Madinapos.com, Siabu – Bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Muara Batang Angkola (MBA) Camat Siabu kunjungi dus dusun terisolir pasca banjir yaitu Dusun Lubuk Sihim dan Aek Tombang kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (14/12)
Camat Siabu Sudrajat Putra Batubara S.H.MH Kunjungan kami ke Dusun Lubuk Sihim dan dusun Aek Tombang hari ini membuka mata dan hati kami semua.
Di tengah keterisolasian wilayah pegunungan, saudara-saudara kita dari Suku Nias tetap bertahan dengan semangat hidup yang luar biasa.
Namun, semangat itu harus dibalas dengan kehadiran negara yang nyata,” ujar Camat Siabu.
Kami mendengar langsung jeritan kebutuhan masyarakat, terutama terkait akses transportasi yang hingga kini masih sangat sulit. Jalan yang berlumpur, jurang curam, perbukitan ekstrem, serta keharusan menyeberangi Sungai Batang Gadis dan Batang Angkola menjadi tantangan harian yang tidak seharusnya terus mereka hadapi..
Camat menambahkan, perhatian khusus diberikan pada dunia pendidikan.
Sungguh menyentuh ketika mendengar anak-anak berusia tujuh tahun harus menempuh perjalanan hingga tiga jam dengan risiko tinggi hanya untuk bersekolah.
Bukan sekadar soal jarak, tapi juga keselamatan dan masa depan mereka.
Karena itu, warga berharap adanya pembangunan kelas jauh agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan layak.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan harapan akan penerangan.
Permintaan pemasangan lampu tenaga surya adalah kebutuhan mendasar.
Penerangan bukan hanya soal cahaya, tapi tentang rasa aman, kualitas hidup, dan harapan baru di malam hari.
Dalam kunjungan Camat menyerahkan bantuan sembako pascabencana.
“Kami hadir membawa bantuan sebagai bentuk kepedulian atas musibah tanah longsor yang menimpa warga.
Medan ekstrem yang kami lalui tidak sebanding dengan perjuangan warga yang setiap hari hidup dalam keterbatasan.”
“Insyaallah, seluruh aspirasi ini akan kami sampaikan dan perjuangkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Kami tidak ingin warga di wilayah terisolir merasa sendirian. Pembangunan harus menjangkau hingga ke pelosok, karena keadilan sosial tidak boleh berhenti di tengah jalan.”
Turut serta dalam kegiatan Kepala Desa MBG Satria Wira berjalan sekaligus menguji adrenaline .
(Adanan)











