Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Tan Gozali Nasution: Masyarakat Adat Wajib Ambil Peran Dipanggung Politik Madina Tahun 2024


					Tan Gozali Nasution: Masyarakat Adat Wajib Ambil Peran Dipanggung Politik Madina Tahun 2024 Perbesar

Madinapos.com – Panyabungan.

Presiden Ikatan Pemuda Mandailing Tan Gozali Nasution menyebut masyarakat Adat memiliki peran strategis dalam panggung demokrasi di bumi Gordang Sambilan Madina. Menurutnya, memperkuat partisipasi politik merupakan langkah yang tak boleh berhenti dilakukan.

“Ada banyak regulasi negara dibuat oleh pemerintah yang melindungi, mengakui masyarakat adat, ini bentuk partisipasi secara keorganisasian kearifan lokal atau kelembagaan Adat” ujarnya saat berbincang, Rabu (28/5) malam.

Selanjutnya, tambah mantan Ketua DPD KNPI Madina itu, di tingkat lokal daerah Madina dan kelompok masyarakat adat, partisipasi politik juga harus diperkuat dengan mengutus perwakilan masyarakat adat duduk di Legislatif, Eksekutif bahkan Yudikatif

“Banyak cita-cita masyarakat adat yang belum diakomodir oleh Pemerintah Kabupaten Madina, maupun Pemerintah Provinsi Sumut, itu karena kadernya belum banyak dalam posisi pemegang kebijakan politik, ini harus diperbanyak, dan harus diperjuangkan” ungkap dia.

Ia menambahkan, partisipasi politik akan semakin kuat jika ideologi masyarakat adat ditegakkan eksistensinya, termasuk di kelembagaan masyarakat adat dan organisasi kearifan lokal, perkara politik uang dalam Pilkada dapat ditekan bila masyarakat adat sadar akan perjuangan yang sesungguhnya.

“Masyarakat adat merupakan eksistensi bangsa, maka keberadaan, aturan, hukum yang mereka miliki harus diakui dan diberlakukan,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan ada beberapa regulasi tentang adat di Provinsi Sumut dan Kabupaten Madina khususnya yang telah dibuat dalam upaya melindungi dan pengakuan daerah,” Kalau tidak dibuat regulasi eksistensi adat dikancah suksesi kepemimpinan daerah bisa saja hilang atau diabaikan,” tuturnya.

Tan menekankan masyarakat adat wajin mengambil peran dalam penentuan kebijakan politik. Harus berani menyuarakan keinginannya dalam bentuk aspirasi politik dan menjadikan kadernya duduk di posisi strategis kebijakan untuk menjadi Bupati bahkan Gubernur.

Selanjutnya, ia menegaskan masyarakat adat memiliki jasa besar terhadap berdirinya daerah kabupaten Madina.

“Tanpa masyarakat adat tak ada daerah Kabupaten Madina, Masyarakat adatlah yang dengan kebesaran hatinya bersepakat bersatu menyerahkan kedaulatannya pada daerah untuk membentuk Kabupaten Madina,” ujarnya.

Berangkat dari itulah, kata Tan Gozali, perjuangan menyampaikan aspirasi masyarakat adat secara politik harus terus diperkuat untuk merebut kursi Madina 1 dan 2 di kontestan Pilkada 2024 – 2029.(R)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Selesaikan Sengketa Plasma PT. DIS, Pemkab Madina Fasilitasi Mediasi Warga Tabuyung

23 Januari 2026 - 19:28

Sempat Terputus Longsor, Danramil 16 Batang Natal Apresiasi Pembukaan Jalan Baru Muara Soma-Banjar Melayu

23 Januari 2026 - 15:12

‎Acara Puncak Peringatan HGN 2026, UPTD Puskesmas Patiluban Mudik dan Sikara-kara Laksanakan Senam Pagi Bersama

23 Januari 2026 - 15:05

Masyarakat Desa Banjar Melayu Berterima Kasih, Akses Jalan Baru Akhirnya Rampung Dibangun

23 Januari 2026 - 08:40

Pembukaan Ruas Jalan Baru Banjar Melayu Selesai, Tokoh Masyarakat Apresiasi Pemkab Madina

22 Januari 2026 - 21:57

‎Dalam Rangka Hari Gizi Nasional 2026, UPTD Puskesmas Patiluban Mudik Gelar Aneka Lomba

22 Januari 2026 - 21:33

Trending di Berita Daerah