Maju Madina Madani tahun 2029 dapat terwujud dengan dukungan semua pihak,” ungkapnya.

Menanggapi masukan tersebut, Direktur RSUD Panyabungan, dr. Muhammad Rusli Pulungan, menyebut usulan yang disampaikan Ketua PWI merupakan suatu masukan yang sangat baik untuk ditindaklanjuti kedepannya.

“Saya anggap apa yang disampaikan ini adalah sebuah kritik yang membangun,” ucap Direktur.

Sebelumnya, dr. Rusli juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Langkah ini diambil guna mempercepat transformasi rumah sakit tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.

Rusli juga memaparkan bahwa dukungan Kemenkes bagi RSUD Panyabungan tidak hanya dalam bentuk infrastruktur gedung, tetapi juga pengadaan alat kesehatan (alkes) mutakhir. Saat ini, RSUD Panyabungan telah mendapat dan menerima alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar untuk tiga alat medis utama.

Ketiga alat yang sudah diterima RSUD Panyabungan pada awal April itu yakni, Catheterization Laboratory (Cath Lab), CT Scan, dan Mamografi.

Selain itu, ia memaparkan adanya tambahan dana segar melalui Bantuan Presiden (Banpres) sebesar kurang lebih Rp22 miliar. Nota kesepakatan bantuan ini telah ditandatangani sebelum Idul Fitri lalu dan akan dialokasikan untuk penguatan alat kesehatan lebih lanjut.

“RSUD Panyabungan berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan Kemenkes dengan mengikuti standar nasional agar mampu menyediakan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat Mandailing Natal,” tegasnya. (Suaib Rizal).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

H. Saipullah Nasution Kembali Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Ikanas Periode 2026-2031

11 April 2026 - 23:01

Bupati Madina dan DJPK Kemenkeu Bahas Optimalisasi PAD

11 April 2026 - 10:38

Bupati Mandailing Natal Kunjungi PT Agrinas Palma Nusantara, Perkuat Langkah Peningkatan PAD dari Sektor Sawit

11 April 2026 - 10:28

Kasus Pembunuhan Ferdiansyah, IMM Madina Desak Polisi Periksa Pemilik Usaha Gelundung Ilegal

10 April 2026 - 16:09

RS Permata Madina Disomasi Lagi, Kuasa Hukum Pasien Tuding Ada Kelalaian Medis Berat

10 April 2026 - 08:54

Belasan tim Mendaftar di hari Pertama Kejuaraan Cabang Domino ORADO Madina

9 April 2026 - 16:45

Trending di Nasional