Menu

Mode Gelap

Peristiwa

Akibat Cuaca Ekstrim, Kapal Nelayan Dihantam Ombak dan Karam Di Kecamatan Natal


					Akibat Cuaca Ekstrim, Kapal Nelayan Dihantam Ombak dan Karam Di Kecamatan Natal Perbesar

Madinapos.com – Natal.

Cuaca ekstrim beberapa hari ini melanda wilayah Pantai Barat mengakibatkan satu Kapal Nelayan dari Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal pecah dihantam ombak besar dan teggelam ditengah lautan, Senin (14/10/2024) sekira pukul 22.00 Wib.

Kasat Pol Air Polres Madina, AKP. Ali Akbar Hasibuan saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut,”Ya ada, tapu tidak ada korban jiwa, Anak Buah Kapal selamat,” balasnya melalui whatsaap.

Dari informasi yang dihimpun kapal nelayan KM. ALDI ukuran 2 GT tersebut diperkirakan tenggelam dihantam badai dan gelombang laut sekitar 5 Mil arah selatan Pulau Unggeh. Sekitar Desa Sikara-Kara, Kecamatan Natal.

Kapal tersebut bertolak dari pantai diperkirakan pukul 20.00 Wib dengan crew Kapal sebanyak 4 (empat) orang dengan Aldi (24) sebagai Nakhoda kapal.

Akibat hantaman gelombang dan ombak besar, badan kapal pecah, sehingga para ABK terpaksa melompat menyelamatkan diri masing-masing dengan menggunakan pelampung papan dan jerigen. Para ABK tersebut berenang hingga ke tepi sekira pukul 01.00 Wib, Selasa (15/10/2024) dan pulang kerumah.(R-113)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 1,350 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Buntut Longsor Maut PETI di Muara Pungkut, Polres Madina Buru Pemilik dan Penanggung Jawab

1 Februari 2026 - 14:08

Tambang Emas Ilegal di Kotanopan Longsor, Satu Warga Tewas, Dua Luka Berat

1 Februari 2026 - 12:50

BPBD Madina dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Api di HPT Desa Sikapas

29 Januari 2026 - 11:59

Tim Gabungan Berjibaku Padamkan 20 Hektar Hutan Produksi di Mandailing Natal

28 Januari 2026 - 21:58

Mayat Pria Muda Ditemukan di Aliran Sungai Belumai Tanjung Morawa

25 Januari 2026 - 18:21

Terjebak Dua Tahun dalam Pohon Aren, Identitas Kerangka Akhirnya Teridentifikasi

17 November 2025 - 22:28

Trending di Peristiwa