Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Dosen KPI STAIN Madina Sajikan Gagasan Revitalisasi Humas PTKIN Dengan AI


					Dosen KPI STAIN Madina Sajikan Gagasan Revitalisasi Humas PTKIN Dengan AI Perbesar

Madinapos.com – Panyabungan

Ahmad Salman Farid, M.Sos, Dosen Komunikasi Penyiaran Islam (KPI ) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Prov. Sumut Sajikan Gagasan Revitalisasi Humas PTKIN dengan Artifical Intelegence (AI) untuk Menarik Mahasiswa Baru di International Conference on Da’wa and Communication 2024.

Hal tersebut disampaikan saat Ahmad Salman Farid, M.Sos, saat turut berpartisipasi dalam International Conference on Da’wa and Communication (ICONDAC) 2024 yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya.

Tema yang diangkat adalah The Future of Digital Communication Prediction: Personalized Communications with Generative AI. Konferensi ini berlangsung secara daring melalui Zoom dan diikuti oleh 17 peserta terpilih dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia, Rabu (24/7)

Dalam sesi yang dimoderatori oleh Ibu Ariza Qurrata A’yun, M.Med.Kom dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Farid menyajikan penelitian berjudul “Revitalizing PTKIN PR Mass Media Communication in North Sumatera Through AI to Attract New Prospective Students”.

Dalam presentasinya, Farid menyoroti pentingnya penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam strategi komunikasi humas PTKIN untuk menarik calon mahasiswa baru.

Farid memulai presentasinya dengan menguraikan tantangan yang dihadapi oleh PTKIN di Sumatera Utara dalam menarik minat calon mahasiswa. Menurutnya, persaingan antar perguruan tinggi semakin ketat, sementara ekspektasi calon mahasiswa terhadap kualitas pendidikan dan layanan informasi terus meningkat. Oleh karena itu, inovasi dalam strategi komunikasi menjadi sangat krusial.

“Pemanfaatan AI dapat memberikan solusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas komunikasi humas PTKIN. AI membantu personalisasi pesan yang lebih tepat sasaran, analisis data yang lebih mendalam, dan respons yang lebih cepat terhadap pertanyaan dan kebutuhan calon mahasiswa,” ujar Farid dalam pemaparannya.

Ia juga menekankan bahwa melalui AI, PTKIN dapat memanfaatkan analisis data untuk memahami tren dan preferensi calon mahasiswa, sehingga kampanye pemasaran dapat disesuaikan dengan lebih baik. Misalnya, AI dapat digunakan untuk menganalisis interaksi di media sosial, mengidentifikasi topik-topik yang paling diminati, dan merancang konten yang relevan dan menarik.

Selain itu, Farid juga membahas bagaimana chatbot berbasis AI dapat meningkatkan interaksi dengan calon mahasiswa. Chatbot ini dapat memberikan informasi secara real-time, menjawab pertanyaan umum, dan memberikan panduan pendaftaran dengan lebih efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan pengalaman calon mahasiswa, tetapi juga mengurangi beban kerja staf humas.

Menanggapi presentasi tersebut, Dr. Marlina, MA, Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam STAIN Madina, memberikan apresiasi yang tinggi. “Paparan Ahmad Salman Farid memberikan wawasan baru yang sangat berharga bagi kami di STAIN Madina. Implementasi AI dalam strategi humas PTKIN bukan hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan menarik minat calon mahasiswa yang lebih luas,” ujar Dr. Marlina.

Dr. Marlina juga menambahkan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan untuk mengadopsi beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh Farid dalam presentasinya. “Kami akan mengkaji lebih lanjut potensi penerapan AI dalam strategi komunikasi kami, serta mencari peluang kolaborasi dengan pihak-pihak yang kompeten di bidang teknologi informasi dan komunikasi,” tambahnya.

Secara keseluruhan, presentasi Ahmad Salman Farid di ICONDAC 2024 telah memberikan kontribusi positif dalam diskusi tentang pengembangan strategi komunikasi humas PTKIN. Dengan adanya teknologi AI, diharapkan PTKIN di Sumatera Utara, termasuk STAIN Madina, dapat lebih efektif dalam menarik minat calon mahasiswa baru dan meningkatkan citra positif di mata masyarakat.

Konferensi ini menjadi ajang penting bagi para akademisi dan praktisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta menjalin kerja sama dalam menghadapi tantangan dan peluang di bidang komunikasi dan dakwah Islam. Dengan partisipasi aktif seperti yang ditunjukkan oleh Ahmad Salman Farid, diharapkan akan ada lebih banyak inovasi dan perkembangan positif di masa depan.(Hz)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 86 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Bupati Madina Sampaikan Pidato LKPJ Tahun 2025, Ini Fokusnya

21 April 2026 - 22:02

Tim ORADO Madina Raih Juara 2 di Kejurprov I Sumut

21 April 2026 - 16:15

GM GRIB Jaya Madina Kritik Keras: Longsor Berulang, Pemprov Sumut Seolah Tutup Mata

21 April 2026 - 15:16

Tim Hukum Korban Bergerak Cepat ! Dua Surat Resmi Diserahkan ke Polsek Sungai Beremas, Desak Pendalaman Kasus Penganiayaan terhadap Ibu Hamil

21 April 2026 - 07:41

Antisipasi Kekeringan Ekstrem, Bupati Madina Hadiri Rakor Khusus di Kementan

20 April 2026 - 16:42

Benteng Integritas Dibangun di Pematang Siantar: Seluruh Petugas Lapas Ikrarkan Perang Total Lawan Handphone Ilegal, Pungli dan Narkoba

20 April 2026 - 15:55

Trending di Berita Daerah