Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Bupati Berusaha Membuka Akses Pendistribusian Sembako ke Batahan dan Simpang Pining


					Bupati Berusaha Membuka Akses Pendistribusian Sembako ke Batahan dan Simpang Pining Perbesar

Madinapos.com, Kotanopan – Bupati Mandailing Natal (Madina) H Saipullah Nasution bersama rombongan berusaha untuk membuka akses pendistribusian sembako ke Desa Batahan Kotanopan dan Simpang Pining Ulu Pungkut akibat tertimbun longsor beberapa hari belakangan ini, sehingga mengakibatkan dua desa tersebut terisolir dan kebutuhan bahan pokok masyarakat menipis.

Bupati menerangkan, ada sejumlah titik longsor tutupi badan jalan menuju dua desa tersebut sehingga pendistribusian sembako jadi terhambat. Namun Bupati menegaskan warga yang terisolir tidak akan mengalami kekurangan kebutuhan bahan pokok karena pihak Pemkab Madina akan berusaha semaksimal mungkin.

Bupati juga mengatakan, secara umum tidak ada ditemukan kendala dalam membuka akses ini, hanya jalur yang sempit menuju lokasi sehingga menyulitkan alat berat untuk masuk ke dalam.

” Secara umum tidak ada kesulitan dalam membuka akses ini, hanya kesulitan membawa alat berat menuju lokasi, namun biarpun begitu pihak PUPR akan maksimalkan agar bisa ditembus untuk 3 hari kedepannya untuk mengantar sembako,” katanya, Minggu (30/11).

Melalui keterangan kepada desa, masyarakat di Batahan dan Simpang Pining masih mempunyai sembako dalam beberapa hari kedepannya, artinya dalam 2-3 hari ini masih cukup.

Walaupun begitu, Bupati telah memerintahkan Forkopimcam untuk mulai mengantarkan sembako secara manual bila kebutuhan mendesak sembari pembersihan longsoran melalui Dinas PUPR selesai.

” Bila diperlukan, Forkopimcam mengantarkan sembako secara estafet berjalan kaki dari posko yang telah tersedia di desa sekitar,” pungkas Bupati.

Diketahui, Desa Batahan terisolasi sejak Selasa 25 November 2025 sampai saat ini, Minggu, 30 November 2025. Enam titik longsor kapasitas besar memenuhi jalan penghubung Pagar Gunung-Batahan. Selain itu, banjir bandang juga menerjang desa tersebut yang mengakibatkan sekitar 20 hektare sawah tergenang dan 13 kincir air sumber listrik rusak total.

Sementara, Desa Simpang Pining terisolasi sejak Kamis, 27 November 2025. Setidaknya ada lima titik longsor yang menimbun badan jalan dengan yang terbesar ada di hulu Desa Simpang Duhu Lombang. Material longsor berupa tanah, batu, dan pohon tumbang menimbun jalan sampai sekitar 30 meter. (Redaksi).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

SS Dan SH Miliki Sabu Diamankan Satres Narkoba Polres Palas Di Desa Bulu Sonik, Kec. Barumun

16 April 2026 - 20:58

Bupati Paluta Sampaikan Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

16 April 2026 - 10:25

Camat Barumun Barat Resmi Buka MTQ Ke IV Tingkat Kecamatan

15 April 2026 - 21:22

Cabjari Madina di Natal Laksanakan Penyuluhan Hukum Via Program JMS

15 April 2026 - 20:13

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia Beri Presisi Award Kepada Polres Palas

15 April 2026 - 15:49

Lom Lom Suwondo Lantik 120 ASN. Kepala sekolah yang terbanyak

14 April 2026 - 22:02

Trending di Berita Daerah