Madinapos.com, Batahan – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa daerah. Fadil Fauzan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, putra asli Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal, resmi lolos sebagai finalis nasional dalam ajang Toba Creative Competition (TCC) 2026 kategori lomba karya tulis ilmiah.
Toba Creative Competition (TCC) 2026 merupakan kompetisi kreatif berskala nasional yang mengusung tema “Spirit of Toba: Inspiring Innovation, Sustaining Culture”, mencakup kategori Toba Essay Competition (TEC) dan Toba Research Competition (TRC). Setelah melewati proses seleksi ketat mulai dari abstrak hingga full paper, Fadil dinyatakan lolos sebagai finalis di antara karya-karya terbaik mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Pada babak final, Fadil Fauzan dijadwalkan akan mempresentasikan karya ilmiahnya pada tanggal 6 hingga 9 Februari 2026 yang dipusatkan di Politeknik Ganesha Medan. Selain sesi presentasi dan penilaian final, seluruh finalis juga akan mengikuti agenda field trip ke kawasan Danau Toba, sebagai bagian dari rangkaian utama TCC 2026 untuk memperkuat pemahaman kontekstual terkait pariwisata, budaya, dan keberlanjutan.
*Angkat Potensi Pulau Tamang Lewat Gagasan Tamang Eco Tourism*
Karya tulis ilmiah yang mengantarkan Fadil ke babak final berjudul “Tamang Eco Tourism: Membangun Masa Depan Berkelanjutan Melalui Community-Based Tourism di Pulau Tamang, Kabupaten Mandailing Natal”. Karya ini mengusung gagasan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism/CBT) sebagai strategi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif.
Dalam karyanya, Fadil menyoroti Pulau Tamang di Kecamatan Batahan sebagai wilayah pesisir yang memiliki potensi yang sangat besar, mulai dari pantai berpasir putih, hutan mangrove, terumbu karang alami, hingga kearifan lokal masyarakat pesisir seperti sistem perikanan tradisional ramah lingkungan, seni budaya, dan kuliner khas daerah.
Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum dikelola secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur, minimnya promosi wisata, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam tata kelola destinasi. Melalui konsep Tamang Eco Tourism, Fadil menawarkan integrasi antara konservasi lingkungan pesisir, pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, penguatan kelembagaan komunitas, serta digitalisasi promosi wisata.
“Motivasi saya mengikuti Toba Creative Competition ini adalah untuk membawa nama daerah, khususnya Kecamatan Batahan dan Pulau Tamang, agar dikenal di tingkat nasional melalui gagasan ilmiah yang solutif dan berkelanjutan,” ujar Fadil.
*Rekam Jejak Prestasi Akademik*
Capaian ini melengkapi rekam jejak prestasi Fadil Fauzan sebagai mahasiswa. Sebelumnya, ia juga tercatat sebagai peraih penghargaan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UIN Sultan Syarif Kasim Riau 2025, yang menegaskan konsistensinya dalam bidang akademik, riset, dan kontribusi gagasan pembangunan berbasis lokal.
Menurutnya, karya ilmiah tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai instrumen perubahan sosial yang mampu menjembatani kepentingan masyarakat, pemerintah, dan dunia akademik.
*Harumkan bawa Nama Daerah, Harap Dukungan realisasi dan perhatian Pemerintah*
Sebagai putra daerah, Fadil berharap isu dan potensi pulau tamang yang lolos final dalam lomba TCC 2026 dapat menjadi perhatian bersama, khususnya pemerintah daerah.

“Tujuan utama saya hanya ingin mengharumkan nama tempat saya berasal. Saya berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian dan dukungan kepada mahasiswa sekaligus membuka ruang agar gagasan-gagasan pembangunan seperti Tamang Eco Tourism dapat ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Keikutsertaan Fadil dalam final Toba Creative Competition 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi pintu awal kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi wisata pesisir Pulau Tamang, Kecamatan Batahan, secara berkelanjutan. (Topen).











