Madinapos.com, Natal – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasar III Natal menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2025 di Kantor BPD Desa Pasar III Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal.
Kegiatan Musdes Penetapan RKPDes tersebut dipandu Ketua BPD Pasar III Natal, Mislahuddin, S.Pd dan dihadiri Pihak Pemerintah Kecamatan Natal yang diwakili Kasi Pemerintahan, Balia Sakti, S.Sos, dan staf Daflan, S.Sos, Bhabinkamtibmas dari Polsek Natal, Babinsa Koramil 17 Natal, Babinpotmar dari Pos TNI AL, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, Kepala Desa Pasar III Natal dan perangkat desanya, serta sebagian warga Pasar III Natal.
Dalam sambutannya di Musdes tersebut, Kepala Desa (Kades) Pasar III Natal, Sufri Helmi, S.Sos menyampaikan hanya sekitar Rp. 200.000.000,- lagi yang akan dikelola oleh desa dari pagu Tahun 2025 sebesar Rp.666.344.000,-
“Dana Desa dibagikan kalau secara globalnya ratusan juta kan? Perlu bapak/ibu pahami dan ketahui bahwa dana desa itu tidak seutuhnya kita yang mengelola,” kata Sufri dihadapan warganya pada Kamis (14/3/2025).
Lebih lanjut, kata Sufri hal ini karena adanya program-program pemerintah pusat seperti BLT, Ketahanan Pangan, Stunting, dan ditambah banyak lagi program dari pemerintah daerah.
“Kalau kami hitung-hitung maksimal tinggallah 30% lagi itu yang akan kita kelola. Setelah kami orat-oret bersama Sekdes hanya berkisar Rp 200.000.000,- lagi lah lebih kurang yang akan dikelola,” ucap Sufri.
Dijelaskan Sufri ada penurunan pagu anggaran yang diterima oleh Desa Pasar III Natal dari tahun sebelumnya di tahun 2024 sebesar Rp. 871.552.000,-
Ia pun mohon maaf apabila tidak semua usulan pembangunan desa dapat diakomodir.
“Jadi saya mohon maaf bila belum bisa diakomodir dan semoga kedepannya bisa dapat kita akomodir, kita akan konsultasikan dengan bapak pendamping desa bagaimana dana desa kita naik atau dana-dana lainnya,” ucapnya di sela-sela sambutannya.
Sementara itu salah satu warga Desa Pasar III Natal, Fuad mempertanyakan pembelian sapi di tahun 2024.
“Tolong penjelasan nya pak, ini terkait masalah bantuan sapi, sapi itu dimana? Tarok lah di tempat pak Nando, tetapi pengurusnya siapa? Dan dititipkan disana, operasional dari sapi itu apakah dibayar ? ” tanya Fuad.
Menanggapi pertanyaan itu Sufri mengatakan, “Bahwa sapi itu berada di kandangnya Kades Sasaran, saudara Nando. Saya minta waktu, setelah Musdes baru kita bahas, bagaimana mekanisme hasil Musdes itu arahnya, atau arah sapi itu bagaimana, atau dibagikan begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban atau bagaimana? Makanya ini saya minta juga ibu KUPT menerangkan bagaimana supaya safety, karena saya gak mau nanti pembagian sapi ini kalau seandainya dibagi, saya dipanggil-panggil penegak hukum, jadi bapak bersabar, nanti akan diterangkan ibu Irmawati,” ujar Sufri.
Ditempat yang sama, Kepala UPT BP3 Pertanian, Irmawati, S.P menyampaikan bahwa lembu atau sapi itu tidak harus dibagi.
“Tidak ada petunjuk untuk dibagi-bagi ke tangan perorangan tetapi melalui kelompok. Nah manfaat nya apa? Contoh Hari raya, kita menjelang hari raya gak salah kita potong, bagikan dagingnya kepada masyarakat. Itu pemanfaatan bukan untuk perorang. Tidak ada petunjuknya untuk dibagi perorang. Jadi digunakan untuk kebersamaan, namanya dana desa, masyarakat punya silahkan. Misalnya lembu yang tadi dari 7 menjadi 10, nah dagingnya bisa dimanfaatkan, tiap tahun bisa sapinya dipotong dan dibagikan untuk setiap rumah tangga,” pungkasnya.
Dari pantauan di lokasi kegiatan Musdes Penetapan RKPDes 2025 Pasar III Natal yang dimulai pukul 09.00 Wib sampai selesai berlangsung lancar.
(R-Adnan)











