Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Bupati Deli Serdang Kembali Diserang Hoaks, Poskesdes Mabar Jadi Gorengan Receh untuk Jatuhkan dr. Asri Luddin Tambunan


					Bupati Deli Serdang Kembali Diserang Hoaks, Poskesdes Mabar Jadi Gorengan Receh untuk Jatuhkan dr. Asri Luddin Tambunan Perbesar

Madinapos.com, Lubuk Pakam – Upaya menjatuhkan Bupati Deli Serdang, dr. Asri Luddin Tambunan, kembali muncul melalui narasi yang dinilai menyesatkan. Kali ini, sebuah media menggiring opini publik dengan menyebut gedung kesehatan di Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terbengkalai.
Faktanya, bangunan yang dimaksud bukanlah Pustu, melainkan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).

Klarifikasi tegas disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Deli Serdang, Sri Rezeki Batubara, Sabtu malam (21/2/2026).
“Memang benar kondisinya ada yang rusak di beberapa bagian dan sempat tidak ada air. Tapi kami pastikan, gedung itu bukan Pustu seperti yang diberitakan. Itu adalah Poskesdes. Untuk pemeliharaan Poskesdes menjadi kewenangan desa. Dan selama dalam perbaikan, pelayanan tetap berjalan di aula desa,” tegas Sri Rezeki.

Narasi Digiring, Fakta Dipelintir
Isu ini dinilai sengaja digoreng untuk membangun kesan bahwa pemerintah daerah abai terhadap pelayanan kesehatan. Padahal, menurut Dinkes, koordinasi sudah dilakukan sejak awal antara kepala Poskesdes dan Kepala Desa Mabar, Beni Aman Saragih.

Perbaikan telah dilakukan pada 15 Februari 2026, dan sejak 18 Februari 2026, pelayanan kesehatan kembali berjalan di gedung tersebut.
“Pelayanan tetap berjalan sesuai jadwal, satu kali dalam seminggu. Dilaksanakan oleh satu bidan desa, kader kesehatan, dan Ketua TP PKK desa setempat,” jelas Sri Rezeki.

Ia juga membantah keras isu pemecatan bidan yang sempat beredar.
“Itu tidak benar. Tidak ada pemecatan. Bidan sebelumnya dirotasi karena ada kekosongan tenaga kesehatan di desa lain. Penggantinya sudah ada dan bertugas di Poskesdes Mabar,” tegasnya.

Pola Serangan Lama, Sasaran Sama
Pengamat menilai, pola serangan seperti ini bukan hal baru. Setiap kali Pemerintah Kabupaten Deli Serdang melakukan pembenahan layanan publik, selalu muncul isu yang digiring seolah-olah terjadi pembiaran atau kelalaian.
Padahal, di bawah kepemimpinan dr. Asri Luddin Tambunan, sektor kesehatan justru menunjukkan tren perbaikan signifikan.

Beberapa indikator yang menunjukkan peningkatan layanan kesehatan di Deli Serdang antara lain:

Penguatan layanan primer melalui optimalisasi Poskesdes dan Pustu di berbagai desa, Peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi balita, Penurunan angka stunting melalui program intervensi terpadu bersama TP PKK dan kader kesehatan, Digitalisasi pelaporan kesehatan untuk mempercepat respons pelayanan dan Peningkatan kehadiran tenaga kesehatan di desa-desa yang sebelumnya mengalami kekosongan.

Program “Deli Serdang Sehat” yang menjadi bagian dari visi pembangunan daerah, terus dijalankan dengan pendekatan kolaboratif antara Dinkes, pemerintah desa, serta masyarakat.
Pelayanan Nyata, Bukan Omon-omon
Sri Rezeki menegaskan bahwa pelayanan kesehatan di Desa Mabar tidak pernah berhenti.

“Ini bukan omon-omon. Pelayanan kesehatannya benar-benar diterapkan. Masyarakat tetap mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Kepala Desa Mabar, Beni Aman Saragih, juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperbaiki fasilitas kesehatan desa.
“Terima kasih atas sarannya, kami akan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucapnya.

Publik diminta bijak, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Klarifikasi dan fakta di lapangan menunjukkan bahwa isu yang berkembang lebih merupakan upaya pembentukan opini dibanding gambaran kondisi sebenarnya.

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, sektor kesehatan di Deli Serdang tetap berjalan dan terus dibenahi. Serangan hoaks yang bersifat sensasional dinilai tidak akan menghentikan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, yang berbicara bukan narasi — melainkan kerja nyata. (RHy).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Tim ORADO Madina Raih Juara 2 di Kejurprov I Sumut

21 April 2026 - 16:15

GM GRIB Jaya Madina Kritik Keras: Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata

21 April 2026 - 15:16

Tim Hukum Korban Bergerak Cepat ! Dua Surat Resmi Diserahkan ke Polsek Sungai Beremas, Desak Pendalaman Kasus Penganiayaan terhadap Ibu Hamil

21 April 2026 - 07:41

Antisipasi Kekeringan Ekstrem, Bupati Madina Hadiri Rakor Khusus di Kementan

20 April 2026 - 16:42

Benteng Integritas Dibangun di Pematang Siantar: Seluruh Petugas Lapas Ikrarkan Perang Total Lawan Handphone Ilegal, Pungli dan Narkoba

20 April 2026 - 15:55

H. Saipullah Nasution Buka Kejurnas Karate ASKI-JKA IX di Jakarta, Targetkan Delegasi ke Kejuaraan Dunia

20 April 2026 - 14:24

Trending di Berita Daerah