Menu

Mode Gelap

Berita Daerah

Pasca BBM Naik, Sejumlah SPBU Di Kabupaten Palas Masih Alami Antrian Panjang


					Pasca BBM Naik, Sejumlah SPBU Di Kabupaten Palas Masih Alami Antrian Panjang Perbesar

Madinapos. com – Palas.

Antrian kendaraan masih terlihat di seluruh SPBU, di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Minggu, (11/09/2022) yang lalu.

Dengan kenaikan harga BBM, seperti tidak mempengaruhi warga untuk memperoleh BBM. Sebagian warga juga mengaku walaupun harga naik, namun sering membuat masyarakat khawatir stok habis di SPBU sehingga tidak kebagian untuk mengisi kenderaannya.

“Ya bang, kita khawatir kelangkaan terus terjadi, ini persiapan buat kerja besok. Kenaikan harga BBM sebenarnya belum seberapa parah, tapi dampaknya kelangkaan ini yang dikhawatirkan, karena bisa berdampak pada ekonomi masyarakat di Padang Lawas ini., ” ujar Erwin Sunardi di SPBU.14.227 349. TAB. Pasar Sibuhuan saat mengikuti antrian panjang.

Menurut Erwin, antrian di SPBU telah terjadi sebelum pengumuman kenaikan harga BBM di Kabupaten Padang Lawas ini.

“Tanda tanda akan ada kenaikan telah beredar melalui grup WhatsApp. Dan sudah menjadi momok pembicaraan masyarakat dan akan menambahi beban kehidan keluarga, diperparah dengan keadaan kelangkaan yang berkepanjangan pasca kenaikan BBM, ini yang sangat menjadi masyalah bagi kita masyarakat kalangan bawah”, katanya.

Sementara, lanjutnya jika membeli minyak Pertalite eceran masyarakat harus mengeluarkan uang Rp.13.000 sampai Rp. 14.000 / liter dan jenis solar subsidi Rp.9.000 sampai 10.000/ liter dari pengecer, ini yang menjadi masyalah besar, entah kapan pasokan minyak bisa cukup,

Padahal menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan kenaikan harga BBM bersubsidi yang telah ditetapkan pemerintah. Harga BBM Pertalite yang sebelumnya Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10.000 per liter.

Harga solar subsidi yang sebelumnya Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter. Selain itu, harga pertamax (nonsubsidi) juga naik dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter.

“Dengan kenaikan harga BBM, masyarakat sudah sangat merasakan dampaknya, diantaranya dengan menaiknya tarip angkutan dan naiknya harga sembako, padahal ekonomi masyarakat baru saja di hempit oleh dampak dari covid-19, ditambah setelah kenaikan BBM, terjadi pula kelangkaan yang tiada putusnya”, sebutnya.

“Harapan masyarakat Padang Lawas pada umumnya kepada pemerintah, hendaknya mencukupi kuota di daerah ini agar masyarakat tidak semakain terjepit akibat keadaan ini BBM yang tidak normal ini”, tutupnya.

penulis :A Salam Srg.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

DPRD Dan Pemkab Madina Setujui KUPA-PPAS APBD 2022

24 September 2022 - 22:03

DPC MAPAN RI Gelar Sosialisasi, Dukung Visi Bupati Tapsel Sehat Tanpa Narkoba

24 September 2022 - 19:31

Erwin Efendi Buka Word Tourism Day 2022 di Jembatan Merah Desa Kayu Laut, Madina

24 September 2022 - 11:53

Bupati Sukhairi : Santri Bisa Menjadi Pemimpin Bangsa Dimasa Depan

23 September 2022 - 17:55

Insfratruktur Jalan di Panyabungan Timur Dibangun, Masyarakat Ucapkan Terimakasih

23 September 2022 - 17:50

Kapolres Madina Resmikan Polsubsektor Panyabungan Timur

23 September 2022 - 14:59

Trending di Berita Daerah