Madinapos.com – Palas.
Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Pandang Lawas (Palas) melaksanakan penyembelihan hewan kurban 1 ekor sapi usai melaksanakan sholat hari raya idul adha 1445 H bertempat di wilayah kantor sekretariat DPD KNPI jalan KH. Dewantara lingkungan VI kelurahan Pasar Sibuhuan, kecamatan Barumun, Senin 10 Zulhijjah 1445 H (17/06/2024) pagi.
Sebagai pemotong hewan tersebut dilaksanakan Ketua Majelis Ulama Indonesi (MUI) Padang Lawas Ustadz H. Ismail Nasution LC. M.th
Ketua DPD KNPI Padang Lawas Muhammad Isra’ Hasibuan di dampingi Husnul Yaqin Harahap MM mengucapkan terimakasih kepada pada ketua MUI yang telah meluangkan melakukan pemotongan hewan qurban tersebut dan kepada jajaran dan anggota KNPI DPD Palas.
Ia juga mengatakan di momentum hari raya Idul Adha merupakan waktu yang tepat untuk mengasah kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat sebagai jati diri bangsa indonesia,’ kata Isra’
“Saya berharap dengan berkurban ini bisa memberikan rasa kepedulian terhadap sesama. Selain itu, diharapkan pembagian daging sapi ini dapat meningkatkan kebersamaan kita kedepannya” ucap Isra’
Isra’ juga mengatakan kegiatan KNPI melakukan qurban adalah wujud pembinaan kerohanian kepada generasi muda baik pimpinan maupun anggota agar peka dan peduli terhadap warga yang kurang mampu, sekaligus melaksanakan sarat dan syariat agama Islam yang mayoritas penduduk masyarakat kabupaten Padang Lawas.
Qurban tambah Isra’, merupakan salah satu syariat yang telah ada sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Tercatat dalam sejarah manusia pertama yaitu Nabi Adam, Allah telah menurunkan perintah berqurban kepada Qabil dan Habil sebagai simbolisasi pengorbanan hati dan taqwa atas perselisihan keduanya.
Tak hanya Nabi Adam, perintah berqurban turun pula kepada Nabi Ibrahim. Kisah kedua Nabi yang mulia ini diabadikan langsung oleh Alquran. Berbeda dengan Nabi Adam, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya Ismail
Syariat berqurban dilakukan dengan segenap pengorbanan hati dan taqwa guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kisah Nabi Ibrahim yang diperintahkan untuk menyembelih putranya Ismail, tentu tidak akan dilaksanakan apabila tanpa keteguhan hati yang kuat.
Secara manusiawi, seseorang tidak akan mungkin menyembelih darah dagingnya sendiri. Terlebih apabila kehadiran seorang anak merupakan dambaan bagi orang tua. Namun demikian, sikap yang lain ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim dan putranya.
Kita patut dan menyakini mereka memiliki keyakinan teguh akan pengorbanan yang dipersembahkan kepada Allah SWT sebagai Tuhan Semesta alam. Begitu pula pergolakan batin dalam pelaksanaan qurban tersebut bukanlah hal yang mudah.
Sebagai manusia sekaligus seorang ayah, tentunya berulang kali berpikir untuk menyembelih anaknya. Akan tetapi perintah yang diturunkan bukan serta merta dari makhluk, melainkan dari Allah Ta’ala.
“Semoga kisah qurban ini menjadi motivasi kita untuk menambah keimanan serta ketauhidan kita kepada Alloh Taala, kelak nanti kita akan dipertemukan dengan dua orang utusan Alloh yaitu Ibrahim dan Ismail dengan syafaat Baginda Muhammad Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam,’ pungkas Muhammad Isra’
Penulis : A Salam Siregar.











