Madinapos.com, Panyabungan – Kementerian Sosial Republik Indonesia (RI) membantu logistik kepada korban bencana alam banjir dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Maryani Mansur sebagai Plt. Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) melalui Muhammad Delmi memaparkan untuk penanganan bencana alam, Kemensos RI mengirimkan bantuan logistik untuk beberapa wilayah terdampak di Mandailing Natal.
Daftar pengiriman barang logistik darurat untuk penangan bencana banjir berupa tenda Gulung 200 Lembar dan tenda serbaguna 6 unit yang dikirim dari Gudang Sentra Bahagia Medan ke Dinas Sosial Mandailing Natal pada hari Jumat 28 November 2025.

Baru, kemudian logistik dari Dit. PSKBA dari gudang sentra Abiseka ke Dinsos Madina berupa Family Kit 2024 sebanya 200 paket, Kidsware 2024 sebanyak 200 paket, Sandang anak 2024 sebanyak 200 paket, Selimut 2024 sebanyak 200 lembar dan Kasur 2024 sebanyak 200 lembar dengan total bantuan senilai Rp318.290.000,-.
Barang ini dikirim dari Gudang Sentra Abiseka Pekanbaru pada hari Sabtu 29 November 2025 untuk digunakan sebagai penanganan bencana banjir.
Kemudian makanan siap saji 1.000 paket dengan total Rp282.098.800 dikirim dari Gudang Sentra Bahagia Medan ke Dinas Sosial Mandailing Natal hari Jumat 28 November 2025 untuk penanganan bencana banjir di wilayah Mandailing Natal.
” Semoga bantun kita dari Kemensos RI ini bermanfaat bagi masyarakat Mandailing Natal,” harap Muhammad Delmi, Minggu (30/11).
Sementara, Bupati Mandailing Natal H Saipullah Nasution mengucapkan terimakasih kepada Kemensos RI atas bantuan yang telah diberikan ini.
” Kita telah menerima bantuan dari Kementerian Sosial yang diserahkan oleh saudara kita Muhammad Delmi, yang akan kita salurkan langsung kepada masyarakat terdampak banjir di beberapa titik di Madina, khususnya wilayah Pantai Barat,” ucap Bupati.
Diakhir, Bupati menjelaskan untuk wilayah Pantai Barat logistik sudah cukup untuk beberapa hari depannya, artinya tinggal mendistribusikannya kewilayah terdampak, kedepannya Pemkab Madina akan menyusul ke daerah terdampak lainnya. (Redaksi).











