Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Selesaikan Persoalan Pedagang Pasar Lama, Bupati Madina Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli


					Selesaikan Persoalan Pedagang Pasar Lama, Bupati Madina Gratiskan Sewa Los Pasar Tapanuli Perbesar

Madinapos.com, Panyabungan – Masih banyaknya pedagang yang enggan pindah berjualan dari jalan lingkar Pasar Lama (Pasar Kuliling) ke Pasar Tapanuli di Kelurahan Kayujati, Panyabungan, membuat Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengambil langkah strategis dengan menggratiskan biaya sewa los di pasar yang baru beroperasi sekitar tiga bulan itu.

Pembebasan biaya sewa itu disampaikan Bupati Saipullah dalam acara dialog pedagang dengan pemerintah di Pasar Kuliling, Panyabungan, pada Jumat, 26 September 2025. Dalam kesempatan itu, para pedagang menyampaikan beberapa kondisi yang mereka hadapi sehingga memilih tidak pindah.

“Sewa los bagi pedagang sayur dan kue-kue basah gratis sampai akhir tahun. Pembayaran sewa baru dimulai Januari tahun depan,” kata bupati.

Secara persuasif, Bupati Saipullah kembali mengajak para pedagang agar pindah dan menempati Pasar Tapanuli. Sebelumnya, Pemkab Madina sudah beberapa kali melakukan dialog dengan pedagang dalam upaya pemindahan ke tempat baru.

“Kami akan tetap memelihara lingkungan ini agar tetap nyaman. Kami mohon kerelaannya,” sebut dia.

Bupati yang hadir bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, dan Kepala Dinas Perindag Parlin Lubis itu, mengingatkan bahwa berjualan di pinggir jalan lingkar itu melanggar RTRW dan tata ruang kota.

Meski demikian, bupati mengingatkan tidak ada larangan berjualan bagi yang memiliki ruko di sepanjang jalan itu. “Yang hendak dipindahkan itu pedagang sayur. Kami ingin para pedagang pindah ke pasar yang baru supaya kami bisa menambah fasilitas-fasilitas yang lebih baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis meminta para pedagang untuk mengikuti aturan yang dikeluarkan pemerintah terkait penataan kota Panyabungan.

“Saran saya, pindah dulu ke sana. Seiring berjalannya waktu, Pak Bupati sudah berjanji akan menambah fasilitas Pasar Tapanuli, kalau nanti tidak berjalan baik ini pasti akan dievaluasi,” kata dia.

Di sisi lain, ketua DPRD juga mengingatkan para pemilik ruko di jalan lingkar itu agar tidak menyewakan halaman gedung kepada para pedagang. Dia meyakini ketika seluruh pedagang pindah, maka pembeli pun akan ramai di Pasar Tapanuli.

Hamidah, salah satu pedagang, mengutarakan pemindahan pedagang harus keseluruhan. Sebab, selama ini yang terjadi tidak demikian dan akhirnya pasar terbagi menjadi dua. “Kalau mau dipindahkan, semuanya dipindahkan jangan ada dua pasar,” kata dia.

Lebih lanjut, Hamidah menerangkan kondisi pasar yang terbagi dua itu menyebabkan banyak pedagang yang terutang di lokasi yang lama dan mengalami hal serupa di lokasi yang baru. “Kami yang jualan di sana terutang, jualan di sini pun terutang,” pungkas dia.

Penjual lain berharap Pemkab Madina tetap memberi ruang bagi mereka untuk berjualan di jalan lingkar itu. Menurut dia, kalaupun semua pedagang dipindahkan, los yang tersedia tidak mencukupi. Terkait ini, bupati menegaskan jumlah los lebih banyak dari jumlah pedagang sesuai dengan data milik pemerintah. (Redaksi).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 102 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

SS Dan SH Miliki Sabu Diamankan Satres Narkoba Polres Palas Di Desa Bulu Sonik, Kec. Barumun

16 April 2026 - 20:58

Bupati Paluta Sampaikan Pengantar LKPJ Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD

16 April 2026 - 10:25

Camat Barumun Barat Resmi Buka MTQ Ke IV Tingkat Kecamatan

15 April 2026 - 21:22

Cabjari Madina di Natal Laksanakan Penyuluhan Hukum Via Program JMS

15 April 2026 - 20:13

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia Beri Presisi Award Kepada Polres Palas

15 April 2026 - 15:49

Lom Lom Suwondo Lantik 120 ASN. Kepala sekolah yang terbanyak

14 April 2026 - 22:02

Trending di Berita Daerah